
Setelah puas berbincang dengan Nara, Nayla pun pulang dengan di antar supir suruhan pak Sam. Walau sebenarnya Nayla berharap jika Reyhan lah yang mengantarnya pulang. Tapi tidak apa-apa mungkin lain waktu ia pasti bisa berdampingan dengan Reyhan. Bahkan sampai berdampingan di pelaminan.
"Coba saja pria tampan tadi yang mengantarku pulang" ucap Nayla pada Nara mengerucutkan bibirnya.
"Sudahlah jangan genit, lagi pula sayangi jantungmu. Bagaimana nanti jika jantungmu tiba-tiba meloncat karena terkejut berdampingan dengan pria tampan" jawab Nara
"Aahh.. iya benar juga ya. Aku tidak mau menjadi janda sebelum menikah "ucap Nayla,
"Oh astaga ternyata kudanil betina ini adalah titisan anak ayam gila" gumam Rayan yang mengawasi mereka dari jarak yang tidak terlalu dekat. Karena Rayan ingin benar-benar memastikan jika. sahabat Nara adalah orang baik dan tulus bukan hanya pura-pura.
"Jadi janda sebelum menikah? bagaimana ceritanya aku tidak mengerti. Bicaralah yang normal seperti manusia pada umumnya" ucap Nara.
"Dasar anak ayam menyuruh orang lain bicara normal, ucapan dia sendiri melebihi batas normal manusia pada umumnya. Astaga Rayan, bagaimana kau bisa sangat mencintai anak ayam tidak normal itu " gumam Rayan dan tertawa kecil sambil memperhatikan istrinya. Rayan sudah tidak sabar ingin menggarap lagi ladang anak ayam kesayangannya yang selalu membuatnya gemas.
"Rayan...kenapa kau tertawa sendiri seperti orang gila"ucap Reyhan yang penasaran melihat Rayan sedang berdiri mematung dan tertawa sendiri
"Kau merusak khayalanku saja, dasar menyebalkan " jawab Rayan yang kesal dengan kedatangan Reyhan.
"Khayalan? jangan bilang kau gila lagi, aku tidak sanggup mengurus dua orang gila. Itu sangat melelahkan " ucap Reyhan.
"Sialan.... " ucap Rayan. Pandangan Rayan dan Reyhan pum beralih pada Nara dan Nayla di depan karena supir sudah mengeluarkan mobilnya.
"Baiklah, aku pulang dulu ya....sampaikan salamku pda pria tampan tadi. Mulai sekarang pria tampan tadi adalah calon suamiku" ucap Nayla dengan semangat. Reyhan agak shock mendengarnya, seorang gadis kecil mengklaim dirinya sebagai calon suami. Astaga...
__ADS_1
Sedangkan Rayan tersenyum mendengarnya apalagi melihat wajah shock Reyhan yang terlihat sangat lucu.
"Wuaahh.... kudanil betina itu ternyata agresif juga "ucap Rayan dengan nada mengejek.
"Oh astaga...kuda poni itu ternyata titisan anak ayam" gumam Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya.
*
*
*
Kini Nara sudah berada di kamarnya dan ingin merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Namun sebelumnya ia ke kamar mandi dulu untuk membersihkan diri sebelum tidur .
Setelah merasa bersih dan berganti dengan baju tidur, Nara duduk di depan meja rias untuk melakukan perawatan tubuhnya sebelum tidur. Setelah menikah dengan Rayan Nara benar-benar memanjakan dirinya. Yang dari dulu tidak pernah ia lakukan. Maka dari itu, Nara semakin cantik saja sekarang.
Mungkin itu memang jalan dari Tuhan yang menyayanginya karena gadis seperti Keysa tidak pantas untuk dicintai. Dan Tuhan memberikan gadis kecil yang cantik ini untuk ia lindungi dari manusia-manusia tidak bertanggung jawab seperti paman dan bibi Nara.
Nara mungkin benar, Rayan depresi bukan karena ia terlalu mencintai Keysa tapi ia terlalu dalam merutuki kebodohannya yang dimanfaatkan oleh Rio dan Keysa. Ahh sudahlah jangan memikirkan hal tidak penting lagi pikir Rayan.
Nara pun menghampiri Rayan yang masih dengan posisi duduk di ranjangnya. "Aiihh... kenapa Rayan belum tidur sihh. Jangan bilang dia mau main kuda-kudaan lagi" gumam Nara sambil melihat Rayan.
"Lihatlah ayam genit itu, wajahnya sudah waspada saat melihatku. Aku tidak akan melepaskanmu, malam ini aku ingin bercocok tanam dulu denganmu tweety "gumam Rayan dalam hati.
__ADS_1
Nara pun naik ke tempat tidurnya, sambil menarik selimut dan melihat ke arah Rayan. "Rayan tidurlah, ini sudah malam " ucap Nara
"Tidak...." jawab Rayan
"Ya... sudah aku tidur duluan ya " ucap Nara dan mulai memejamkan matanya. Namun baru saja Nara memejamkan matanya. Terasa jika Rayan menciumi lehernya yang membuat Nara merasa geli dan merinding. Rasanya susah sekali di jabarkan.
"Rayan.... "rengek Nara, namun suara rengekan Nara malah membuat Rayan semakin ingin melakukannya. Kini tubuh kekar itu sudah mengungkung tubuh kecil Nara. Rayan membelai wajah Nara yang menurutnya terlihat semakin cantik. kemudian ia membenamkan bibirnya pada bibir istrinya yang selalu membuatnya menjadi candu akhir-akhir ini. Tangan Rayan pun sudah tidak mau diam dan mulai melepaskan satu per satu apa yang di gunakan oleh Nara
Wajah Nara terlihat memerah mungkin ia merasa malu, karena ia di preteli oleh Rayan dan Rayan pun terus memandamgnya dengan intens. Membuat si anak ayam tambah malu saja.
"Kenapa dia seperti senang melihatku begini, aku kan malu walaupun dia itu gila. Tetap saja aku merasa malu "gumam Nara.
"Rayan.... " Nara terus memanggil nama Rayan saat semua tubuhnya di sentuh dengan sangat lembut oleh Rayan. Hingga mereka berdua pun melakukan penyatuan yang rasanya tak bisa mereka gambarkan, sungguh indah.
Hingga beberapa lama mereka berbagi peluh dan merasa sangat kelelahan. Hingga saat selesai Nara pun langsung tertidur karena merasa lemas dan lelah. Rayan pun menarik tubuh kecil itu dan mendekapnya di dadanya yang hangat kemudian menciuminya.
"Aku mencintaimu Nara.... "
*
*
*
__ADS_1
Kalo likenya kenceng, nanti malem aku up lagi 💃💃
Yang votenya masih ada, hayooo keluarin dari sakunya buat mimin beli es cendol haus abis nulis 😜😂