Terjerat Pesona Anak Majikan

Terjerat Pesona Anak Majikan
57. Berita heboh


__ADS_3

Rumah Sakit Umum


Salma matanya sedang di cek oleh Dokter Qori, sungguh mengejutkan ada banyak perkembangan kedepannya. Padahal waktu itu Qori menutupi keadaan yang sesungguhnya Salma kala itu, agar pasien tidak shock dan bertambah terpuruk sampai di titik terendah.


Tapi sepertinya Tuhan menjawab doa-doanya agar pasien yang dalam penderita itu segera sembuh dan pulih kembali penglihatannya.


"Perkembangan kornea mata kamu bagus Salma, mungkin beberapa minggu atau hari bisa melihat dengan jelas kembali. Saya akan memberikan surat keterangan lagi untuk kamu. Dan juga saya akan meresepkan obat untuk kamu agar secepatnya kamu dapat melihat, obat ini sangat di anjurkan dalam pengobatan berjalan." Qori hendak membuat resepnya lebih dulu tapi di cegah oleh Salma.


Serek


Tek


Qori sudah mengeluarkan lembaran kertas dan pulpen ia hendak menuliskan resepnya.


Salma menghentikan Qori saat Dokter itu hendak menulis.


"Dokter Qori, jangan. Saya ... mohon jangan Dok, saya masih ingin menikmati dimana masa-masa saya tidak bisa melihat, biarkan saja mata ini sembuh secara perlahan. Saya ...," seketika panik, kenapa Salma jadi pesimis lagi.


Dimana sifat cerianya itu, kenapa sirna apa suami dan keluarganya tidak peduli dengan keadaan dia.


Di tempat lain, Alga cemas bukan main. Ia bahkan tidak fokus berkerja.


"Bagaimana keadaannya sekarang." Gigit jari.


Riska tidak berhenti sampai di situ, ia terus saja menjerat Alga. Dirinya masih belum puas jika Salma tidak terluka sampai depresi. Riska ingin Salma mengakhiri hidupnya gara-gara gila karena cinta tidak kesampaian.


Riska mengatur siasat yang sangat cerdik, ia akan memanfaatkan kebutaan Salma untuk menjerat Alga lagi.


Riska sudah menemukan dimana tempat Alga berkerja, tidak jauh dari kota.


"Alga sayang, aku ingin main-main sampai berbuat yang lebih. Aku belum puas jika belum merasakan keperkasaan kamu, untuk Elang maaf aku kesampingkan sebentar. Pasti tidak marah kan?" Riska mengusap pipi lembut Elang yang tertidur usai pertempuran malam dan pagi barusan.


Alga berkeringat lebih tepatnya hawatir akan keselamatan Salma di sana, di tambah lagi pagi tadi tidak membawa orang kepercayaannya untuk menjaga dirinya sepanjang hari.


1 jam kemudian.

__ADS_1


Riska sudah sampai, sebelum itu ia mencari info tentang keadaan pedesaan yang berada di perbukitan itu. Ternyata banyak jalan yang belum di akses dengan baik.


"Gak apa-apa tidak berpakaian mini, setidaknya jika tertutup Alga akan merespon ku dengan baik." Riska dengan segala tingkat kepedean tingginya.


Alga sibuk sekali dengan pekerjaan itu sampai ia tidak sadar jika Riska sudah di belakangnya dan memeluknya dengan erat.


Alga terkejut dan hendak melepasnya namu. tidak bisa, apa ini orang gila.


"Lepas." Memberontak.


"Tidak," Riska tiba-tiba memainkan perannya secara lihai.


Ia pingsan tepat di samping Alga mau tidak mau Alga menggendongnya, sedangkan Riska tersenyum dalam hati, mungkin.


"Pak Anton, tolong ya." Meminta salah satu pekerja kebun tembakau untuk meminta bantuan, sebab rumah yang paling dekat dengan perkebunan dan bersebelahan hanya rumah Anton.


"Siap mas Alga," Anton membantu dan membukakan pintu.


Istri Anton yang berada di rumah terkejut ada seorang perempuan berada di gendongan Alga dan suaminya. Apa gadis ini kekasih Alga atau jangan-jangan ini adalah putrinya pak Adipati pemilik perkebunan sebab ia belum pernah melihat gadis ini, tapi jika putri Adipati kenapa berbeda jauh sekali.


