
Karena kondisinya sedang tidak baik, hari Nara hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur saja. Rayan dengan setia menemaninya sambil mengerjakan pekerjaan kantornya karena merasa kasihan pada kudanil yang ingin segera menikah dengan kuda poninya.
Nara mulai membuka matanya, panas dan gatal di tubuhnya mulai mereda san juga bintik merahnya mulai berkurang. Dia merasa lapar tapi mulutnya enggan memakan sesuatu. Setelah bangun Nara hanya duduk selonjoran di ranjangngnya, melihat Nara bangun Rayan pun menghampirinya.
"Sayang, apa kau masih sakit? "tanya Rayan
"Tidak terlalu Kak Ray, kepalaku hanya pusing dan juga aku merasa lapar tapi mulutku ini tidak mau memakan sesuatu rasanya terasa mual" keluh Nara
"Pak Sam sudah mengatur waktu untuk kau periksa ke dokter kandungan. Nanti sore kita periksa kesana" ucap Rayan. Nara hanya mengangguk saja.
Tok
Tok
Tok
"Masuk.... "ucap Rayan, tak lama pun langsung terlihat wajah Nayla yang tersenyum dan juga Reyhan yang sedang berdiri di depan pintu. Melihat sahabatnya berkunjung menemuinya Nara sangat senang.
"Nay.... "
"Nara katanya kau sedang sakit, aku sengaja datang kemari untuk menjengukmu" ucap Nayla menghampiri Nara.
"Oh ya ampun wajahmu jadi berwarna-warni seperti itu" ucap Nayla tertawa melihat wajah Nara yang masih tampak kemerahan itu.
"Aiiihh kau ini bukannya menghiburku tapi kau malah mengejeku... "ucap Nara mengerucutkan bibirnya.
"Kau tahu tweety ada satu hal yang mengganjal pikiranku tentang alergimu itu...."ucap Reyhan.
"Mengganjal bagaimana maksudmu....?"tanya Rayan.
"Aku hanya merasa aneh, kenapa anak ayam bisa alergi dengan telur ayam. Bukankah yang kau makan adalah salah satu makhluk yang satu spesies denganmu " ucap Reyhan tertawa terbahak dasar kudanil gila.
__ADS_1
"Karena jika aku alergi telur buaya maka aku akan tekdung bukan gatal-gatal.... dasar kudanil menyebalkan" kesal Nara
"Oh astaga.... berarti sekarang kau hamil karena alergi telur buaya. Berarti Kak Rayan adalah salah satu spesies buaya itu... " ucap Nayla si mulut tanpa saringan.
"Oh ya ampun.....suamiku ini titisan pangeran kayangan bukan titisan buaya apalagi titisan kudanil mesum seperti kekasihmu itu yang setiap saat selalu minta cium" sindir Nara. Rayan tertawa terbahak mendengar jawaban dari si anak ayam.
"Hey tweety jangan sembarangan menuduhku, memangnya kapan aku minta cium pada Naylaku.... " rupanya si kudanil mengelak karena malu selalu mesum pada kuda poninya. Astaga jangan-jangan anak ayam ini selalu mengintipnya jika sedang saling patuk mematuk dengan kuda poninya yang lucu pikir Reyhan.
"Ishhh.... kau pikir bibir Nayla bengkak itu karena ulah siapa? teh dingin.....?" ucap Nara sekenanya, dasar mulut tidak berakhlak memang anak ayam ini. Reyhan jadi takut calon istrinya di goda oleh kesegaran teh dingin.
"Enak saja kau.... Rayan aku ingin sekali menjitak anak ayam ini.... " kesal Reyhan.
"Coba saja kalau kau berani, aku pastikan hari pernikahanmu aku undur...." ancam Rayan.
"Oh astaga, apa kau tidak kasihan padaku Rayan? aku juga sama ingin sepertimu yang selalu tunggang-tunggangan main kuda lumping" protes Reyhan.
"Kak Rey.... jangan bicara seperti itu aku jadi malu" ucap Nayla dengan wajah memerah.
"Astaga..... "Rayan geleng-geleng kepala melihat kelakuan sepupunya yang sudah gila karena terlalu lama memendam burung pelatuknya di dalam sangkar.
"Dasar kudanil gila..... " ucap Nara.
*
*
*
Di sebuah mini market seorang pria tampan sedang memborong benda kesukaan para pria yaitu rok*k yang sangat banyak karena ia merasa frustrasi dengan kejadian yang menimpanya dan juga karena kebodohan yang ia lakukan selama ini.
Astaga itu adalah Rio yang sedang memborong rok*k, padahal ia tidak pernah merok*k selama ini. Gaya hidupnya cukup sehat selama ini dan tidak pernah menyentuh benda itu bahkan rasanya saja ia tidak tahu.
__ADS_1
"Tambah lima lagi, aku mau dari berbagai macam merk" ucapnya pada kasir mini market itu.
Kasir itu hanya menurut saja walaupun ia tampak bingung, ia juga menduga jika Rio sedang frustrasi karena terlihat dari wajahnya yang kusut dan berantakan, walau penampilannya tidak mengurangi ketampanannya.
"Maaf tuan apa anda akan menghabiskan semua ini ?" tanya Kasir itu memberanikan diri karena kebetulan mini market itu sedang kosong.
"Memangnya kenapa? tidak boleh.....?" tanya Rio kesal
"Eh... t-tidak tuan anda bebas mau menghabiskan semuanya jika anda mau "ucap Kasir itu lagi.
"Baguslah..... bungkus semuanya saja dan jangan cerewet" ucap Rio
"I-ya tuan.... "jawab gadis kecil yang menjadi kasir itu.
"Padahal kan sangat berbahaya jika menghabiskan semua ini, itu akan berbahaya untuk kesehatannya" gumam gadis itu namun terdengar jelas oleh Rio. Mendengar gumaman gadis itu, Rio mendadak tersenyum senang.
"Hey nona..... "panggil Rio, sejenak gadis itu mengangkat wajahnya kini mata indah bertatapan denga mata elang Rio.
"I-ya tuan kenapa?" tanya gadis itu.
"Apa kau mengkhawatirkanku..... ?"tanya Rio dengan wajah berbinar saat melihat wajah gadis itu.
"A-pa.....? "
*
*
*
Kencengin dukungannya ya 😊 jangan lupa besok hari senin votenya buar mimin 💃💃
__ADS_1