
Alan dan juga Agam panik melihat Keysa yang tiba-tiba merasakan sakit ."Kenapa? " Tanya Alan menghampiri Keysa sambil mengelus perutnya. Agam pun langsung menghampiri Keysa dengan wajah paniknya
"Mom.... " panggil Agam
"Aku tidak apa-apa hanya perutku memang terasa sakit, aduuhhh..... " Keysa memekik lagi
"Agam...." Seolah langsung mengerti dengan apa yang diperintahkan Alan, Alan langsung pergi ke kamar atas dan membawa tas yang berisikan perlengkapan melahirkan Keysa yang memang sudah mereka siapkan beberapa hari sebelumnya.
Sedangkan Alan, ia langsung membawa Keysa ke dalam mobil. Agam pun kemudian menyusul dengan membawa peralatan Keysa.
Betapa beruntungnya Keysa karena saat ia akan melahirkan ia di kelilingi oleh dua pria siaga yang selalu ada di sampingnya.
Alan pun kemudian mengemudikan mobilnya menuju Rumah Sakit. Keysa duduk di kursi depan di samping Alan sedangkan Agam bocah bongsor itu duduk di belakang sambil memeluk tas Keysa. Bocah itu terlihat panik melihat ibu sambungnya yang kesakitan hingga ia tidak bisa bicara apa pun.
*
*
*
Setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit menuju Rumah Sakit, akhirnya mereka sampai di sana. Karena kebetulan hari menuju petang dan jalanan lumayan macet. Hingga perjalanan menuju Rumah sakit jadi lumayan memakan waktu.
Keysa langsung di bawa untuk di periksa, Alan ikut masuk ke dalam sedang Agam menunggu di luar ruangan tempat Keysa di periksa.
Dokter dan Alan pun membaringkan Keysa dengan perlahan, dan mulai mengecek pembukaan.
__ADS_1
"Nona baru saja pembukaan dua Tuan, jadi kita masih harus menunggu sampai pembukaan sepuluh dulu baru kita akan membawa Nona ke ruangan bersalin" ucap dokter itu. Alan pun mengangguk mengerti karena ia adalah pria berpengalaman saat dulu Agam akan dilahirkan. Keysa pun di bawa ke ruangan lainnya untuk beristirahat sambil menunggu pembukaan lengkap di temani oleh Agam dan juga Alan.
*
*
*
Setelah beberapa jam menunggu dengan rasa sakit yang kian bertambah. Akhirnya pembukaan Keysa lengkap juga. Dan Keysa pun kini di bawa ke ruang bersalin dengan di temani oleh Alan dan Agam ia tertidur karena kelelahan.
"Aaaawwsshh.... "Keysa terlihat gelisah Karena terus merasakan sakit di bagian perut bagian pinggulnya terasa panas.
"Sabar sayang, bertahanlah kau pasti bisa " ucap Alan pada Keysa . Tak ada kata yang terucap dari bibirnya hanya untaian doa dan deraian air mata yang Keysa bisa lakukan saat ini.
Air matanya semakin banyak saat teringat banyak sekali kesalahan yang ia buat selama hidupnnya. Sepintas Keysa berpikir apa ini adalah akhir dari kehidupannya. Tapi ia tidak mau meninggalkan dunia ini sebelum ia melihat bayinya. Keysa ingin menjadi ibu yang baik untuk bayi yang akan ia lahirkan dan juga untuk Agam.
"Tuhan berikan aku kesempatan, aku ingin hidup bersama mereka orang-orang yang aku kasihi" gumamnya dalam hati sambil mengeluarkan air matanya dengan deras.
Saat doanya selesai ia panjatkan, sebuah rasa sakit yang amat sangat terasa semakin kuat. Namun rasa sakit itu seolah memberinya tenaga hingga ia bisa mengejan dengan kuat dan bayinya biss lahir dengan selamat.
Tangisan bayi pun terdengar sangat nyaring di ruangan yang sunyi itu. Alan dan Keysa menangis terharu karena melihat kelahiran puteri mereka.
"Selamat Tuan dan Nona, puteri anda lahir dengan selamat dan juga sangat cantik" ucap dokter itu tersenyum ke arah Alan dan juga Keysa.
*
__ADS_1
*
*
Saat pagi Agam terbangun dan melihat Keysa dan juga Alan tidak ada di ruangan itu dan ia hanya tertidur sendiri di sana. Bocah itu pun panik, ia segera ke kamar mandi dan juga mencuci mukanya kemudian mencari Keysa dan juga Alan.
Namun baru saja keluar ia langsung berpapasan dengan Alan "Agam kau mau kemana? "tanya Alan
"Dad.... Momy dimana dan bagaimana keadaannya? " Tanya Agam
"Momy mu sedang istirahat jangan mengganggunya" jawab Agam
"Lalu.....?"
"Ayo, kau ingin melihat adikmu " ajak Alan pada Agam. Mata Agam pun langsung berbinar senang mendengar kata adik.
"Ayo Dad.... " ajaknya dengan semangat, Alan pun tersenyum senang melihat Agam yang terlihat bahagia ingin segera melihat adiknya.
Mereka berdua pun menuju ruangan dimana bayi Alan dan Keysa. Mereka berdua belum bisa masuk ke dalam dan hanya bisa melihat dari luar dengan pembatas kaca.
"Dia sangat cantik seperti Momy... " ucap Agam berdecak kagum
"Iya kau benar, dia sangat cantik seperti Momymu" Alan mengiyakan ucapan Agam
"Puteriku juga sangat cantik.... " tiba-tiba Rival bocah bongsor itu ada di sana karena ia juga akan melakukan imunisasi untuk puteri cantiknya.
__ADS_1
"Oh ya ampun..... "
Like dan hadiahnya jangan lupa yaa...... 💃💃💃💃