Ambar mengobati Riska dengan cara memberikan minyak kayu putih di dekat hidung Riska, tapi Riska tidak sadar-sadar dari pingsannya. Dengan terpaksa Alga mencari bidan setempat untuk memeriksa Riska.


"Bagaimana Bu keadaannya?" tanya Alga usai bidan tersebut memeriksa Riska.


"Dia sepertinya sedang hamil dan bisa di pastikan usianya sekitar tiga bulan kurang lebihnya terlihat dari bayi yang berada di kandungan berkembang dengan baik meski masih kecil di dalam perut ibunya di tambah lagi ibunya yang kekurangan gizi, kasihan bayinya jika tertekan terus. Ini resepnya nanti bisa di ambil di rumah saya. Saya permisi dulu!" jawab bidan itu apa adanya.


Degh


Jantung Alga mau copot, hamil dan usia kandungannya itu. Kepala Alga mau pecah sekarang, Anton dan Ambar terkejut bukan main.


"Mas Alga, jika saya boleh tau. Siap perempuan ini?" Anton dan sang istri penasaran.


"Dia namanya Riska, dulu mantan saya sekitar dua bulan yang lalu!" Alga bicara terang-terangan.


Anton terkejut jika ini wanita mantannya berarti bayi yang berada di perutnya itu adalah anak Alga. Wah ... gawat jika benar adanya.

__ADS_1


"Jadi dia hamil anak mas Alga?" gantian Ambar yang bertanya.


"Bukan, saya tidak pernah melakukan itu kecuali untuk istri saya di rumah!" jawabnya memang iya.


Meski ia pernah hampir melecehkan Riska saat itu tapi tidak jadi sampai di tahap berhubungan badan. Tanpa Alga sadari ada orang yang sedari tadi mengikuti dan memotret kegiatan yang sebenarnya di luar skenario bahkan ia merekam kejadian ini.


"Sip kerjaan gue, bakalan jadi berita heboh di kampung ini. Selain itu gue harus menyebarkan berita ini dan akan aku edit sebaik mungkin foto-foto dan keterangan dari bidan tadi." Sang fotografer gadungan dan bayaran itu segera pergi dan ia mencari tempat dan mengedit semua foto dan rekaman bukti video.


Anton dan Ambar saling menatap satu sama lain, istri. Maksudnya istri yang mana, bukannya Alga masih singel.


"Maaf mas Alga, bukannya mas masih singel ya." Ambar memberikan secangkir kopi pada Alga dan Anton.


Alga tersenyum dan menggeleng.


Ternyata berita Riska yang sedang mengandung sudah menyebar begitu cepat, padahal kejadian baru saja terjadi. Semua buruh berkumpul dan meminta Alga untuk berhenti jadi pengawas perkebunan saat ini juga, Adipati yang mendapatkan laporan marah besar tentunya.


"Dasar laki-laki bajinga* apa kurangnya putriku sampai-sampai ia menghamili wanita yang status nya hanya mantan itu."


Salma tercengang dengan apa yang ia dengar, tadi niatnya sepulang dari rumah sakit ia mampir di rumah papa tapi apa yang ia dengar. Alga menghamili mantan pacarnya, yang artinya sekarang Riska sedang mengandung anaknya.


Berarti kejadian waktu itu saat di telpon Riska bilang rela di tiduri memang benar Alga menanam benih di rahim Riska.


Tes.


"Pa ...." Tubuh Salma bergetar hebat, ia hendak menangis.


Adipati terkejut langsung berlari menghampiri sang putri yang sudah bersimpuh di lantai yang dingin sambil menutupi wajahnya dan menangis. Ia histeris di pelukan Adipati.


Alga segera di giring para pekerja untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya di balai desa setempat. Ia mengelak namun sia-sia drama yang di mainkan Riska begitu meyakinkan sekali di mata para warga.


Anton dan Ambar berusaha melerai dan berbicara yang sesungguhnya di hadapan para warga, namun ganasnya tetangga dan warga sekitar rumah lebih ganas dari si jago merah yang melahap hutan beberapa minggu yang lalu.


Dan meminta agar Alga segera bertanggung jawab.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2