TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 109


__ADS_3

Aaaakkkhh.....ya ampun....jangan ganggu aku, aku takut hantu,aku mohon.....Kau tidak boleh mengganggu istri dari pemilik rumah ini nanti kau nanti akan di usir oleh suamiku...." ucap Nara


Bukannya melepaskan Nara, tangan itu malah memeluknya dari belakang. Membuat Nara malah semakin takut saja.


"Wuoaaaaa..... tolong..... tolong.... aku...!!! " Nara malah semakin histeris saja.


"Nara jangan berteriak ini aku... "ucap Rayan tertawa melihat istrinya yang ketakutan. Mendengar suara suaminya Nara langsung berbalik ke belakang dan melihatnya dengan tatapan yang terkejut karena ternyata suaminya yang ada di belakangnya.


"Oh... ya ampun Kak Ray.... !!" Nara refleks memukul bahu Rayan karena kesal dan terkejut, namun suamimya malah tertawa dengan senangnya.


"Aku baru tahu jika anak ayam ini ternyata takut hantu..." ucap Rayan dengan nada meledek


"Semua orang juga takut hantu, hantu itu sangat seram tahu... "


"Baiklah... sebenarnya apa yang sedang istriku lakukan malam-malam begini dan berkeliaran di rumah? "tanya Rayan


"Aku lapar Kak... " jawab Nara


"Kenapa tidak bilang padaku? "tanya Rayan lagi.


"Tidur Kak Ray sangat nyenyak, aku tidak mau mengganggumu" ucap Nara menunduk dan melihat makanan yang ia bawa barusan berantakan di bawah. Nara pun dengan cepat berjongkok dan mengambil makanan yang jatuh dan dibantu oleh Rayan


"Duduklah, biar aku yang membereskannya" ucap Rayan.


"Tapi.... "


"Nara duduklah.... "perintah Rayan lagi


"Emmm...baiklah "jawab Nara dan kemudian duduk di sofa melihat suaminya membereskan makanan. Setelah selesai membereskannya Rayan menghampiri Nara.


"Kau masih lapar? "tanya Rayan


"Tentu saja aku kan belum sempat memakan itu semua " jawab Nara, Rayan tersenyum dan berjongkok lalu mengelus kepala Nara.


"Ayo aku akan membuatkan makanan untukmu " ucap Rayan.

__ADS_1


"Benarkah...?"


"Iya....ayo"Rayan menggandeng tangan Nara dan membawanya ke meja pantry.


"Duduklah.... " Rayan menekan bahu Nara dengan sangat lembut agar Nara diam dan duduk menunggu.


"Kak, aku mau makan mie instan boleh tidak "tanya Nara.


"Kau tidak boleh makan mie instan sayang "


"Tapi aku sedang ingin makanan yang berkuah" ucapnya memelas membuat Rayan tidak tega saja.


"Baiklah tapi hanya kali ini saja ya.... "ucap Rayan


"Iya aku janji asal buatkan ya.... "


"Baiklah sayangku, suamimu yang tampan akan membuatkan makanan untukmu " ucap Rayan.


"Terima kasih sayangku, tapi Kak Ray membuatnya jangan sambil tersenyum yah, aku tidak mau nanti mie ku rasanya menjadi manis karena terkontaminasi senyumanmu" ucap Nara seperti biasa gombalan recehnya selalu membuat hati Rayan bahagia sekaligus gemas melihat tingkahnya.


"Dasar anak ayam, lihat saja setelah ini aku akan mengunjungi anakku. Salah siapa kau menggodaku malam-malam aku kan jadi ingin berkunjung menjenguk anakku" gumam Rayan.


Melihat banyak makanan anak ayam kelaparan ini melihatnya dengan sangat berbinar.


"Kak Ray.... apa semua makanan ini untukku?" tanya Nara


"Memangnya untuk siapa lagi...? "


"Oh ya ampun setelah ini aku pasti akan tidur nyenyak... "ucap Nara.


"Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk tidur setelah makan ?"tanya Rayan.


"Oh iya maaf, aku lupa jika setelah makan kita tidak boleh langsung tidur. Setidaknya harus duduk dulu sekitar setengah jam agar makanannya bisa melewati kerongkongan " jawab Nara sambil meyuapkan mie ke mulutnya yang kecil itu. Sepertinya anak ayam ini otaknya belum konek jika sang suami mengajak atraksi kuda lumping setelah acara makan malamnya.


"Maksudku bukan itu tweety.... " ucap Rayan.

__ADS_1


"Lalu....?"


"Setelah kau makan kita akan panjat memanjat dulu, anakku pasti kini sedang merindukan papanya dan minta di tengok. Makanya makanlah yang banyak agar nanti tenagamu kuat"


"Aihhh..... "


*


*


*


Rio baru saja selesai melakukan ritual aye-ayenya dengan Naura. Rio merasa sangat bahagia dan sangat puas karena sudah berhasil membobol gawang pertahanan milik Naura yang sangat sempit itu.


Rio jadi teringat saat pertama kali ulat keket memanjatnya, lembahnya tidak sesempit ini. Mungkin ulat itu pernah bermain cilukba dengan pria lain sebelum Rio. Ahhh sudahlah....


"Kak Rio....." panggil Naura


"Ada apa sayang, kau mau lagi? "tanya Rio, pertanyaan macam apa yang di tanyakan oleh teh celup ini pikir Naura. Bahkan Naura saja masih merasakan sakit yang amat sangat di bagian intinya.


"Bukan itu, dasar mesum" ucap Naura kesal


"Lalu apa, apa kau mau pindah posisi ?"


"Oh astaga, aku jadi ingin mengunyahmu sekarang juga.....?"jawab Naura.


"Oh ya ampun, ternyata kau ganas juga yah.... Tapi sayang gagang sapu milikku jangan di kunyah ya kasihan dia. Nanti kalau dia mau mengajakmu bermain lagi bagaimana? "tanya Rio.


"Aaaaaarrggghhhh...... " teriak Naura kesal, padahal Naura memanggil Rio hanya untuk membantunya ke kamar mandi bukan mau minta main lagi.


"Oh ya ampun, baru mencoba sekali tapi istriku sudah ketagihan saja..... " ucap Rio


*


*

__ADS_1


*


Udah tiga bab nihhh, mimin emang rajin banget up nya. Hadiahnya jangan lupa ya 😚😚


__ADS_2