TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 90


__ADS_3

Pagi di rumah kediaman Guntara


Seperti biasa hari Rayan akan berangkat ke kantornya, hari ini juga Tuan Sanjaya dan Nyonya Delia akan sampai ke rumah. Rayan dan Nara serta Reyhan pun sangat bahagia karena mereka sudah sangat merindukan mereka. Rencananya hari ini mereka semua akan membicarakan tentang pernikahan Reyhan dan lamaran pun akan segera di laksanakan.


Kudanil jantan itu sudah berpesan jika ia tidak mau bertunangan dan langsung ingin menikah dengan kuda poninya yang lucu.


*


*


Wajah Nara terlihat pucat, Rayan khawatir melihatnya tapi Nara selalu bilang jika ia tidak apa-apa. Badannya memang tidak demam tapi dari wajahnya sangat terlihat jika ia sedang tidak sehat.


Tadinya Rayan akan memanggil dokter ke rumah, tapi Nara bersikeras menolaknya. Ia paling tidak suka dengan dokter, Nara berpikir jika ia hanya kelelahan sehabis liburan kemarin.


Rayan juga berpikir mungkin memang benar jika Nara


kelelahan, karena tenaganya habis dikuras olehnya hingga Rayan merasa sangat bersalah pada Nara.


"Sayang maafkan aku.... "ucap Rayan, Nara kini berada dalam pelukan hangat suaminya. Sedari tadi ia ingin terus di peluk, ia sangat menyukai aroma khas suaminya yang menenangkan menurutnya.


"Kenapa aku tidak mau melepaskanmu ya.... rasanya nyaman sekali" ucap Nara, Rayan tersenyum dan membelai punggung kecil itu.


"Kalau kau suka memelukku, peluklah sepuasmu" ucap Rayan mencium kening Nara dengan sayang. Demi apa pun Nara sangat bahagia bersuami kan Rayan yang selalu memperlakukannya dengan sangat lembut.


"Tapi sekarang aku merasa lapar.... "ucapnya tiba-tiba dan melepaskan pelukannya dari Rayan.


"Baiklah kita sarapan dulu ya...." ajak Rayan Nara pun mengangguk setuju, mereka berdua pun pergi ke luar kamar dan menuju ruang makan. Di sana sudah ada Reyhan dan Pak Sam yang menunggu mereka.


"Kalian lama sekali...." Reyhan protes karena perutnya sudah sangat lapar dari tadi


"Istriku masih ingin di peluk tadi, kenapa kau tidak makan duluan saja" ucap Reyhan.

__ADS_1


"Astaga anak ayam kau sangat manja, lagi pula kita terbiasa makan bersama rasanya ada yang kurang jika aku makan sendiri" jawab Reyhan.


"Nona apa anda sakit? "tanya Pak Sam pada Nara yang melihat wajah Nara yang pucat. Pandangan Reyhan pun beralih pada Nara.


"Apa kau sakit tweety ?"


"Aku tidak sakit aku hanya lelah saja.... "jawab Nara


"Jadilah Suami yang pengertian Ray.... kau menggempur istrimu sampai seperti itu " ucap Reyhan, ternyata si kudanil juga pikiran yang sama jika Nara sakit karenanya.


"Apa aku terlalu memaksamu? " tanya Rayan, ditanya seperti itu di hadapan semua orang membuat Nara menjadi malu.


"T-tidak.... bukan begitu. Sudahlah....aku ini tidak apa-apa kok aku hanya kelelahan saja. Hingga tanpa sadar Nara memakan telur karena perasaannya jadi gugup gara-gara pertanyaan Rayan barusan, telur adalah, makanan yang tidak boleh ia makan karena ia alergi dengan telur.


Saat sudah tertelan ia baru saja menyadarinya, dan ia sangat terkejut " Oh astaga......" Nara memekik terkejut


"Ada apa sayang.....?" tanya Rayan


"Telur... memangnya kenapa?" tanya Rayan karena ia memang tidak tahu jika Nara alergi dengan telur.


"A-aku alergi telur . ...." ucap Nara panik dan langsung berlari ke kamarnya untuk mencoba mengeluarkan telur itu. Tidak mungkin ia akan memuntahkan makanannya di depan orang-orang yang sedang makan di sana.


Rayan yang panik langsung mengejar Nara, setelah sebelumnya meminta Pak Sam untuk menghubungi dokter karena takut terjadi sesuatu pada Nara.


Saat di kamar Nara langsung ke kamar mandi dan mencoba untuk memuntahkannya tapi tidak bisa. Akhirnya ia hanya duduk selonjoran di lantai karena efek telur yang ia makan mulai terasa.


Bintik merah mulai terlihat di kulitnya, dan mulai menimbulkan sensasi panas dan gatal. Nara panik melihatnya.


"Kak Ray lihatlah, tanganku merah-merah "ucapnya dengan wajah panik.


"Kenapa kau tidak bilang jika kau alergi telur, aku akan meminta pelayan membuatkan sarapan khusus untukmu" ucap Rayan yang juga khawatir melihat Nara, bahkan kini wajahnya sudah mulai terlihat memerah.

__ADS_1


Namun reaksi alerginya kini terasa berbeda Nara tiba-tiba merasa mual padahal tadi saat ia mencoba memuntahkannya sangat susah. Tapi sekarang ianingin muntah tapi ada Rayan di depannya.


"Ka Ray.... perutku mual sekarang. Kak Ray keluarlah aku mau muntah " ucap Nara sambil menutup mulutnya.


"Tidak apa-apa keluar kan saja aku akan menungguimu" ucap Rayan. Wajah Nara semakin merah karena terasa panas dan gatal juga karena ia sedang menahan gejolak di perutnya.


Nara menggelengkan kepalanya "tidak mau aku malu, Kak Ray keluarlah cepat....." ucap Nara., melihat Nara yang seperti itu Rayan menjadi kasihan dan merasa tidak tega.


"Baiklah aku keluar dulu saja.....panggil aku jika ada apa-apa" ucap Rayan, karena memaksa terus di dalam juga akan menambah kesulitan Nara.


Baru saja keluar dari kamar mandi dan hendak duduk menunggu Nara. Terdengar teriakan Nara dari dalam kamar mandi.


"Aaarkkkhhhhhh...... "mendengar teriakan istrinya Rayan langsung panik dan menerobos masuk ke kamar mandi.


"Nara kau kenapa.....?"tanya Rayan panik melihat Nara duduk di kamar mandi sambil menutup wajahnya.


Rayan pun berjongkok dan merengkuh tubuh kecil itu kemudian menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur dan membaringkannya.


"Sayang ada apa? "tanya Rayan lagi karena Nara masih menutup wajahnya sambil terisak. Kemudian Nara pun mulai membuka tangannya.


"Kak Ray.... aku jadi jelek Kak Ray jangan ceraikan aku ya.....huwaaaaa...... "ucap Nara pecah juga tangisnya karena tadi Nara sempat melihat tampilan wajahnya yang banyak dengan bintik merah.


"Oh astaga..... "


*


*


Maaf atas keterlambatan up nya ya, karena reviewnya lama. Aku up dari tengah malem dan baru lolos tengah hari 😥


Jangan lupa terus dukung ya dengan like dan komen 💃😚

__ADS_1


__ADS_2