TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 140


__ADS_3

Saat Reyhan sedang panik dengan anaknya, bunyi alat yang terhubung dengan Nayla pun berbunyi dengan keras. Reyhan semakin dibuat panik saja, Reyhan pun dengan cepat menekan tombol darurat agar dokter segera datang dan menangani Nayla. Ketakutan Reyhan semakin menjadi saja, melihat anak dan istrinya.


Namun Reyhan terkejut saat melihat ke arah Nayla, karena saat ia melihat Nayla mata itu mulai terbuka dan mengerjap.


"Nay.... kau bangun sayang " ucap Reyhan menghampiri Nayla.


"Kak Rey..... " panggilnya lemah


"Dokter....!!!! " teriak Reyhan pada dokter, karena sudah tidak sabar menunggu kedatangan dokter untuk memeriksa Nayla.


Tak lama dokter dan beberapa suster pun masuk ke dalam ruangan Nayla. "Dokter cepat periksa istriku...!!! "ucap Reyhan, jantungnya kini terasa di pompa sangat cepat karena melihat istrinya yang sadar.


Penantiannya selama satu bulan ini untuk melihat istrinya membuka mata kini telah terwujud. Entah seperti apa perasaan Reyhan saat ini, sangat sulit untuk di jelaskan. Yang pasti ia merasa bahagia saat melihat istrinya membuka mata.


Dokter dan suster pun langsung memeriksa Nayla dan salah satu suster mengambil Rafa untuk di tenangkan. Fokus Reyhan terpecah karena melihat anak dan istrinya.


Setelah memeriksa Nayla dokter pun menghampiri Reyhan, dan memberi tahukan keadaan Nayla sekarang.


"Dokter bagaimana keadaan istriku, dia baik-baik saja kan?" tanya Reyhan


"Syukurlah nona Nayla kini sudah sadar Tuan, namun keadaannya masih lemah" jelas dokter


"Tapi.... tapi aku ingin bicara dengannya, apa bisa?" tanya Reyhan dengan cemas dan juga perasaan bahagia. Perasaan nya kini campur aduk saat melihat istrinya yang sudah mulai sadar itu.


"Anda bisa bicara dengannya, tapi harus secara perlahan. Karena keadaannya masih belum stabil " ucap dokter itu.


"Baik dokter, aku mengerti " ucap Reyhan, setelah itu dokter pun langsung keluar dan membiarkan Reyhan melepas rindunya pada Nayla.


"Nay.... " panggil Reyhan

__ADS_1


"Kak Rey... "panggil Nayla, panggilan yang selama sebulan ini sangat ia rindukan.


"Sayang... " Reyhan duduk di samping Nayla dan memegang tangannya kemudian mendekatkan tangan mungil itu ke bibirnya. Hingga tanpa terasa air mata Reyhan menetes lagi. Namun kali ini bukan air mata kesedihannya yang keluar tapi kali ini air mata bahagianya yang menghiasi wajah tampan Reyhan.


"Kak Rey.... jangan menangis, kenapa Kak Rey menangis, wajahmu jadi jelek dan tidak tampan lagi" ucap Nayla dengan lemah


"Kau yang sudah membuatku begini Nay, kau yang sudah membuat air mataku mengalir setiap hari. Kau harus membayar mahal untuk ini " ucap Reyhan dengan senyum dan tangis yang bercampur kebahagiaan.


"Aku akan membayar air matamu dengan cintaku Kak Rey, aku akan memberikan cintaku hanya padamu" ucap Nayla


"Setuju.... " jawab Reyhan, dan kini mereka berdua pun tersenyum bahagia


"Dimana puteraku Kak? "tanya Nayla


"Tadi suster membawanya karena dia menangis, aku sangat suka dengan tangisan Rafa... "ucap Reyhan


"Kau ini, ayah yang aneh. Kenapa kau suka anakmu menangis? " Nayla cemberut melihat ke arah Reyhan


Ya memang benar, Nayla terbangun karena mendengar suara anaknya menangis. Entah bagaimana menjelaskan nya tapi yang pasti Nayla merasa terganggu dengan suara tangisan bayinya. Seperti seorang yang tengah tidur dan terbangunkan oleh suara, maka dari itu Nayla membuka matanya. Namun Nayla merasa tidurnya saat ini terasa sangat lama.


Setelah beberapa saat berbincang Nayla kembali tertidur karena ia merasa tubuhnya sangat lelah. Tubuhnya masih belum stabil hingga ia masih harus banyak beristirahat.


*


*


*


Kehamilan Keysa kini sudah memasuki usia empat bulan, kehamilannya masih belum terlalu nampak hingga ia merasa aneh. Perutnya hanya terlihat sedikit membuncit saja.

__ADS_1


Keysa terus melihat perutnya di depan cermin dengan membolak-balikan tubuhnya. Alan yang sedang mengerjakan pekerjaannya malam itu hanya melihat tingkah istri galaknya dengan tersenyum


"Kau sedang apa Key....? " tanya Alan


"Aku sedang melihat perutku, kenapa perutku terlihat tidak membesar " ucap Keysa


"Kau baru hamil empat bulan, mana mungkin perutmu itu langsung besar " jawab Alan menggelengg-gelengkan kepalanya.


"Begitu ya.... " ucapnya kemudian duduk di pinggir ranjangnya.


"Key.... jangan duduk di situ " ucap Alan, Keysa pun terbangun dan langsung melihat ke arah ranjang takut jika ada sesuatu yang berbahaya di sana. Namun di sana tidak ada apa-apa


"Di sini tidak ada apa-apa " ucap Keysa pada Alan


"Memang di situ tidak apa-apa, maksudku duduklah di sini " ucap Alan sambil menepuk pahanya. Keysa langsung mendelik melihat ke arah suaminya. Dan Alan pun hanya tertawa melihat istri galaknya marah


"Dasar duda gatal.... "


"Kau lupa jika kini duda gatal ini adalah suamimu" goda Alan. Keysa pun menghampiri Alan dan tiba-tiba duduk di pangkuan Alan.


"Aku tidak lupa, jika suamiku ini adalah duda tampan yang menyebalkan "ucap Keysa langsung mencium bibir Alan .


"Aku selalu suka gayamu, istri galakku... "ucap Alan


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa besok vote ya 💃💃💃


__ADS_2