TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 105


__ADS_3

Saat malam cuaca sangat mendukung untuk menghabiskan waktu di tempat tidur, karena hujan yang tidak berhenti dari sore. Nara semakin bergelung di dalam selimutnya karena ia merasa kedinginan.


Rayan yang baru masuk ke dalam kamar pun melihat istrinya sedang berguling-guling di dalam selimut, entah apa yang di lakukannya pikir Rayan.


"Sayang kau kenapa? "tanya Rayan serta menghampirinya.


"Aku kedinginan Kak Ray, aku butuh sesuatu yang hangat.... "jawab Nara sambil memperlihatkan sambil memperlihatkan kepalanya keluar selimut.


"Apa kau membutuhkan sesuatu, aku akan meminta pelayan untuk membuatkannya untukmu" ucap Rayan.


"Aiiihh.... suamiku ini memang tidak peka "ucap Nara bangun dan duduk di samping Rayan.


"Tidak peka apa? aku tidak mengerti " ucap Rayan dan membelai rambut Nara dan mencium keningnya. Bagaimana anak ayam ini tidak gila jika sikap suaminya selalu membuat ia seakan terbang melayang-layang karena sikapnya yang selalu lembut padanya.


"Aku butuh pelukanmu yang menghangatkan Kak Ray.... " ucap Nara manja dan menggesek-gesekan kepalanya kepada dada bidang suaminya.


"Oh ya ampun aku lupa jika istriku adalah ratu gombal "ucap Rayan tertawa.


"Ayo peluk aku Kak Ray.... " ucapnya, Rayan pun menuruti keinginan Nara untuk di peluk dan masuk ke dalam selimutnya untuk memeluk Nara.


"Kau sudah minum vitamin dan susumu? "tanya Rayan


"Sudah dari tadi Kak, tapi susuku belum diminum" jawab Nara sambil tertawa.


"Baiklah kalau begitu kini giliranku minum susu" ucap Rayan sambil tertawa.


*


*


*


"Nay malam ini sangat dingin, ayo peluk aku sayang" ucap Reyhan yang ada dalam satu selimut bersama dengan Reyhan.

__ADS_1


"Aku juga kedinginan Kak Rey.... " ucap Nayla sambil masuk ke dalam pelukan Reyhan dan menyusupkan tubuh mungilnya di sana.


"Aku tahu caranya agar kita tidak kedinginan sayang... " ucap Reyhan.


"Kalau kita dingin kita tinggal di selimut saja Kak Rey di tambah pelukan darimu itu sangat menyenangkan untukku" ucap Nayla.


"Maksudku bukan begitu Nay, jika kita bermain kuda-kudaan maka kita akan merasakan kehangatan dan juga kenikmatan" jelas Reyhan.


"Oh... baiklah kalau begitu kita main sekarang" ajak Nayla sumringah.


"Ayo sayang bersiaplah dengan serangan torpedoku yang sangat gagah ini.... " ucap Reyhan bersemangat.


"Aku sangat siap sayang.... "


*


*


*


"Kak Rio..... " panggil Naura pada Rio yang sedang bekerja sambil memangku laptopnya.


"Kenapa? "tanya Rio


"Apa nanti orangtuamu akan menerimaku? "tanya Naura ragu.


"Papaku membebaskanku dalam memilih pasangan, asalkan gadis itu baik dan aku mencintainya dan menurutku kau gadis baik dan aku mencintaimu "jawab Rio tapi pandangan matanya masih fokus pada pekerjaannya.


"Lalu bagaimana dengan mamahmu Kak? "


"Mamahku sudah meninggal saat aku masih berusia sepuluh tahun, dan aku punya mamah tiri tapi kau tenang saja karena mamah tiriku tidak pernah mencampuri urusanku dan hubungan kami cukup baik" jawab Rio


"Kapan kita akan menemui mereka? "tanya Naura lagi.

__ADS_1


"Besok mereka ingin bertemu denganmu, dan juga mereka akan menyiapkan resepsi pernikahan kita dan juga asistentku sedang mengurus pernikahan kita agar terdata secara resmi" jawab Rio


"Benarkah itu ?" tanya Naura yang merasa senang dengan ucapan Rio yang akan menikahinya secara resmi.


"Tentu saja sayang...." jawab Rio tersenyum.


"Kalau sedang terlihat normal aku sangat suka padamu karena kau sangat tampan dan juga keren" tiba-tiba Naura berkata seperti itu. Wanita mana yang tidak terpesona dengan ketampanan Rio, karena Rio adalah pria tampan dan mapan.


"Benarkah kau suka padaku? "tanya Rio


"Iya Kak, mulai sekarang aku akan menjadi istri yang baik untukmu. Tapi kau tidak akan selingkuh dengan wanita tadi siang kan ?"tanya Nara yang khawatir suami anehnya tergoda wanita jadi-jadian seperti Keysa.


"Aiihhh... aku tidak mau menjalin hubungan dengannya karena hatiku sudah menyangkut di hatimu "goda Rio.


"Baiklah kalau begitu, hatimu akan aku simpan saja di hatiku karena aku tidak akan memberikannya lagi padamu takut ada yang mengambilnya dan merebutmu dariku" ucap Naura, oh sungguh hati Rio kini terasa seperti pop corn yang baru matang, terasa meletup-letup.


"Apa kau mencintaiku Naura..."tanya Rio


"Aku akan belajar mencintaimu selama Kak Rio bersikap normal dan terlihat waras" jawab Naura


"Oohh terima kasih sayang....aku sangat bahagia mendengarnya" ucap Rio tersenyum bahagia.


"Sama-sama Kak, terima kasih juga sudah mencintaiku " ucap Naura tulus.


"Sama-sama sayang, kalau begitu boleh kah aku mencicilnya....?"tanya Rio malu-malu kambing.


"Boleh, tapi sedikit dulu ya... " jawab Naura yang juga merasa malu pada Rio.


"Siaaaapp sayang....." Rio sangat bersemangat karena Naura sudah mulai menerimanya.


*


*

__ADS_1


Udah dua bab niihh, kasih mimin like komen sama gift dong 😚😚


__ADS_2