TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 147


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian berlalu, kehidupaan keempat pasangan itu bahagia tanpa gangguan dari siapa pun. Bahkan mereka selalu bertukar kabar dan saling mengunjungi satu sama lain.


Kandungan Naura pun sudah menginjak sembilan bulan, teh celup sudah semakin siaga menjaga istrinya. Namun terkadang ia terlalu protektif menjaga istrinya, dan beberapa jam sekali mengecek Naura dan selalu bertanya ada yang sakit atau tidak. Rio memang sangat perhatian tapi menurut Naura perhatian Rio agak terlalu berlebihan.


Setelah berjalan-jalan santai di halaman rumahnya, Naura duduk di bangku yang ada di halaman rumah Rio yang terasa sangat nyaman itu. Dan Rio, ia tidak pernah mau jauh dari istrinya. Dengan setia ia selalu menemani Naura kemana pun. Teh celup itu takut jika istrinya tiba-tiba melahirkan.


"Kak Rio.... " panggil Naura


"Ada apa sayang, apa ada yang sakit?" tanya Rio sambil mengelus lembut perut Naura.


"Bukan itu, aku tidak merasa sakit kau tidak perlu khawatir padaku Kak" ucap Naura


"Hey sayangku, aku selalu khawatir padamu aku takut jika kau tiba-tiba melahirkan dan aku tidak bisa mengurusmu. Bisa kau bayangkan bagaimana paniknya aku nanti" jawab Rio


"Melahirkan itu ada prosesnya, bukan tiba-tiba sakit lalu keluar bayinya saat itu juga. Ini bukan sinetron yang ada di channel ikan ngesod" ucap Naura mengerucutkan bibirnya.


Cup


Rio langsung mengecup bibir Naura, karena gemas melihat tingkah istrinya. Naura yang mendapat perlakuan seperti itu dari teh mesum langsung merasa malu-malu ayam. Membuat wajahnya menjadi merah seperti udang panggang.


"Jangan malu-malu seperti itu, kau membuatku gemas saja sayang" ucap Rio sambil memeluk Naura


"Aku juga tidak tahu, kenapa aku merasa seperti jatuh cinta lagi padamu Kak " ucap Naura dan melingkarkan tangan mungilnya di punggung kokoh Rio.


"Oh ya ampun aku jadi merasa seperti melayang-layang kau mengatakan jatuh cinta lagi padaku" ucap Rio, mereka berdua pun tertawa bersama. Rio kini merasa sangat bahagia dengan kehidupannya .Tinggal bersama istri yang sangat ia cintai dan juga mencintainya

__ADS_1


*


*


*


Kandungan Keysa pun sudah semakin besar, Alan dan Agam semakin siaga menjaga pelita dalam hidup mereka. Sebegitu berartinya Keysa untuk mereka berdua.


Tanpa di minta Agam selalu membuatkan susu dan menyiapkan vitamin untuk Keysa bahkan ia sudah membuat jadwalnya dan membuat pengingat di ponselnya, agar ia tidak terlambat dalam memberikannya pada Keysa. Sungguh luar biasa perhatian dari bocah bongsor itu.


Alan dan Keysa tentu sangat bahagia dengan perhatian Agam itu, sejak Ada Keysa Agam seolah lupa tentang kesedihannya selama ini . Kini Agam juga sudah kelas mulai masuk SMU dan seperti biasa ia selalu menjadi salah satu anak yang mencolok karena selain tubuhnya yang terlihat gagah untuk remaja seusianya, di tambah wajahnya yang tampan. Ia menjadi idola baru di sekolahnya.


Seperti biasa saat sore Agam selalu menyiapkan buah-buahan untuk Keysa. Bahkan ia sendiri yang selalu membeli dan menyetoknya untuk persediaan Keysa. Keysa sedang bertukar pesan dengan Alan di ruangan depan. Mempunyai suami seperti Alan ia merasa seperti punya pacar saja karena Alan selalu rajin mengechatnya dan bertukar pesan dan memberikan emot yang lucu-lucu pada Keysa. Keysa merasa seperti seorang remaja lagi


"Terima kasih Agam, kenapa kau selalu repot-repot menyiapkannya untukku" ucap Keysa dan menerima buah-buahan yang sudah di kupas itu dari Agam.


"Tidak masalah aku senang melakukannya" jawab Agam tersenyum


"Kau pasti akan menjadi suami yang baik nanti" ucap Keysa sambil menyuapkan buah ke dalam mulutnya


"Benarkah....?" tanya Agam malu-malu


"Oh ya ampun, kenapa kau terlihat sangat lucu jika ekspresi wajahmu seperti itu " ucap Keysa tertawa


"Momm..... "ucap Agam merajuk hingga Keysa tertawa, mereka berdua kini mengobrol bersama .Keysa selalu menjadi pendengar yang baik untuk Agam jika anak sambungnya sedang bercerita.

__ADS_1


Setelah agak lama berbincang, Alan pun sampai ke rumahnya namun Keysa melihat wajah Alan di tekuk.


"Kenapa....?" tanya Keysa


"Pantas saja kau tidak membalas pesanku, ternyata kalian sedang asik bercerita" ucap Alan sambil mendekat ke arah Keysa dan memeluk serta mencium keningnya


"Dad anakmu ada di sini.... " kesal Agam


"Carilah pacar kau sudah besar.... "ucap Alan


"Aku akan membawakan menantu sekalian untukmu.... "ucap Agam


"Hey dasar bocah nakal, burungmu baru tumbuh saja kau sudah ingin punya istri" ucap Alan


"Daaaddd..... "


"Oh astaga Alan kau ayah yang menyebalkan" ucap Keysa


*


*


*


Dukungannya ya buat novel ini, gimana kalo bocah bongsor nikah ya 😆😆😆😆 dia kan masih bocah ya ampun Agam....

__ADS_1


__ADS_2