
Siang ini seorang wanita baru saja bangun dari tidurnya, namun ia enggan beranjak dari pelukan sang kekasih karena menurutnya itu adalah tempat yang paling nyaman untuknya bersandar.
Pria muda dengan beberapa luka di wajahnya itu kini sedang asik memeluk kekasihnya yang usianya beberapa tahun lebih tua darinya.
"Sayang, apa lukamu masih terasa sakit? "tanya Amara sambil mengusap lembut wajah Rian kekasihnya.
"Wajahku masih terasa sakit sayang pukulan wanita cantik itu ternyata sangat kuat " jawab Rian. Rupanya brondong jagung ini memang pengagum wanita cantik hingga setiap melihat wajah wanita cantik ia tidak bisa untuk tidak mengagumi nya. Wajahnya yang babak belur itu memang karena habis di pukuli anak ayam kemarin.
"Tidak usah pakai embel-embel wanita cantik, dasar brondong mata keranjang... " kesal Amara
"M-maaf sayang, aku hanya bicara jujur saja"ucap Rian dengan bodohnya. Hingga memancing amarah yuyu kang-kang yang sudah mulai memanas.
"Jujur katamu.... Oh ya ampun kau sangat menyebalkan, untuk hari ini tidak ada uang jajan untukmu... " kesal Amara pada Rian
"S-sayang kau jangan begitu, kasihanilah aku ini. Kau jangan tega begitu padaku sayang. Aku bahkan rela terluka demi membelamu " rajuk Rian
"Lebih tepatnya demi uangmu... " gumam Rian dalam hati
"Makanya, jangan mencoba memuji wanita lain di hadapanku " ucap Amara dengan ketus
__ADS_1
Saat berdebat dengan Rian ponsel Amara berbunyi, Amara mengambil ponselnya dan ia sangat senang karena itu adalah panggilan dari Alan. Amara berpikir jika Alan pasti sedang merindukannya, karena selama ini Alan tidak pernah menelepon nya duluan, bahkan nomor ponselnya saja di blokir oleh Alan. Tapi hari ini tiba-tiba Alan menghubungi ya, sungguh luar biasa pikir Amara.
Dengan cepat Amara menggeser icon berwarna hijau di ponselnya dan dengan senyum sumringah ia menjawab panggilan Alan.
"Hallo Alan sayang ada apa tidak biasanya kau meneleponku ?" tanya Amara dengan perasaan yang sangat bahagia. Mendengar suara Amara begitu pun dengan panggilan sayang padaya, sebenanya Alan merasa muak.
" Bisa kita bertemu Amara ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan denganmu " ucap Alan
Mendengar Alan mengajaknya bertemu tentu saja Amara sangat bahagia. Ia berpikir jika Alan akan mengajaknya untuk rujuk kembali dan membangun rumah tangga seperti dulu lagi. Ia berpikir jika ia akan berkumpul lagi dengan Alan dan juga Agam dan tentunya Kesya yang sudah ia singkirkan
Pemikiran yang sangat bodoh itu kini melekat dalam pikiran Amara. Seolah ia lupa jika kemarin ia sudah membuat anaknya terluka dan Keysa sampai masuk Rumah sakit karena ulahnya.
"Tentu saja aku bisa, aku akan selalu meluangkan waktuku untukmu .Kau ingin bertemu di mana denganku di restoran atau di hotel aku akan siap menunggumu" ucap Amara antusias tidak tahu malu.
Semakin muak saja Alan mendengar ucapan Amara namun ia tidak ingin membuang waktu dan ia meminta Amara untuk datang ke kantornya dengan beralasan ia sangat sibuk dan hanya ingin bicara saja dengan Amara.
Namun Amara sama sekali tidak keberatan karena menurutnya Alan ingin bertemu dengannya saja itu adalah hal kemajuan yang sangat besar untuknya. Dengan perlahan-lahan mungkin Alan akan kembali padanya begitulah pikir dengan segera Ia pun bangun dari tidurnya dan meninggalkan kekasih mudanya itu dan bersiap untuk menemui Alan tanpa memperdulikan rajukan dari Rian.
Setelah siap dan berdandan dengan sangat cantik dan juga memakai pakaian yang kekurangan bahan Amara pergi ke kantor Alan dengan sangat percaya diri. Dia merasa sangat yakin jika Alan akan kembali padanya, padahal yang sebenarnya terjadi adalah Alan sedang menunggunya dengan amarah yang tahan dia ingin keluarkan saat itu juga. Namun Alan berusaha untuk bersabar hingga menunggu Amara datang
__ADS_1
Tak menunggu lama Amara pun sampai di kantor Alan. Dengan langkah yang gemulai ia masuk ke ruangan Alan. Alan yang sudah tidak sabar pun langsung bangun dari duduknya dan menghampiri Amara. Melihat Alan yang seperti sudah tidak sabar membuat Amara semakin merasa yakin jika Alan sangat merindukannya namun yang terjadi adalah sebaliknya Alan ingin mengungkapkan seluruh kemarahannya kepada Amara hari ini juga
Plak......
Sebuah tamparan keras dan sangat nyaring langsung Alan layang kan ke pipi mulus Amara, hingga ujung bibirnya sobek. Sebenarnya Alan bukanlah pria yang kasar bahkan ia sangat tidak mau menyakiti wanita, namun kali ini Amara masuk dalam pengecualian karena yang di lakukan Amara sudah sangat keterlaluan.
Ia sudah dengan lancang melukai anak dan istrinya yang bahkan selalu ia jaga.
Alan Apa yang kau lakukan padaku? Kenapa kau menamparku, apa salahku padamu ?tanya Amara dengan mata berkaca-kaca dan memegang pipinya yang terasa sangat panas.
Dengan berang Alan pun menunjuk wajah Amara.
"Kau adalah wanita bodoh dan tidak tahu diri kau sudah berani menyakiti putraku yang bahkan adalah darah dagingmu sendiri.....!!!dan kau juga sudah berani menyakiti istriku hingga ia masuk ke rumah sakit dan kau masih bertanya apa salahmu dasar wanita gila....!!!" hardik Alan
"Apa....? " jadi hanya karena aku sedikit memberi pelajaran kepada istrimu, kau menyakitiku seperti ini. Kau sangat tega padaku Alan" ucap Amara sambil menangis di hadapan Alan.
"Kau bilang aku tega padamu ? Lalu bagaimana dengan dirimu yang meminta orang untuk memukuli anak ku ? Kau memang benar-benar gila Amara Aku tidak pernah menyangka kau akan melakukan hal ini . Yang kau lakukan sudah masuk dalam tindak kejahatan dan aku tidak akan segan-segan menyeretmu ke dalam penjara saat ini juga...!!!" teriak Alan
"Apa... "
__ADS_1
Tuh kan Yuyu kang-kangnya bandel sih pake nyakitin bocah bongsor sama neng Keysa kesayangan mas Duda , jadinya babang Alan ngamuk kanππ rasain π