
"Aura perawan memang berbeda.... " ucap Rio sambil menggeleng-gelengka kepalanya berdecak kagum pada keindahan yang ada di depan matanya.
"Kak Rio jangan melihatku seperti itu, aku malu" ucap Naura kemudian menutupi tubuh bagian depannya dengan kedua tangannya.Tapi Rio malah menarik tangan Naura agar tidak menghalangi pemandangan indah yang ada di depannya.
"Jangan di tutupi aku mau lihat "ucap Rio.
"Jangan lihat terus aku malu.... "protes Naura yang memang merasa risih tubuhnya di lihat oleh seorang pria, meskipun itu adalah suaminya sendiri tapi ini yang pertama untuknya maka dari itu ia merasa tak nyaman sebenarnya.
"Baiklah kalau jangan di lihat kalau begitu aku akan mencobanya" ucap Rio
"Apa....!!! " Naura belum sempat bergerak, bibir Rio sudah menempel saja di buah mangganya.
"Kak Rio....!!! "Naura tersentak kaget. Ia benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Rio. Rasanya sangat aneh menurut Naura tapi ia mulai suka ehh....
Rio mulai melancarkan aksinya, ia mulai melakukan apa yang ia mau sampai puas. Sebagai mantan pendaki dan penyelam tentu ia tahu dimana letak kelemahan wanita.
Sampai pada akhirnya ia mencoba untuk menyelam ke lembah. Namun lembah Naura ternyata sok sangat sempit dan sulit diselami.
Sudah beberapa kali mencoba menerobosnya namun ia gagal. Sampai Naura merasakan perih dan sakit di bagian intinya.
"Sudah Kak, sakit besok lagi saja ya " ucap Naura.
"Mana bisa begitu, lihatlah burung gagak miliku sudah berdiri sempurna" ucap Rio
__ADS_1
"Tapi ini Sakit Kak.... "rengeknya
"Sabarlah, aku akan mencobanya sekali lagi" ucap Rio.
"Jangan sampai gagal kalau gagal kita selesai "ucap Naura.
"Oh....aku tidak mau aku harus membobolmu sekarang juga" ucap Rio.
Rio pun mencobanya lagi, dengan kekuatan gagak super akhirnya Rio berhasil masuk dan menerobos lembah sempit itu dengan satu hentakan yang ia paksakan.
"Aaakkhh.... ya ampun ini sakit sekali. Kenapa rasanya sangat penuh di bawah" rengek Naura
"Tentu saja penuh ukuranku kan jumbo sayang"
"Cabut lagi.... ini sakit... "
"Tidak....kita main cilukba dulu " jawab Rio dan mulai menggerakan tubuhnya.
"Rileks sayang.... " ucap Rio sambil mengecup bibir Naura dengan lembut.
Saat di rumah Nara tidak bisa tidur, ia merasa lapar ingin keluar kamar tapi ia sangat malas. Meminta tolong pelayan juga ia merasa tidak enak.Karena ia tidak terbiasa dilayani apalagi malam-malam begini. Para pelayan pasti juga sudah tidur mereka juga butuh istirahat.
Tapi dari pada ia merasa tersiksa karena kelaparan akhirnya Nara pun memutuskan untuk pergi ke bawah dan mencari makanan.
__ADS_1
Rumah yang sangat besar dan luas membuat Nara malas untuk keluar. "Aiihh.... kenapa rumah ini besar sekali, aku kan lelah " gumam Nara.
Saat ia turun ke bawah keadaan rumah sangat sepi, karena para pekerja juga sudah beristirahat di kamarnya masing-masing.
Tempat yang saat ini ia tuju adalah dapur, ia ingin membuat makanan untuknya. Di rumah sebesar ini tidak mungkin tidak ada bahan makanan. Pasti bahan makanan sangat banyak di sini.
"Aduhh kalau sepi begini aku jadi takut keluar kamar, tapi membangunkan Kak Rayan juga aku kasihan masa hanya makan saja harus merepotkannya" gumam Nara.
Nara mulai membuka kulkas yang besar di sana, dapur di rumah itu sangat luas membuat Nara semakin ketakutan saja .Bayangan yang tidak-tidak pun bermunculan. Mulai dari hantu yang mirip lontong dengan wajah pucat dan juga kapas dihitungnya juga hantu berambut panjang yang menyeramkan. Membuat Nara semakin merinding saja.
Saat membuka kulkas Nara melihat banyak kue dan juga buah-buahan di merasa senang, karena tanpa perlu memasak pun makanan sudah banyak tersedia.
Nara pun kemudian membawa makanan ke meja makan dan akan memakannya di sana. Saat ia akan memakan makanan itu terdengar suara benda jatuh yang membuatnya terkekut.
Prang......
"Oh ya ampun apa itu.... "gumam Nara
"Apa aku makan di kamar saja ya, di sini aki takut" gumamnya lagi.
Akhirnya Nara memutuskan untuk membawa makanan itu ke atas, namun saat baru berjalan ada yang memegang bahunya.
Perasaan yang sedang ketakutan pun menjadi tegang karena sosok hantu yang ia pikirkan kini ada di belakangnya. Makanan yang ia pegang pun berjatuhan dan berserakan karena tangannya kini ia gunakan untuk menutup matanya. Takut-takut jika nanti hantu menatapanya Nara tidak akan siap memandangnya kembali untuk itu ia menutup wajahnya.
__ADS_1
"Aaaakkkhh.....ya ampun....jangan ganggu aku, aku takut hantu,aku mohon.....Kau tidak boleh mengganggu istri dari pemilik rumah ini nanti kau nanti akan di usir oleh suamiku...." ucap Nara
Udah dua bab nihhh jangan lupa terus dukung ya...😚😚😚