
Akhirnya mereka menjadi dua pasangan yang bermain di pantai itu. Reyhan melihat Nayla dengan intens, gadis mungil itu terlihat sangat cantik. Dan juga gadis ini sepertinya sangat baik seperti si anak ayam. Tampilan luarnya memang sangat aneh bicara asal bunyi seperti buang angin. Namun kenapa berdekatan dengannya membuat jantung Reyhan berdebar-debar tidak karuan seperti sekarang ini.
"Tuan tampan.... "panggil Nayla
"Panggil aku Rey saja Nay.... "jawab Reyhan.
"Oh astaga, aku merasa semakin dekat saja dengan kursi pelaminan" ucap Nayla mereka berdua kini duduk di pinggir pantai karena merasa lelah.
"Memangya kau serius mau menikah denganku Nay...?" tanya Reyhan
"Tentu saja, aku sangat-sangat serius ingin menikah denganmu Rey.... Oh astaga memanggilmu dengan sebutan Rey membuatku melayang-melayang. Aku merasa hatiku dan hatimu semakin dekat saja Rey, ya ampun kuatkan hati dan imanku ya Tuhan agar aku tidak khilaf jika terus berdekatan denganmu seperti ini " ucap Nayla
Reyhan tertawa ia merasa sangat bahagia berdekatan dengan Nayla" Kau tahu Nay, kau mencuri dialogku" ucap Reyhan
"Dialogmu yang mana aku curi Rey.... " tanya Nayla melihat ke arah Rayan.
"Yang tadi, yang kau bilang kuatkan iman dan imin agar kau kuat " jawab Reyhan. Nayla tertawa mendengarnya
"Apa itu imin kau ini ada-ada saja... " ucap Nayla
__ADS_1
"Jangan tertawa seperti itu Nay.... kau menggodaku. Kau tahu imanku tidak sekuat itu aku juga bisa khilaf jika berdekatan dengan gadis yang ku suka " Ucap Reyhan, Nayla membulatkan matanya mendengar jika Reyhan mengatakan kata suka. Apa yang Reyhan maksud adalah dia menyukainya atau bagaimana.
"Barusan kau bilang apa, kau bilang suka? apa kau suka padaku Rey.... aduhh jantungku hampir lepas dari tempatnya" ucap Nayla
"Iya Nay, sepertinya aku menyukaimu. Maukah kau menjadi kekasihku? "tanya Reyhan tersenyum melihat ke wajah cantik Nayla.
"Oh astaga.... Rey jantungku mau lepas nanti kau tangkap ya. Dan simpan di sisi jantungmu agar kita bisa bersatu" ucap Nayla sambil memegang dadanya.
"Bukan hanya jantungmu yang akan aku ambil, tapi juga hatimu sayang... "ucap Reyhan dan kemudian mendekatkan wajahnya serta menatap bibir kecil yang sangat menggodanya sedari tadi. Pelan Reyhan mendekatkan bibirnya dengan bibir Nayla. Merasa tidak ada penolakan dari Nayla Reyhan pun menarik tengkuk Nayla dengan pelan kemudian mencium Nayla secara pelan dan lembut.
Akhirnya bibir manis ini ia rasakan, bibir yang selalu membuat Reyhan ingin mencicipinya ketika melihatnya. Nayla agak terkejut dengan sikap Reyhan yang tiba-tiba menciumnya namun ia juga tidak menolak. Karena ia juga menginginkannya. Walau pun Nayla membalas ciumannya dengan kaku tapi Reyhan sangat menyukainya.
Dari kejauhan Nara dan Rayan melihat adegan saling mematuk dari kudanil dan kuda poni. "Oh ya ampun kemajuan mereka berdua pesat sekali" ucap Nara.
"Kau ingin menciumku? "tanya Nara, tentu saja Rayan langsung mengangguk senang.
"Tapi aku tidak mau.... "ucap Nara, senyum manis dari Rayan langsung hilang begitu saja karena anak ayam menolak untuk di patuk.
"Dasar tweety.... aku sudah senang akan menciumnya dia malah bilang tidak mau" gumam Rayan dalam hati.
__ADS_1
"Aku mau nya main tembak-tembakan " bisik Nara, seketika senyum yang hilang kembali lagi karena ternyata anak ayamnya ingin di tembak oleh gagang sapunya eh salah torpedo maksudnya. Senjata Rayan terlalu keren jika harus di sebut gagang sapu.
"Ayam nakal..... "ucap Rayan, Nara pun tertawa mendengar suaminya mengatakan hal itu dan merasa jika Rayan akan sembuh. Anak ayam ini tidak tahu saja jika suami yang selalu ia anggap tidak normalnya ini adalah seorang Direktur utama dari perusahaan Guntara Group.
Rayan menarik pinggang kecil itu dan langsung mencium bibir cerewet itu. Mencium dengan lembut dan sangat dalam. Kedua pasangan itu merasa sangat bahagia karena mereka bisa menghabiskan waktu dengan orang yang mereka cintai.
Rio dan Keysa mengepalkan kedua tangannya, mereka berdua merasa geram karena orang mereka sukai tengah berciuman dengan orang yang mereka benci.
"Rayan, kau tega sekali padaku. Harusnya aku yang bersamamu di sana bukan gadis itu.
"Nara..." gumam Rio, melihat gadis yang baru saja membuka hatinya berciuman dengan pria lain. Membuat dadanya terasa panas dan nyeri.
"Aku ingin kau menjadi milikku....."gumam Rio, Keysa mendengar apa yang di katakan oleh Rio membuat dadanya terasa terhimpit batu besar .Pria yang selama ini selalu bertekuk lutut padanya mencintai gadia yang ia benci.
"Aku sangat membencimu Nara..... "gumam Keysa.
*
*
__ADS_1
*
Kencengin like nya biar kenceng up nya 💃💃😙😙