TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 121


__ADS_3

Setelah menyiapkan pakaian Alan Keysa ingin buru-buru keluar dari kamar, karena tidak ingin jauh lebih tergoda oleh tubuh seksi Alan. Namun ia malah di cegah olah Alan, Alan dengan sengaja ingin menggoda istrinya yang galak ini.


"Key.... jangan dulu pergi " ucap Alan, Keysa yang hendak membuka pintu pun membalikan tubuhnya dan menatap Alan. "Kenapa memangnya....? "tanya Keysa.


"Pakaikan dulu dasiku.... "jawab Alan sambil memakai kemeja yang di siapkan olah Keysa. "Kau kan bisa memakainya sendiri " protesnya


"Sekarang aku sudah punya istri harusnya ada perubahan, kalau segala sesuatu masih sendiri untuk apa aku menikah " ucap Alan yang kemudian membuka handuknya dengan sengaja agar Keysa bisa melihat timun saktinya walaupum sedang dalam keadaan tidur tampan.


"Aarrkhhh..... Alan...!!! " Keysa terkejut melihat pemandangan dihadapannya. Meskipun sebelumnya ia pernah melihat dan merasakannya tapi bukan berarti ia terbiasa dengan hal itu. Lagi pula dulu ia melakukannya hanya dengan Rio.


"Kenapa kau berteriak seperti itu, kau mengagetkanku....?"tanya Alan sembari menahan tawanya.


"Jika melepas handuk seharusya kau tidak melakukannya dihadapanku, dasar pria aneh dimana malumu ?"kesal Keysa.


"Aneh....? sebelah mana, kau istriku aku bahkan bebas memperlihatkannya jika kau mau" jawab Alan sambil merapikan pakaiannya hingga sekarang ia tinggal memakai dasi.


"Dasar duda gatal....." gumam Keysa, mendengar ucapan Keysa hanya tersenyum saja. Ternyata istrinya ini benar-benar jutek dan galak.


"Ayo cepat kemari pasangkan dasiku" ucap Alan Keysa pun menghampiri Alan. Meskipun ia belum bisa melayani Alan bermain ehem-ehem tapi sebisa mungkin ia akan melayani dalam hal yang lain dan menjadi seorang istri sebagaimana semestinya.


Alan tersenyum jahil saat Keysa mendekat, dan membiarkan Keysa memasangkan dasinya. Wajah mereka kini berdekatan, tinggi Keysa memang masih di bawah Alan. Hingga Alan melihat wajah cantik Keysa sambil menunduk. Hidung mancung bibir tipis dan bulu matanya lentik seperti boneka.Pipinya yang sangat mulus sepertinya sangat lembut untuk di sentuh. Wajah galaknya selalu menjadi nilai plus bagi Alan, karena menurutnya Keysa terlihat sangat cantik kalau sedang marah.


"Marah saja terlihat cantik bagaimana kalau dia tersenyum...eh tunggu dulu, kenapa aku tidak pernah melihatnya tersenyum. Apa virus galaknya sudah akut hingga tidak bisa disembuhkan?" pikir Alan.


"Sudah.... aku mau keluar dulu dan melihat Agam apa dia sudah siap atau belum" ucap Keysa.

__ADS_1


"Tunggu.... "Alan menarik tangan Keysa


"Kenapa lagi....? "tanya Keysa


"Kau melupakan sesuatu Key.... " ucap Alan.


"Aku melupakan apa? "tanya Keysa, Alan menarik tangan Keysa dan mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Keysa hingga Keysa menabrak dada bidangnya yang keras serta menaril pinggang rampingnya.


"Alan.... " panggil Keysa dan berusaha mendorong Alan tapi nihik tenaganya kalah jauh.


"Diamlah, aku tidak akan melakukan hal yang belum kau inginkan " ucap Alan.


"Lalu....? "tanpa berbicara Alan langsung mencium bibir tipis yang sedari tadi menggodanya. Ia tidak bisa menahan untuk tidak mencicipinya.


Awalnya Keysa memberontak namun, semakin lama ia juga semakin menikmatinya dan membalas ciuman dari Alan membuat Alan tersenyum di sela-sela ciumannya dengan Keysa . Mereka terbuai dalam ciuman yang mereka berdua lakukan. Lama mereka berciuman hingga setelah mereka berdua puas, mereka baru melepaskan pagutannya.


Wajahnya bersemu merah membuat Alan gemas melihatnya, Keysa tak mau berlama-lama berada di dekat Alan karena pipinya terasa panas saat ini. Hingga ia melepaskan tangan Alan di pinggangnya dan menunduk pergi meninggalkan Alan. Alan tidak mencegahnya dan hanya tersenyum saja pada Keysa.


"Kucing galak itu, bisa menjadi kucing pemalu rupanya....." gumam Alan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dengan cepat Keysa turun menuju meja makan sambil menetralisirkan debaran jantungnya.


"Mom..... kenapa lama sekali aku menunggumu" ucap Agam yang sedang duduk menunggu Mommy dan Dadynya.


"Oh astaga, tuyul ini membuatku terkejut" gumam Keysa.

__ADS_1


"Mom..... "panggil Agam


"Cerewet, aku menyiapkan dulu Dadymu....ayo cepat makan nanti kau terlambat pergi ke sekolah" ucap Keysa sambil menyiapkan sarapan untuk Agam.


"Aku tidak suka selai nanas.... "ucap Agam, Keysa pun mengambil selai coklat.


"Selainya jangan terlalu banyak, aku juga mau minum susu" ucap Agam.


"Dasar bocah,susu ada di depanmu kau tinggal meminumnya saja" ucap Keysa.


"Tapi aku suka susu cokelat....."ucap Agam dengan sengaja ingin membuat Mommy barunya marah.


"Oh ya ampun......" setelah mengoleskan selai pada roti dan memberikannya pada Agam ia membuat susu cokelat untuk Agam. Tak berselang lama susu cokelat pun datang, Keysa menyimpannya di depan Agam dan sekarang Alan juga sudah bergabung dengan mereka. Sejenak Alan melihat ke arah susu cokelat milik Agam.


"Agam, bukankah kau tidak suka susu cokelat" ucap Alan Keysa pun langsung melihat ke arah Agam. Bocah bongsor itu hanya diam dan memakan rotinya.


"Hey tuyul.... kau sedang mengerjaiku ?tanya Keysa. Yang di tanya malah mengangkat bahunya acuh.


"Dasar bocah menyebalkan...."


*


*


*

__ADS_1


Ayo dukung nihhh ulat keketnya biar semangat buat up 💃💃💃


__ADS_2