
Kak Ray.... aku jadi jelek Kak Ray jangan ceraikan aku ya.....huwaaaaa......aku tidak mau jadi janda"ucap Nara pecah juga tangisnya karena tadi Nara sempat melihat tampilan wajahnya yang banyak dengan bintik merah
"Oh....astaga dasar anak ayam, aku tidak akan menceraikanmu hanya karena alergi telur. Dasar bodoh istriku ini.... " gumam Rayan. Lagi pula Rayan punya banyak uang untuk menyembuhkan alergi istrinya itu. Otak ayam ini memang pendek pikir Rayan.
Mendengar ada keributan Reyhan pun segera pergi menyusul ke kamar Rayan. Reyhan berpikir apa mungkin Rayan ingin main kuda-kudaan lagi dengan si tweety, astaga Rayan benar-benar sangat tega. Lihat saja jika itu benar Reyhan tidak akan segan -segan untuk memukul kepalanya. Karena sudah tega pada Reyhan karena sudah membuat burung kutilangnya celingukan mencari sarang.
Oh astaga, ternyata itu yang ada dalam pikiran kudanil itu. Dia akan memukul Rayan karena sudah membuat gagang sapunya ileran bukan karena kasihan pada si tweety, dasar kudanil minim akhlak.
"Rayan ada apa....?"tanya Reyhan yang kemudian pandangannya mengarah pada Nara yang memeluk Rayan dengan erat, serta Rayan yang sedang mengelus-elus punggung Nara dan mencoba menenangkan Nara.
"Rayan ada apa....?" tanya Reyhan lagi
"Nara alergi karena tadi makan telur, kulitnya jadi memerah dan juga ia merasa gatal dan panas di kulitnya" jawab Rayan.
Reyhan pun mengangguk mengerti" aku pikir kau memaksanya main cilukba..." ucap kudanil minim akhlak itu tanpa saringan.
"Astaga....cuci otakmu itu hingga bersih kalau perlu sikat sekalian, apa dalam otakmu tidak ada pikiran lain selain permainan kuda lumping" ucap Rayan dengan kesal pada sepupunya ini.
"Hey Rayan ayolah, burungku juga ingin mengepakan sayapnya dan merasakan terbang melayang-layang seperti punyamu.... "jawaban Reyhan membuat Rayan ingin menguyah sepupunya itu sekarang juga.
Dari pada meladeni kudanil mesum lebih baik Rayan menenangkan istrinya. "Sayang jangan menangis lagi, sebentar lagi dokter akan datang dan memeriksamu" ucap Rayan dengan sangat lembut pada Nara.
"Kak Rayan tidak akan menceraikan aku...?"tanya nya dengan terisak.
__ADS_1
"Tidak akan sayang aku sangat mencintaimu, aku tidak akan membiarkanmu menjadi janda karena aku juga tidak mau menjadi duda" ucap Rayan sambil tertawa ,satu pukulan kecil mendarat di punggung Rayan oleh Nara karena gemas mendengar ucapan suaminya.
Rayan menarik perlahan wajah Nara dan berniat menghapus air matanya. Namun saat Reyhan melihat wajah Nara ia malah tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya karena melihat wajah Nara yang berubah menjadi polkadot.
"Oh astaga tweety..... kau berubah dari anak ayam menjadi onde-onde "ucap Reyhan di sela-sela tawanya.
Brughh
Lemparan bantal pun langsung mengenai kepala Reyhan, namun itu tidak membuat Reyhan berhenti tertawa.
"Kak Ray.... "rengek Nara
"Sudah biarkan saja dia, kudanil itu memang sudah gila karena terlalu lama tegang" ucap Rayan sekenanya. Padahal ia juga sedang menahan tawanya yang hampir meledak melihat wajah istrinya yang mirip onde-onde seperti kata Reyhan, namun ia tahan demi kesejahteraan pabrik bayi yang harus selalu beroperasi.
Tak lama setelah itu dokter datang bersama dengan pak Sam. Seorang pria tampan berjas putih datang menghampiri Nara untuk memeriksanya.
"Boleh aku memeriksanya....?" tanya dokter itu, karena Rayan terlihat seperti tidak rela istri kesayangannya disentuh oleh dokter itu untuk di periksa.
"Hey Rayan.... aku mau memeriksa istrimu bukan untuk memakannya. Kenapa kau takut sekali " ucap dokter Darel yang masih sahabat dengan Rayan dan kini menjadi dokter keluarga Guntara.
"Kenapa kau yang datang? "tanya Rayan ketus
"Aihhh... Pak Sam yang memanggilku "jawab Darel
__ADS_1
"Astaga.... " Rayan menghembuskan nafas kasar karena ia tidak mau istrinya di periksa dokter laki-laki. Namun bagaimana lagi. Jika tidak di periksa kasihan istrinya pikir Rayan.
"Baiklah...periksa istriku dan jangan menyentuh yang tidak boleh di sentuh" ucap Rayan posesif
"Kau tenang saja, memangnya aku mau menyentuh apa"jawab Darel kemudian ia duduk di dekat Nara dan Rayan kemudian ia mencoba memeriksanya.
"Tekanan darahmu sangat rendah nona....apa kau sering pusing? " tanya Darel.
"Iya, kepalaku memang selalu pusing...."jawab Nara
Darel pun kemudian memeriksanya lagi dengan teliti, kemudian ia tersenyum. "Aku akan memberikan resep obat nanti kau beli di apotek dan juga salep untuk di oleskan di bagian kulit yang gatal dan panas " ucap Darel pada Rayan.
"Apa istiku baik-baik saja? "tanya Rayan
"Istrimu tidak apa-apa, dia memang alergi dan usahakan hindari makanan yang akan membuat alergiya menjadi kambuh. Karena itu akan sangat menyiksanya. Karena alergi ini bisa menimbulkan rasa gatal dan panas di kulit dan itu akan sangat membuatnya tidak nyaman. Dan untung saja alergi ini tidak berpengaruh pada janinnya.... " ucapan dokter Darel membuat semua orang terkejut.
"Apa.....janin....!!!! " semua orang sangat terkejut mendengarnya .
*
*
Mimin up di jam yang sama yah... kalo telat munculnya itu karena reviewnya lama 😕
__ADS_1
Kencengin dong likenya 💃 biar kenceng up nya 😚😚