
Reyhan panik melihat sang kekasih pujaan hatinya sedang berhadapan dengan pemilik gagang sapu bekas. Demi kerang-kerang yang ada di lautan Reyhan tidak rela jika sampai teh celup itu tebar pesona pada kuda poninya. Apalagi kuda poni kesayangannya itu penggemar pria tampan. Reyhan takut jika iman kuda poni itu lemah dan tidak bisa menahan godaan betapa segarnya teh dingin itu.
Oh itu tidak boleh terjadi Ferguso, makhluk mungil dan lucu itu hanya milik Reyhan seorang. Hanya Reyhan yang boleh tertawa bersamanya yang lain jangan jika tidak maka orang itu akan merasakan kemarahan kudanil jantan.
Rio berpikir jika gadis di depannya ini memang sangat manis dan lucu dan sangat ceria sama seperti Nara.
Astaga minuman dingin ini sepertinya juga tergoda oleh pesona si kuda poni yang polos.
"Ya Tuhan, kenapa baru kali ini kau pertemukan aku dengan gadis-gadis yang lucu ini. Di saat mereka sudah menjadi milik pria lain. Astaga kenapa aku tidak rela mereka berdua menjadi milik Rayan dan Reyhan" gumam Rio dalam hati.
"Dengar ya teh puc*k di larang dekat-dekat nanti ulatnya marah danb jangan ikuti aku lagi, ingat jaga jarak ikuti protokol kebebasan.... " ucap Nayla
"Astaga apalagi itu protokol kebebasan, aku ini bukan virus berbahaya " ucap Rio, tanpa mempedulikan Rio Nayla berjalan lagi mengikuti Nayla dari belakang sambil berpikir jika ia akan memilih Nayla atau Nara. Dua-duanya sangat menarik dan menghibur hatinya. Namun jiwa serakahnya menginginkan kedua gadis itu.
"Aku pilih yang mana ya....Nara atau Nayla. Aihh mereka berdua sangat cantik dan lucu aku ingin keduanya. Tidak masalah jika seorang pria memiliki dua wanita, lagi pula mereka berdua itu sahabat. Mereka pasti akan akur nanti, kenapa jantungku jadi berdebar-debar begini" gumam Rio dalam hati, makhluk teh ini sedang berpikir yang tidak-tidak tentang Nara dan Nayla. Rio membayangkan jika kedua wanita ini kelak menjadi miliknya. Betapa bahagianya hatinya jika ini terjadi padanya.
Rio sepertinya lupa jika gadis-gadis yang ia bayangkan menjadi miliknya adalah milik Rayan dan Reyhan yang tidak akan mudah ia kalahkan begitu saja.
Saat bayangan-bayangan indah menghiasi pikirannya, teriakan Reyhan membuyarkan semua lamunan indahnya. Dasar kudanil minim akhlak pikir Rio.
"Hey.... sayangku "panggil Reyhan pada Nayla sambil berlari. Reyhan sengaja memanggilnya sayangku sebagai bentuk penekanan jika Nayla si kuda poni lucu adalah miliknya.
__ADS_1
Mendengar suara pujaan hatinya memanggil, Nayla langsung berbalik dan melihat kekasihnya yang tampan paripurna sedang berlari ke arahnya.
"Ya ampun... Kak Rey " ucap Nayla senang melihat kekasih hatinya datang dan menemuinya. Reyhan dan Nayla pun kini sudah saling berhadapan. Tatapan mereka berdua membuat Rio menjadi jengah. "Bisa-bisanya kedua makhluk ini tebar-tebar cinta di hadapanku . Itu kan sangat menyakitkan....dasar tidak punya perasaan "gumam Rio dalam hati.
"Kenapa kau pergi sendirian Nay, itu sangat bahaya bagaimana jika kau bertemu dengan buaya air teh yang sangat ganas dalam menggoda wanita" ucap Reyhan sengaja berbicara itu agar Rio mendengarnya.
"Iya, maafkan aku Kak Rey.... habisnya tadi kau tidur aku tidak enak jika harus membangunkanmu" ucap Nayla.
"Jangan sungkan Nay, aku adalah kekasihmu juga pelindungmu dari serangan buaya mata keranjang "ucap Reyhan lagi.
"Hey.... kau sedang berbicara tentangku...? "tanya Rio ketus seakan tidak terima dengan ucapan-ucapan Reyhan barusan. Dengan tingkah menyebalkan ala Reyhan dengan sengaja ia menutup mulutnya dan pandangannya mengarah ke arah Rio.
"Sudah jelas kan kau sedang membicarakanku...? "tanya teh puc*k yang marah tidak terima disebut buaya mata keranjang karena sebenarnya dia itu buaya mesum bukan mata keranjang ehh....
"Aku tidak menyebut namamu...."jawab Reyhan santai dan mengangkat bahunya.
"Tetap saja aku tahu jika kau sebenarnya sedang membicarakanku... "ucap Rio lagi
"Aihhh.... ya sudah kalau kau merasa sebagai buaya mata keranjang, kami sama sekali tidak keberatan kok... "ucap Nayla.
"Apa...? "ucap Rio, sedangkan Reyhan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Bukan itu maksudku...."bantah Rio
"Sudah sana pergi temui ulatmu, barangkali ia mau memanjat...." ucap Reyhan, namun Rio malah berpaling seolah enggan mendengar nama Keysa.
"Ayo Kak Rey... kita jalan-jalan kesana" ajak Nayla
"Ayo sayang, tapi nanti cium lagi ya.... " ucap Reyhan berbisik pada Nayla.
"Dasar kudanil mesum.... "bisik Nayla lagi karena takut jika teh puc*k itu mendengar ucapan mereka berdua.
"Hey.... pergi sana aku mau Jalan-jalan. Jangan mengikuti kami dan juga jangan mengintip" ucap Reyhan
"Kalay kau mengintip kami, matamu akan bisulan "ucap Nayla
"Astaga.... "
*
*
Like dan komennya jangan lupa ya 💃💃
__ADS_1