TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 53


__ADS_3

"M-main kuda-kudaan? "tanya Nara


"Iya... " jawab Rayan


"Aiiihh, tidak boleh Rayan. Kita tidak boleh main itu ya" ucap Nara.


"Kenapa?" tanya Rayan


"Karena main kuda-kudaan itu sakit, iya sakit "ucap Nara tertawa sumbang . Rayan ingin sekali tertawa terbahak melihat anak ayam ini ketakutan di ajak main kuda-kudaan.


"Tidak sakit.... "ucap Rayan menahan senyumnya


"Tentu saja tidak sakit untukmu, kau kan yang jadi penunggang kudanya" jawab Nara asal


"Ayo... "ajak Rayan lagi.


"A-apa, t-tidak Rayan, nanti saja kuda-kudaanya saat kau sembuh dan otakmu sudah kembali ke semula. Aku takut kau salah lubang " ucap Nara dengan tertawa tapi takut, entah bagaimana perasaan Nara sekarang. Dia diajak orang gila main kikuk-kikuk. "Astaga Nara orang gila ini suamimu" gumam Nara dalam hati.


Reaksi Nara semakin membuat Rayan ingin mengerjainya


"Lihatlah anak ayam mesum ini, dia suka sekali mengintipku dan cari-cari kesempatan untuk menyentuhku. Tapi diajak cara paktek brcocok tanam, ia malah tidak mau" gumam Rayan dalam hati.


"Aku tidak mau melakukannya kalau Rayan masih gila, astaga yang benar saja malam pertamaku aku lakukan dengan orang yang tidak waras. Yang ada aku malah ketularan gila" gumam Nara namun masih terdengar jelas oleh Rayan.


Tanpa basa- basi Rayan langsung menatik Nara dan mengungkungnya. Betapa terkejutnya anak ayam ini, tiba-tiba berada dalam kungkungan suami gilanya.

__ADS_1


Nara langsung menahan dada Rayan yang keras, takut jika tubuh kecilnya terhimpit tubuh Rayan yang tinggi besar.


"R-Rayan kau mau apa.... ?" tanya Nara gugup


"Memakanmu.... " ucap Rayan, lalu kemudian Rayan membenamkan bibirnya di bibir mungil Nara yang suka sekali menggerutu. Ciuman yang lembut namun sangat dalam, Rayan sangat menikmati ciumannya ini.


"Oh astaga bibirnya terasa manis sekali, aku tidak bisa berhenti " gumam Rayan dalam hati, meskipun ia pernah mencium Nara saat ia masih depresi tapi Rayan seolah lupa rasanya.


Rayan semakin dalam membenamkan ciumannya, karena Nara juga membalas ciumannya dengan lembut. Tubuhnya seolah memberi respon dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Rayan menggigit kecil bibir tipis itu, hingga ia bisa meyelaminya lebih dalam lagi. Tangan Rayan kini mulai turun ke leher Nara dengan lembut kemudian ia turunkan lagi dan sampailah tangan Rayan di bukit himalaya milik Nara. Nara merasa terkejut karena jika sebelum-sebelumnya Rayan hanya akan menciumnya saja, tanpa menyentuh bagian yang lain.


Saat tangan Nara ingin mencegah, tangan Rayan yang satunya lagi menahan tangan Nara yang akan memcoba menghalangi. Terasa bagai tersengat listrik saat Rayan mulai menyentuh bagian tubuhnya yang sensitif. Hingga tanpa sadar Nara mulai melenguh. Rayan pun tersenyum dengan reaksi Nara.


Tangan Rayan kini mulai menyusup ke dalam pakaian Nara dan mencari sesuatu yang hendak ia lepaskan. Nara semakin takut saja jika Rayan akan berbuat lebih padanya.


dengan satu tarikan Rayan menarik pakaian Nara dan melemparnya sembarang arah.


"Rayan.... " Nara menutup bagian depan tubuhnya dengan kedua tangannya.


"Jangan di tutupi.... "ucap Rayan mencoba menarik tangan Nara. Tapi tangan Nara tidak mau berpindah dan tetap menutupi asetnya.


"Rayan.... " rengek Nara, namun rengekan Nara malah terdengar seperti ajakan bagi Rayan. Rayan menyibakan rambut panjang Nara dan mulai menciumi leher jenjang Nara dan memberikan gigitan-gigitan kecil hingga meninggalkan beberpa jejak di sana.


Tangan Nara di singkirkan oleh Rayan dan kini terlihat dengan jelas pemandangan indah di depan Rayan. Tanpa menunggu lama Rayan langsung mendaki gunung himalaya itu. Menjelajahi dengan tangan dan bibirnya. Membuat Nara mengeluarkan suara-suara aneh dri bibirnya. Hingga ia merutuki mulut lucknutnya yang terdengar menyebalkan baginya.

__ADS_1


Rayan semakin menikmati semua yang ada pada tubuh Nara. Hingga tanpa sadar merela berdua kini sudah tidak terhalang oleh apapun. Nara pun sudah pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Rayan sekarang. Mungkin sudah saatnya ia melepaskan sesuatu yang paling berharga untuk suaminya. Karena itu memang sudah menjadi hak dan kewajibannya sebagai seorang istri.


Saat Nara tidak sengaja melihat belalai Rayan yang berubah menjadi tanduk saat terbangun. Nara sangat terkejut dan juga takut.


"R-Rayan aku takut. I-itu belalaimu " ucap Nara


"Kenapa, kau ingin menyentuhnya " ucap Rayan berbisik di telinga Nara kemudian menggigitnya.


"Menyentuhnya....oh t-tidak terima kasih atas tawarannya" ucap Nara. Rayan pun tersenyum melihat Nara.


Sungguh Rayan sangat suka dengan semua yang ada dalam diri Nara, semua terasa sangat pas baginya.


"Baiklah, kalau kau belum mau menyentuhnya.Kalau begitu aku akan memasukannya saja" ucap Rayan dan mengecup kembali bibir tipis Nara.


"A-apa, tunggu Rayan "ucap Nara


"Aku tidak mau menunggu.... " ucap Rayan.


"Aarrkkhhh..... "


*


*


*

__ADS_1


Kalau dukungannya kenceng nanti mimin up lagi ya 💃😚😚


viewnya banyak tapi yang like cuma sedikit sih, sumbangin like dan komentar nya...


__ADS_2