
Nara langsung ditarik ke dalam pelukan Rayan, tubuh kokoh Rayan mampu menghalangi pandangan kudanil tidak sopan itu. Reyhan juga terkejut saat masuk ke kamar karena sebenarnya sepintas ia melihat Nara yang hanya memakai handuk.
"Astaga.... " gumam Reyhan
"Dasar kudanil tidak sopan... "gumam Rayan, Nara pun menyusup ke dalam pelukan suaminya. Jantungnya berdegup dengan kencang berada dalam pelukan suami tampan dan seksinya dalam keadaan yang seperti ini.
"Maaf... aku tidak melihatnya aku tidak melihat " ucap Reyhan sambil keluar dari kamar Rayan tanpa lupa menutup pintu kamarnya.
Nara pun melepaskan pelukan Rayan padanya, ia merasa risih dengan penampilannya sekarang, namun kesadaran Rayan sepertinya belum sepenuhnya terkumpul . Terbukti saat Nara mencoba melepaskan pelukan Rayan. Rayan tidak mau melepaskannya dan pandangannya terus mengarah ke arah Nara.
Anak ayam ini hanya tertunduk saja merasa serba salah. Melihat wajah Nara yang sangat merah karena malu, membuat Rayan menjadi gemas. "Si tweety terlihat menggemaskan saat sedang malu" gumam Rayan dalam hati
"Astaga kenapa ia tidak mau melepaskanku sihh... " gumam Nara.
"Rayan.... " yang di panggil hanya diam saja pandang Rayan malah tertuju ke arah dua benda indah yang terlihat. "Ohh... Ya ampun ternyata suamiku ini sudah otaknya geser dia juga mesum dan mata keranjang" gumam Nara, yang terdengar oleh Rayan. Namun sepertinya Rayan memang sengaja tidak mau melepaskannya karena ia menyukai pemandangan indah yang ada di depannya
"Biar saja, kali ini aku akan balas dendam kepada gadis mata keranjang ini. Aku akan terus mengintipnya. Balas dendam yang indah" gumam Rayan dalam hati tersenyum senang.
"Oh tidak-tidak, dia tersenyum sambil melihat buah manggaku" gumam Nara sambil terus mencoba melepaskan pelukan Rayan namun tangan kokoh itu sama sekali tidak bergeming. Dan Rayan dengan sengaja melihat tubuh Nara dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Anak ayam ini ternyata sangat seksi, lihatlah leher jenjangnya itu aku jadi ingin bermain-main di sana dan juga mangga ranumnya ini. Mereka terlihat malu-malu mengintipku. "Oh astaga ini sudah kelewatan sekarang burung elangku memaksa ingin keluar sangkar" gumam Rayan.
"Rayan, lepaskan aku....aku mau pakai baju dulu ya, kalau kau mau susu kau bisa minum susu sapi dulu. Karena kau belum boleh meminum susu langsung dari pabriknya karena pabriknya masih tutup ya, pabriknya masih belum di coba karena masih orisinil. Oh astaga aku jadi geli membayangkannya minum susu dari pabrik-ku.... " ucap Nara.
Mendengar ucapan Nara bukannya mau melepaskannya namun pikiran Rayan malah jadi bertraveling saat Nara mengatakan geli. Rayan jadi membayangkan minum susu dari pabriknya anak ayam ini.
"Rayaaaannnn..... " ucap Nara agak berteriak berharap suami setengah onsnya melepaskannya. Dan benar saja Rayan langsung melepaskan Nara.
"Sepertinya balas dendam kali ini sudah cukup, besok aku lanjutkan lagi balas dendamnya... "gumam Rayan dalam hati melepaskan Nara dan kemudian ia duduk di ranjang king sizenya.
Hufftt....
"Akhirnya....." ucap Nara langsung berlari ke ruangan ganti baju dan terdengar jika gadis itu menguncinya dari dalam. Melihat Nara yang sudah masuk ke dalam sana Rayan pun. langsung berguling-guling di kasurnya sambil berteriak.
"Anak ayam genit itu sangat cantik dan seksi, aku jadi mau" gumam Rayan sambil ia terus berguling-guling di kasurnya dan menutup wajahnya dengan bantal.
"Tunggu saja nanti aku akan balas dendam lagi dan mengintipnya lagi. Tidak apa-apa kan jika aku begitu, anak ayam itu juga mengintip tubuhku lebih dari sekali. Bisa saja dia juga meraba-raba tubuhku kan saat itu. Aaah kalo aku meraba-rabanya juga bagaimana ya.... " makhluk setengah ons itu tiba-tiba tersenyum. Pikiran Rayan sudah tercemar dengan kemesuman rupanya, namun dia masih belum mau mengakui dan mengatas namakan balas dendam untuk mengintip anak ayam dan bahkan membayangkan menyentuhnya.
Rayan tertawa sendiri sambil melihat ke arah langit-langit kamarnya. Sepertinya Rayan menjadi gila lagi, namun kali ini anak ayamnya lah penyebabnya.
__ADS_1
"Rayan.... "panggil Nara, Rayan melonjak terkejut mendengar suara cempreng si tweety. Rayan langsung terduduk dengan rambut yang kusut karena habis berguling-guling di kasur barusan.
"Kau kenapa? kau sakit? "tanya Nara
"Cepat sekali dia berganti pakaian " gumam Rayan
"Kau tidak kambuh lagi kan? "tanya Nara menelisik
"Aku sudah sembuh anak ayam..."gumam Rayan dalam hati
"Baiklah sepertinya aku harus melaporkan keadaanmu pada pak Sam. Agar dosis obatmu nanti di tambah " ucap Nara sambil pergi meninggalkan Rayan.
Demi apapun Rayan merasa sangat malu dengan tingkah konyolnya. Untung saja anak ayam itu menganggap Rayan belum sembuh dan masih depresi.
"Astaga, bukankah aku baru saja sembuh tapi kenapa sekarang aku bertindak seperti orang gila, sepertinya aku harus di periksa ... " gumam Rayan
*
*
__ADS_1
*
Kalo makin banyak yang dukung, up nya juga bakal makin sering 💃💃 yukkk kencengin lagi dukungannya 😚😚😚