
Di kediaman Guntara
Rayan sedang membantu Nara yang kepayahan malam ini, pasalnya ia terus saja muntah-muntah dan tidak ada makanan yang masuk membuat Rayan sangat khawatir pada Nara.
"Sayang aku akan memanggil dokter...." ucap Rayan
"Tidak usah, aku tidak suka dokter bagimana nanti kalau aku di suntik aku takut" ucap Nara dan mencoba berjalan ke kamarnya dan di papah oleh Rayan.
"Aku khawatir melihat keadaanmu, kau terlihat sangat lemas wajahmu juga sangat pucat. Kenapa kau takut jarum suntik yang ukurannya kecil dan malah suka jarum suntik berukuran jumbo" ucap Rayan.
"Aihhhh....itu beda lagi itu suntikan imun makanya aku suka" jawab Nara
"Dasar ayam mesum.... " ucap Rayan
"Kak Ray yang memancingku, memangnya siapa yang tidak tergoda jika punya suami tampan dan keren yang selalu mengajaku main enak-enak"
"Oh ya ampun, ternyata istriku memang kurang waras......tidak bisakah kau bersikap malu-malu di hadapanku "ucap Rayan.
"Tidak.... " jawab Nara yang kemudian masuk ke dalam selimut.
*
*
*
__ADS_1
Naura sangat terkejut melihat Rio ada di hadapan kontrakannya. Semakin merasa aneh saja Naura pada sosok Rio. Selama ini Naura merasa jika Rio
memang selalu memperhatikannya. Tapi ia tidak mau terlalu memikirkannya karena takut jika yang ia pikirkan hanyalah sebuah prasangka saja.
"Kenapa kau memanggilku tuan gila, ckkk aku ini pria tampan dan sangat keren " protes Rio
"Eh... m-maaf tuan, maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu" ucap Naura merasa tidak enak.
"Aku dengar kau sakit, makanya aku kemari untuk menjengukmu" ucap Rio mengutarakan maksudnya datang ke kontrakan Naura.
"A-apa.... Oh baiklah silahkan masuk tuan" ucap Naura meskipun sebenarnya Naura merasa enggan mengajak Rio masuk tapi bagaimana lagi. Rio berniat baik padanya tidak mungkin Naura meminta Rio untuk pulang lagi kan, itu sangat tidak sopan.
"Silahkan duduk tuan, maaf di sini tidak kursi" ucap Naura. Kontrakan Naura memang sangat sempit ukurannya hanya tiga kali tiga dan ada dua ruangan yaitu ruang tamu yang menyatu dengan tempat tidur dan juga dapur serta kamar mandi. Meskipun begitu kamar Naura terbilang sangat bersih dan rapi serta tidak kumuh.
"T-uan saya buatkan teh dulu ya.... " ucap Naura
"Iya, terima kasih " jawab Rio, sebenarnya Rio membawa beraneka macam makanan dan minuman tapi dia ingin meminum minuman yang di buat oleh Naura, karena Rio merasa itu sangat romantis. Dan juga sebuah bentuk perhatian Naura padanya, kasihan sekali makhluk teh ini karena dia adalah pria yang haus kasih sayang.
"Ini tuan teh nya, maaf ya hanya ada teh tawar karena gulanya habis dan aku lupa membelinya" ucap Naura merasa tidak enak sekaligus malu karena sebenarnya Naura belum punya uang hanya untuk sekedar membeli gula. Waktu menuju gajihan juga masih beberapa hari lagi tapi uangnya semakin menipis dan ia juga tidak punya keluarga untuk ia mintai tolong karena ia hanya hidup sebatang kara.
"Tidak apa-apa...." ucap Rio tersenyum sambil meminum teh nya dengan raut wajah yang sangat bahagia. Untung saja di sana tidak ada anak ayam jika tidak maka ia akan di anggap meminum bangsanya sendiri. Astaga....
"Benarkah ini tidak memakai gula? "tanya Rio
"I-ya tuan "jawan Naura merasa canggung
__ADS_1
"Tapi kenapa rasanya sangat manis ya.... " ucap Rio dengan wajah merona-merona.
"Benarkah....?" tanya Naura merasa aneh.
"Iya.... coba saja kalau kau tidak percaya " ucap Rio. Karena merasa penasaran Naura pun mengambil teh Rio (maksudnya teh yang di minum oleh Rio 😜😂). Kemudian Naura meminumnya.
Naura mengernyit heran karena rasa teh nya yang tawar tapi kenapa Rio bilang teh nya manis. Fix orang yang ada di depannya ini adalah seorang pasien yang kabur pikir Naura.
"Tuan rasa teh nya sama sekali tidak manis.... " ucap Naura.
"Bagiku teh ini sangat manis karena di buat sendiri olehmu dan bagiku itu sangat manis, dan juga aku meminumnya sambil melihatmu semakin bertambah manis saja rasanya " ucap Rio, gombalan kadal buntungnya ia keluarkan untuk merayu gadis kasirnya yang lucu.
"Oh ya ampun.... " ucap Naura dan meyimpan teh yang barusan ia minum kemudian Rio mengambilnya lagi dan meminumnya kembali, senyum merona menyebalkan terbit lagi di wajah Rio. Astaga untung saja di sana hanya ada Naura jika tidak semua orang akan merasa merinding melihat wajah bodoh Rio. Karena seorang CEO muda dan tampan terkenal dengan sifat casanovanya kini wajahnya terlihat malu-malu kambing di hadapan seorang gadis kecil seorang kasir mini market. Oh astaga...
"Ya ampun sekarang teh nya semakin bertambah manis saja.... semoga aku tidak terkena diabetes dadakan. Jika itu sampai terjadi kau harus bertanggung jawab" ucap Rio serius
"Apa... Oh astaga aku terjebak pria gila" gumam Naura.
*
*
*
Likenya jangan kendor dong bu biar upnya juga kenceng 😚💃
__ADS_1