
Mereka berempat penasaran ingin melihat pengantin Rio, Rayan pun mengambil undangan di tangan Pak Sam da melihat foto pengantin di undangan itu.
"Aku baru melihat gadis ini " ucap Rayan, Nara pun melihat fotonya.
"Hey ini kan gadis yang di toko kemarin " ucap Nara.
"Benarkah?" tanya Rayan dan Nara pun mengangguk
"Mana aku mau melihatnya "ucap Reyhan, Rayan pun memberikan undangan itu pada Reyhan.
"Oh iya benar, ini gadis yang kemarin, apa ia di culik oleh teh pucuk untuk di celup-celup "ucap Nayla
"Oh ya ampun....." ucap Nara
"Mungkin gadis itu memang kekasihnya Rio "ucap Rayan.
"Di lihat dari bentuknya kenapa gadis ini bentuknya seperti kalian... " sambung Reyhan
"Hey kudanil bentuk apa maksudmu, kenapa bicaramu itu tidak enak di dengar" ucap Nara.
"Dia ini satu ukuran dengan kalian, gadis kecil yang pendek "jawab Reyhan.
"Jadi Kak Rey ingin bilang kalau aku kecil dan pendek begitu ?"tanya kuda poni ini dengan wajah kesal. Bilang kecil dan pendek tapi tiap hari lahannya di garap oleh kudanil buas, kuda poni kecil ini tidak terima.
"Kalau aku mengatakan kau tinggi dan semlohay. berarti aku memfitnahmu sayang... " ucap Reyhan tersenyum.
"Benar juga ya...."jawab Nayla
"Mau saja di bodohi kudanil menyebalkan ini" ucap Nara.
"Astaga.... " Rayan menepu keningnya.
*
__ADS_1
*
*
Hari pernikahan pun tiba mereka berempat hadir di pernikahan Rio termasuk Keysa pun ada di sana. Tatapan matanya terlihat antara sedih, marah dan kecewa terlihat sangat jelas di matanya.
Rayan dan Nara tidak menyapanya sama sekali bahkan melihatnya pun tidak, membuat Keysa semakin membenci Nara.
Bukan maksud tidak ingin menyapanya, tapi jika sampai Rayan dan Nara mendekatinya yang di takutkan mereka adalah jika nanti Keysa membuat keributan dan akan mengacaukan pesta pernikahan Rio.
Rayan dan Nara serta Reyhan dan Nayla naik ke pelaminan dan bersalaman dengan Rio juga Naura.
"Wooww.... aku tidak percaya kau menikah juga" ucap Reyhan
"Selamat Rio, semoga kau bahagia dengan pernikahanmu" ucap Rayan.
"Terima kasih, tentu aku sangat bahagia karena aku menikah dengan istriku yang cantik dan juga baik" ucap Rio sangat bahagia.
"Kau lihat ulat keket di sana? dia terlihat sangat terpukul melihat kau menikah "ucap Nara.
"Selamat ya Nona.... "ucap Nayla
"Terima kasih.... "jawab Naura
"Kau tidak di culik atau pun di paksa olehnya kan?" tanya Nara.
Naura hanya tertawa mendengar pertanyaan dari Nara. Karena mungkin karena sikap suaminya yang aneh membuat semua orang berpikir seperti itu.
"Enak saja kami menikah karena kami saling mencintai, bahkan banyak orang yang mendukung pernikahan kami waktu itu. Aaahh iya, apa para warga itu di undang ke pernikahan kita sayang? "tanya Rio
"Iya mereka di undang" jawab Naura,ia berharap suaminya tidak mengatakan jika mereka menikah karena di grebek warga, itu akan sangat memalukan. Untuk saat ini Naura berharap penyakit gila suaminya kambuh saja. Agar penggrebekan warga kemarin ia anggap sebagai anugerah dan kebaikan hati para warga yang menyatukan cintanya. Bukankah itu akan terdengar lebih manis pikir Naura.
"Beruntung sekali gagang sapu bekasmu mendapatkan sarang ori" bisik Rayan.
__ADS_1
"Tentu saja, aku memang orang yang beruntung. Ahhh....aku jadi sudah tidak sabar ingin segera memasukinya "ucap Rio.
Rayan senang Rio kembali seperti dulu, kembali pada pribadi yang ceria dan juga suka bercanda. Terlihat gila mungkin tapi itulah Rio, Rio yang Rayan kenal.
*
*
*
Acara pernikahan Rio pun selesai, Keysa ingin sekali mengacaukan pesta itu tapi Keysa tidak bisa karena Rio meminta orang untuk menjaganya dengan khusus agar tidak mengacau di sana.
Ternyata Rio bisa kejam juga, ia mengundang Keysa hanya untuk membuatnya terluka dan terlihat tidak berharga. Untuk Rio anggap saja jika itu pembalasan kecil untuknya karena sudah memanfaatkan cinta tulus Rio selama ini.
Rio langsung membawa Naura ke kamar hotel yang sudah ia siapkan sebelumnya. Malam ini ia merasa sangat bahagia karena ia akan enak-enak dengan Naura. Sungguh ternyata Rio bisa sesabar itu menahan gagang sapunya agar tidak sembarangan menerobos.
Saat sampai ke kamar Rio langsung menggendong Naura dan menidurkannya di ranjang king size yang ada di kamar hotel.
"Kak Rio kau membuatku terkejut.... "ucap Naura memukul pelan bahu kekar Rio.
"Aku sudah tidak sabar sayang.... " ucap Rio
"Oh ya ampun aku mau mandi dulu...."ucap Naura.
"Nanti saja sayang..... " ucap Rio yang mulai mengendus leher jenjang Naura dan mencium aroma lembut yang sangat Rio suka.
"Kak Rio.... " rengek Naura karena ia merasa geli dengan apa yang Rio lakukan. Apalagi saat ini Naura masih menggunakan pakaian pengantinnya dengan model bahu terbuka hingga Rio bisa dengan bebas mengeksplornya dengan bibirnya.
Rio mulai menarik pakaian pengantin Naura dan menurunkannya, membuat Naura sangat malu. Melihat tubuh Naura yang kecil tapi terlihat seksi bahkan mangganya saja tidak sebesar milik wanita lain tapi mampu membuat gagang sapu milik Rio langsung mode On sekaligus.
"Aura perawan memang berbeda.... " ucap Rio.
*
__ADS_1
*
Dukungannya mana nih... 💃💃