
Dua bulan telah berlalu kehidupan mereka ke empat pasangan itu sangat bahagia Nara dan Rayan , Reyhan dan Nayla Rio dan juga Naura begitupun juga dengan Keysa dengan Alan dan juga Agam. Tuan Darma dan Nyonya Delia jiga sudah kembali ke luar negeri, untuk mengurus bisnis yang ada di sana.
Kandungan Nayla kini sudah berusia sembilan bulan, ia sudah tidak bisa pergi ke mana-mana lagi karena badannya yang kecil itu kesusahan membawa perutnya yang membesar. Dan kini ia mudah sekali merasa lelah
Kegiatan Nayla sehari-hari adalah Hanya berdiam diri saja di rumah sambil berjalan-jalan ditemani oleh Nara ataupun Reyhan Jika ia sedang berada di rumah.
Nara dan Nayla kini sedang berada di belakang rumah di taman tempat khusus untuk tanaman Nara . Nayla sedang berjalan-jalan pelan ditemani oleh Nara yang sedang mengasuh baby Za
"Nay.... Jika lelah istirahat saja Jangan memaksakan diri untuk berjalan-jalan . Lihatlah kakimu itu sudah bengkak begitu aku takut kau terjatuh. kemarilah dan duduk di sini "ucap Nara sambil menggendong baby Za.
"Ya baiklah karena aku juga sudah lelah, kakiku sangat sakit. Dan aku juga tidak bisa berdiri lebih lama lagi" jawab Nayla sambil berjalan perlahan menghampiri Nara.
"Ya ampun Nay....kakimu sudah seperti di gigit oleh raja tawon saja, sangat bengkak. Apa tidak sakit ...hati-hati ? Nara yang meringis melihat keadaan Nayla yang sedang mencoba duduk perlahan di sampingnya. Tangannya pun mengulur. meraih tangan Nayla.
"Tentu saja ini sangat sakit, aku tidak tahu kalau hamil itu seperti ini. Tapi saat kau hamil kan tidak sepertiku ya? "tanya Nayla
"Hormon orang memang berbeda-beda, Nay" jawab Nara. Nara melihat Nayla meringis sambil mengelus perut buncitnya.
"Nay.... apa perutmu sakit? "tanya Nayla khawatir, namun Nayla menggelengkan kepalanya
"Tidak, entahlah akhir-akhir ini perut ini memang rasanya bagaimana ya, aku sulit menjelaskannya padamu " jawab Nayla
"Aku mengerti...."jawab Nara yang juga ia pernah merasakan apa yang kini tengah Nayla rasakan.
"Sore semuanya....." Sapa Reyhan yang tiba-tiba sudah pulang kerja sore itu.
"Hallo sayang, hallo baby Za.... " sapa Rayan mencium pipi Nara. Namun saat Rayan akan mencium Baby Za Nara mendorongnya karena Rayan baru saja pulang bekerja.
"Kak Ray, kau mandi dulu jangan dulu mencium dulu Baby Za" ucap Nara
"Baiklah sayang, maafkan aku "Rayan tersenyum
"Nay... kau kenapa sayang? apa perutmu sakit?"tanya Reyhan khawatir melihat Nayla yang terlihat meringis sambil mengelus perutnya yang membuncit.
__ADS_1
"Tidak tahu, hanya rasanya tidak nyaman "jawab Nayla
"Ayo kita ke kamar kau harus istirahat " ucap Reyhan dan langsung menggendong Nayla. Karena Reyhan sangat tahu jika istri kesayangannya itu kesulitan berjalan.
"Kak Rey.... " Nayla protes karena merasa malu
"Sudahlah sayang.... Aku khawatir jika kau berjalan dengan keadaan seperti ini " jawab Reyhan dan pergi duluan ke kamarnya. Nara dan Rayan melihat mereka berdua pergi duluan.
"Sepertinya Nayla akan melahirkan, kudanil itu harus siaga " ucap Nayla
"Reyhan adalah orang pertama yang paling siaga tentang keadaan Nayla... "jawab Rayan membelai kepala Nara.
*
*
*
Baru saja Nara dan Rayan serta Baby Za keluar dari kamar, Reyhan dan Nayla pun keluar dari kamarnya. Namun wajah Reyhan terlihat panik dan ia juga membawa beberapa tas yang di siapkan oleh pelayan dan Pak Sam pun berada di sana.
"Sepertinya Nayla akan melahirkan, aku akan ke rumah sakit sekarang " jawab Reyhan dan menggendong Nayla, yang wajahnya sudah terlihat pucat dan sudah tidak bisa berkata apa pun.
"Aku berangkat dulu..... "pamit Reyhan sambil menggendong Nayla di ikuti oleh beberapa pelayan dan juga Pak Sam.
"Hati-hati, selalu kabari kami.... " ucap Nara pada Reyhan.
"Iya, tenang saja. Doakan anak dan istriku agar mereka lancar menghadapi persalinan " ucap Reyhan.
"Tentu.... "jawab Rayan dan Nara bersamaan
Kudanil itu, terlihat sangat cemas melihat keadaan istrinya. Ternyata jika dalam keadaan cemas pikirannya akan waras.
Nara jadi teringat makhluk teh itu....
__ADS_1
"Apa jika Naura melahirkan, Rio akan terlihat waras? "tanya Nara, yang di tanya malah tertawa saja.
"Aku tidak tahu, karena Rio itu makhluk setengah-setengah "jawab Rayan
"Ya ampun, kau sedang membicarakan masa lalumu Kak Ray....? "tanya Nara
"Hey.... sekarang aku makhluk full dalam segalanya. Aku waras sehat dan juga sangat tampan. Bahkan anak ayam saja jatuh cinta melihat pria tidak waras ini" ucap Rayan dan Nara pun langsung tertawa mendengarnya.
Ia jadi ingat bagaimana ia dulu sangat mengagumi Rayan, walau saat itu Rayan tidak normal.
*
*
*
Di Rumah Sakit
Nayla langsung di periksa oleh dokter dan juga perawat di sana, kemudian segala sesuatu untuk persalinan pun di siapkan. Karena saat hendak berangkat Reyhan lupa menghubungi Rumah Sakit karena panik melihat Nayla.
"Kak Rey..... "panggil Nayla dengan suara lemah, wajah cantiknya sedari tadi berderai air mata. Reyhan pun menghampiri Nayla dan memeluknya dengan sangat sayang. Membelai rambutnya kemudian mencium keningnya, seolah ia ingin memberi kekuatan pada Nayla.
"Ini sakit Kak Rey..... hiks" Nayla menangis di pelukan Reyhan.
"Bersabarlah sayang, ada aku yang akan menjagamu" ucap Reyhan.
"Aaaarrrkkkkhh..... "
"Nay.....!!! "
*
*
__ADS_1
*
Maafkan terlambat up karena baru nyampe rumah karena tadi ada keperluan dulu 😊🙏🙏