
Kabar tentang Nayla yang koma sudah terdengar di telinga Nara Nara sangat sedih mendengar Nayla koma, bagaimana ia sangat kesulitan saat hamil bahkan saat melahirkan Nayla sampai koma
Nara menangis, ia tidak kuat menahan kesedihannya ia sangat takut kehilangan sahabatnya yang kini menjadi sepupu iparnya.
Begitupun dengan orang tua Nayla mereka sangat terkejut mendengar anaknya koma saat melahirkan. Bagaimana ini bisa terjadi mereka sangat tahu Nayla memang kesulitan saat hamil tapi mereka tidak pernah menyangka jika anaknya akan mengalami koma saat melahirkan cucu pertama mereka saat akan lahir ke dunia.
Beruntungnya bayi mereka sehat dan selamat, bayi mereka sangat tampan seperti yang sudah Reyhan bayangkan. Bayi itu sangat mirip dengannya, namun matanya teduh seperti Nayla.
Reyhan sedang berada di ruangan Nayla, ia berharap keajaiban datang padanya dan Nayla sadar dari komanya.
Ia pandangi tubuh mungil yang terbaring lemah itu, wajah cantik itu kini terlihat pucat .Jantung Reyhan terasa di remas melihat keadaan Nayla seperti ini. Ia terlihat sangat kacau saat ini, ia bahkan tidak mau bicara pada siapa pun dan hanya duduk sendirian di ruangan Nayla dan tidak memperbolehkan siapa pun masuk dan mengganggunya. Ia hanya ingin berduaan dengan Nayla, hanya berdua.
Ia ingin mengenang kenangan indah saat mereka bersama. Air mata itu kembali menetes saat mengingat kembali kenangan itu.
"Nay.... " panggilnya sambil mengusap kasar air matanya.
"Nay....apa kau mendengarku? kau bilang kau sangat mencintaiku, kalau kau sangat mencintaiku bangunlah Nay.... lihatlah karenamu aku jadi menangis seperti ini. Nay kau jahat padaku Nay...." ucap Reyhan sesegukan.
Reyhan tertunduk di sana ia menangis seorang diri di ruangan itu. Reyhan tadi sempat melihat bayinya, saat melihat bayi mungil itu ia tak kuasa menahan air matanya. Ia tidak tega melihat putranya, di hari pertama ia di lahirkan ia tidak bisa mendapatkan sentuhan ibunya.
*
*
*
__ADS_1
Nara ingin sekali pergi ke rumah sakit dan melihat keadaan Nayla. Rayan pun mengijinkan dan menitipkan Zayan pada perawat yang ada di rumah , dan Rayan sendiri yang mengantar Nara kesana karena Rayan juga sangat khawatir pada keadaan Reyhan dan juga Nayla.
Sesaat mereka sampai di rumah sakit, mereka sudah tidak bisa menahan airmatanya lagi. Nara menangis di pelukan Rayan.
"Padahal kemarin kami masih berbincang, kenapa Nayla bisa seperti ini Kak Ray.... " ucap Nara sambil menangis di luar ruangan Nayla karena Reyhan mengunci ruangan itu dan tidak membiarkan siapa pun masuk karena ia hanya ingin berdua dengan Nayla saja di dalam sana.
"Semua sudah takdir Yang Maha Kuasa sayang, kita tidak bisa melawan takdirnya. Berdoalah agar semua baik-baik saja" Rayan mencoba menenangkan Nara yang kini berada dalam pelukannya.
*
*
*
Rio takut kejadian itu menimpa pada Naura, Naura yang sedang berada dalam pelukan sang suami pun tiba-tiba memukul punggung Rio hingga Rio terjingkat.
Bugh....
"Oh...ya ampun kenapa kau memukulku sayang?" tanya Rio
"Kak Rio meluk aku erat sekali, aku susah bernafas tahu...." ucap Naura
"Maaf sayang, tapi kau tidak apa-apa kan? " tanya Rio sambil mengelus rambut Naura dengan sayang kemudian mencium kening pipi serta bibirnya dan memeluk Naura lagi dengan erat.
"Aku tidak apa-apa, Kak Rio kenapa? Kenapa terlihat sedih? "Naura heran melihat tingkah suaminya yang aneh, Rio memang biasa bersikap aneh. Tapi ini sangat aneh bagi Naura, wajahnya terlihat sedih mimik yang sangat jarang Rio perlihatkan.
__ADS_1
"Aku takut sayang, aku takut kau.... Itu Nayla " Rio seolah tidak berani mengucapkannya pada Naura tentang apa yang ia rasakan. Ia takut jika nanti Naura banyak pikiran.
"Aku tahu, Kak Rio khawatir sama aku kan?"tanya Naura tersenyum dan mengelus punggung Rio dengan lembut.
"Iya sayang aku takut....." ucap Rio dan memeluk Naura lagi
"Banyak-banyak lah berdoa untukku dan juga anak kita. Agar kita semua di beri kesehatan dan keselamatan " ucap Naura pada Rio
"Aku akan selalu berdoa untukmu sayang, kau juga harus berdoa untukku juga.... agar aku nanti bisa kuat saat menemanimu melahirkan. Karena lututku sudah lemas dari sekarang membayangkannya " ucap Rio
"Oh ya ampun, suamiku ini ternyata sangat manis, tetaplah waras seperti ini ya sayang..... " ucap Naura tersenyum. Karena ternyata di balik sikap anehnya Rio sangat mencintai Naura.
Sikap Rio membuat Naura sangat terharu dan merasa sangat di cintai .
"Sayangku bolehkah aku menengok anakku....?"tanya Rio. Naura langsung menghela nafas kasar mendengar ucapan suaminya.
"Ternyata mode warasnya tidak bisa bertahan lama " gumam Naura
*
*
*
Jangan lupa kasih dukungan ya 😚😚😚
__ADS_1