
Keysa semakin panik dengan keadaannya sekarang ia takut Amara melukai nya dan juga calon anaknya .Keysa juga merasa sangat sedih karena melihat Agam yang terluka akibat kemarahan ibu kandungnya.
Keysa merasa bersalah Agam terluka karena dirinya. Agam terus membelanya untuk itulah ibunya melukai Agam hingga seperti itu. Tamparan di pipinya pun terasa masih panas hingga kepalanya sedikit berdenyut merasakan rasa sakit matanya mulai berkunang pandangannya menjadi kabur, dia hanya berharap ada seseorang yang menolongnya kini
Kepalanya mulai terasa pusing saat badannya terasa Limbung dan matanya sudah mulai berkunang-kunang ia mendengar ada suara cempreng dari kejauhan dan Keysa ingat betul suara siapa itu.
"Hey wanita kurang ajar....!!!" teriaknya
Suara itu, ya suara itu milik Nara. Suara cempreng yang selalu memarahinya dulu. keysa mencoba untuk terus menjaga kesadarannya. Ia tidak mau terjadi sesuatu padanya serta calon anaknya dan juga Agam.
"Siapa kau....?" tanya Amara
"Aku adalah Narayan..... istri dari Rayan Guntara yang tampan " jawab Nara sambil bersedekap dada dengan Rayan di belakangnya kedua tanganya ia masukan ke dalam saku celana .Rayan melihat kelakuan istrinya sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum, sebenarnya Rayan ingin tertawa saat Nara bilang kalau dia itu Narayan. Nara mengucapkan hal itu seolah dia seorang ksatria bertopeng yang akan menyelamatkan seseorang.
"Nara.... " gumam Keysa
"Kau mengenalnya.... jal*ng ?"tanya Amara pada Keysa.
"Lepaskan tangan kotormu darinya..." ucap Nara
"Pergilah.... jangan campuri urusanku.....!!!" hardik Amara
Namun Nara malah semakin mendekat ia sama sekali tidak takut pada Amara. Baru kali ini Keysa merasa sangat bahagia saat melihat mantan rivalnya itu.
"Kalian kenapa diam saja, beri pelajaran wanita ini....!!!" teriak Amara
"Berani melukainya sedikit saja, aku pastikan kalian hancur " geram Rayan, Rayan melihat ke arah ketiga pria yang ada di sana yang mulai maju dan mendekati istrinya.
Mereka hendak mencoba melukai Nara, baru saja salah satu dari mereka akan menyakiti Nara satu pukulan keras dari Rayan mendarat di rahangnya. Melihat rekannya hampir terjatuh salah satu dari mereka pun hendak membantunya namun sebelum pukulannya mengenai Rayan. Tendangan dari Nara sudah mendarat di pipinya hingga pria itu terjungkal.
__ADS_1
Akhirnya perkelahian pun tidak dapat di hindari, Nara dan Rayan mengahajar kekasih dan orang suruhan dari Amara hingga terkapar tak berdaya.
Mereka terkejut karena ternyata wanita mungil itu jago bela diri apalagi Rayan terlatih sejak kecil hingga melawan dua orang seperti mereka tidak ada apa-apanya bagi Rayan.
Kini Amara yang di buat panik karena sudah tidak ada lagi yang bisa membantunya, Nara melihat Amara masih mencengkram Keysa dengan kasar. Nara yang geram menghampiri Amara dan langsung menarik tubuh Amara dan mendorongnya hingga terjatuh. Setelah itu ia memelintirkan tangan Amara hingga ia memekik kesakitan.
"Aaarrkkkhh....lepaskan aku dasar kurang aj*r..."
"Tidak mau.... kau wanita jahat, harusnya aku patahkan saja tanganmu yang jahat ini..."jawab Nara
"Jangan....!!! " ucap Agam, bagaimana pun juga Amara tetaplah ibunya. Agam tidak mau ibunya terluka walaupun ia sudah membuatnya babak belur seperti sekarang. Agam mengerti perasaan ibunya walau sebenarnya ia juga terluka.
"Kenapa kau membelanya bocah bongsor....?" tanya Nara yang memang Nara tidak tahu siapa Amara.
"Jangan sakiti Mommyku... "pinta Agam, Nara pum terkejut saat Agam mengatakan jika wanita yang melukai Keysa itu Mommynya.
"Apa....!!! Mommy.....? "tanya Nara dan langsung melepaskan Amara namun masih dengan mendorongnya.
"Oh ya ampun, ternyata kau seorang ibu yang durhaka " Nara bicara pada Amara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Bukan urusanmu.... " ucap Amara dengan marah sambil pergi meninggalkan mereka berempat. Nara dan Rayan masih bingung dengan apa yang terjadi, ingin memberikan pelajaran lebih pada mereka tapi Agam bilang dia ibunya.
"Mom kau tidak apa-apa? "tanya Agam pada Keysa yang terlihat pucat dengan luka lebam di pipi dan sobek di bibirnya. Keysa hanya menggeleng sambil terus mengusap perutnya yang terasa kram.
"Key... sebaiknya kita ke Rumah Sakit, kau tidak terlihat baik" ucap Rayan
"Ayo Kak Ray.... kita ke Rumah sakit dulu untuk memeriksa Keysa dan juga bocah bongsor itu.
*
__ADS_1
*
*
Setelah di periksa oleh dokter di Rumah sakit itu, Keysa di bawa ke ruang rawat karena kejadian barusan membuatnya shock dan juga mengalami kontraksi dini akan lebih baik jika Keysa di rawat dulu. Agam dan sopir itu pun di periksa dan di obati oleh dokter di sana.
Rayan dan Nara menunggui mereka sambil menunggu Alan yang sedang dalam perjalanan. Nara terus saja bersandar di dada bidang suaminya membuat Rayan ingin tertawa sekaligus ingin menoyor kepala istrinya ini.
"Kak Ray... tadi aku keren tidak? "tanya Nara sambil mengelus-elus dada Rayan di ruangan Keysa, karena Agam masih di obati di ruangan yang lain dan juga Keysa tertidur di sana setelah di periksa mungkin ia kelelahan setelah kejadian tadi.
"Kau sangat keren sayang, kau perempuan hebat" puji Rayan dan mencium kening Nara.
"Aaaa.... benarkah, aku jadi malu " ucapnya sambil menutup wajahnya menyebalkan.Namun Rayan malah tertawa melihat tingkah istrinya yang aneh ini
"Jangan menggodaku ini Rumah Sakit" ucap Rayan karena tangan nakal istrinya sudah kemana-mana
"Isshh..... "
Brak......
"Key.... " panggil Alan yang baru sampai ke Rumah Sakit
"Huuhh..... kemana saja duda ini" gumam Nara
*
*
*
__ADS_1
Hayo like... like nya dong novel ini mau tamat bentar lagi 😆😆😆