TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 103


__ADS_3

Kini di rumah Nara tidak merasa kesepian lagi, karena sekarang ada Nayla di sana.Tuan Sanjaya dan Nyonya Delia sudah berangkat lagi ke luar negeri untuk mengurus bisnis mereka yang ada di sana.


Nara dan Nayla semakin bahagia saja karena selain sahabat kini mereka menjadi satu keluarga.Kini mereka berdua sedang berada di taman belakang rumah dan bermain dengan para kucingnya. Yaitu Rayan, Reyhan dan Sam anak-anak kucing itu kini sudah dewasa.


"Hey Reyhan kau memang kucing yang paling nakal..." ucap Nara yang melihat kucing bernama Reyhan itu mengganggu kucing yang bernama Sam. Mungkin kucing yang bernama Reyhan itu menganggap kucing yang bernama Sam adalah saingannya.


"Hey... kenapa kau memberi nama suamiku pada kucingmu "protes Nayla.


Karena saat itu yang ada dalam pikiranku adalah namanya juga nama Rayan dan juga Sam. Nayla yang baru tahu tentang kucing Nara itu pun terkejut dengan kelakuan sikap anak ayam ini. Memangnya tidak ada nama lain apa, pikir Nayla.


"Ishhh.... aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi mereka bertiga saat kau memberikan nama" ucap Nayla.


"Rayan dan Pak Sam biasa saja, hanya suamimu yang marah. Ya itu karena kudanil suamimu itu sangat menyebalkan" ucap Nara


"Dia pria tampan dan lucu tahu, dasar anak ayam" protes Nayla pada Nara.


"Oh ya mereka kini sudah dewasa, pasti mereka membutuhkan kucing betina" ucap Nara


"Tentu saja kucing juga butuh penyaluran, kalau begitu carikan saja kucing betina dan berikan nama Nara dan Nayla, ehh tapi satu lagi beri nama siapa nya? " tanya Nayla


"Berikan saja nama Keysa... "jawab Nara, mendengar nama Keysa Nayla malah terbahak.


"Hey Nay.... kenapa kau malah tertawa?" tanya Nara merasa bingung dengan sikap Nayla yang tiba-tiba terbahak mendengar nama Keysa.


"Aku hanya merasa lucu saja dan juga kasihan pada Sam karena pasangannya nanti namanya Keysa. Kau tau kan Keysa itu bagaimana, dia wanita menyebalkan dan juga tidak tahu malu. Jelek sekali nasibnya Sam" ucap Nayla, setelah mendengar penjelasan dari Nayla Nara pun ikut terbahak.


"Kau benar Nay.... " ucap Nara masih dengan tawanya.


"Astaga aku takut nanti Keysa jadi pelakor diantara mereka " ucap Nayla.

__ADS_1


"Ahhh iya juga ya... "jawab Nara


Para pelayan memandangi kedua istri majikannya kemudian mereka saling tatap, entah apa yang mereka pikirkan bahkan mereka tidak berani mengeluarkan suara. Untung saja di sana tidak ada Pak Sam yang mendengar obrolan tidak berfaedah dari kedua istri majikanya itu.


*


*


*


Setelah Naura di cium oleh Rio, kini ia menjadi semakin waspada. Jika tadi Rio mencuri ciuman pertamanya bisa-bisa nanti Rio mencuri mangga pertamanya.


Naura semakin takut saja membayangkannya, membayangkan jika ia di terkam buaya buntung untuk meminta jatah minum susu. Naura langsung bergidik ngeri.


Karena hari ini hari pertamanya menikah, Rio memutuskan untuk tidak bekerja dan menikmati masa cutinya. Cuti yang ia berikan pada dirinya sendiri demi menemani istrinya yang memang sedang kurang sehat.


"Naura kau tidur saja, istirahat yang cukup agar kau cepat sembuh " ucap Rio


"Bagaimana aku bisa tidur jika punya suami gila" gumam Naura.


"Kau tidak usah takut aku tidak akan melakukan apa-apa padamu, aku ini pria yang sangat penyabar jika tadi aku menciumu itu hanya sebuah contoh. Tapi jika kau masih mau aku cium aku sama sekali tidak keberatan " ucap Rio dengan tatapan berbinar.


"Aiiihh.... Kak Rio apa kau punya palu di sini?"tanya Naura


"Sepertinya tidak ada, aku tidak pernah memegang palu kalau memegang gagang sapu aku sering, setiap waktu malah" jawabnya sambil terbahak


"Oh ya ampun kepalaku... " Naura memijat kepalanya yang mendadak sangat pusing gara-gara mendengar ucapan suami dadakannya.


"Memangnya untuk apa palu....? "tanya Rio

__ADS_1


"Untuk memukul kepalamu agar kau bisa sadar, aku tidak berharap punya suami kaya. Tapi aku berharap punya suami waras. Huwaaaa.....!!!" Sepertinya kesabaran Naura sudah di ujung jurang menghadapi Rio.


Melihat istrinya tiba-tiba histeris Rio langsung menghampirinya dan kemudian mendekapnya ke dada bidangnya dan mengelus rambutnya.


"Cup.... cup sayang jangan menangis, aku sangat mencintaimu. Aku ini pria waras, tapi karena cintaku padamu sangat over dosis aku menjadi gila, gila karena cintamu" bualan kadal buntungnya ia keluarkan lagi agar istrinya percaya jika ia memang pria waras. Padahal mungkin kewarasannya sebagian sudah hilang entah kemana, sepertinya Rio harus mencarinya nanti.


"Apa benar kalau Kak Rio pria normal? " tanya Naura yang masih dalam pelukan Rio dan memainkan jari-jari kecilnya dada Rio. Membuat Rio semakin gemas ingin bercocok tanam dengannya.


"Ya Tuhan kuatkan imanku....." gumam Rio


"Kak..... " panggil Naura lagi dan melihat wajah tampan Rio dari dekat.


"Naura, sepertinya imanku sudah mulai menipis jika berdekatan seperti ini "ucap Rio, kemudian ia mencium bibir Naura lagi dengan sangat lembut.


Berciuman dengan gadis yang belum berpengalaman ternyata sangat menyenangkan pikir Rio. Ia sangat menikmatinya, begitu pun dengan Naura yang sudah mulai rileks sekarang.


Saat keduanya sedang menikmati ciuman mereka, mereka di kejutkan oleh kedatangan seseorang yang tidak di sangka-sangka.


"Rio.....!!! " panggilnya dengan wajah yang menahan marah dan sangat kesal dengan tangan mengepal.


"Ya ampun aku lupa mengunci pintu..."gumam Rio


*


*


*


Aiihhh pengganggu datang 😆

__ADS_1


Like dulu dong 😚😚


__ADS_2