
"Hey... apa yang kau lakukan Nara tidak bisa berenang"ucap Nayla panik
"Benarkah, baguslah.... "ucap Keysa tersenyum sinis
Nara terlihat kesusahan naik ke atas karena ia memang tidak bisa berenang di tambah kini kakinya kram, Rio panik dan baru akan menolong Nara namun seseorang melompat ke kolam renang dan menyelamatkan Nara dengan cepat.
Ya seseorang itu adalah Rayan, setelah mendapat kabar dari anak buahnya jika Rio mendekati Nara dengan segera ia menyudahi rapat itu walau belum selesai karena perasaannya tidak enak. Dan benar saja saat ia baru saja sampai, Rayan melihat Keysa menarik Nara dan dengan sengaja mendorongnya ke kolam renang.
Rayan semakin panik saja saat mendengar Nayla berkata jika Nara tidak bisa berenang. Maka dengan segera Rayan melompat ke kolam renang dan menyelamatkan istrinya.
Hati Rayan sangat kacau saat ini, antara marah kesal dan juga khawatir. Keysa yang melihat Rayan dengan segera menolong Nara merasa sangat sakit hati. Rayan terlihat begitu khawatir pada gadis yang ia benci itu.
Selain Rayan yang murka Rio juga menjadi semakin membenci Keysa. Gadis yang terlihat sangat lembut dari luar ini ternyata mempunyai hati yang sangat jahat.
"Keysa....!!! "teriak Rio mendengar namanya di panggil oleh Rio Keysa hanya menatapnya dengan tatapan malas.
"Apa yang kau lakukan padanya...".ucap Rio dengan sangat marah.
"Yang aku lakukan adalah hal seharusnya aku lakukan sejak dulu... " ucap Keysa tanpa merasa bersalah sedikit pun karena sudah berbuat jahat pada Nara.
"Astaga Keysa.... kau benar-benar manusia yang tidak punya hati "geram Rio dan menunjuk wajah Keysa dengan sangat marah.
"Kalian yang tidak punya hati, harusnya kalian mencintaiku bukan mencintai gadis itu.... "teriak Keysa
Rayan baru saja berhasil menyelamatkan Nara, dan sedang membaringkannya di bawah untuk membantu mengeluarkan air yang masuk ke dalam tubuhnya.
"Nara, bangun sayang... "ucap Rayan sambil terus menekan bagian atas dadanya. Hingga akhirnya Nara terbatuk-batuk dan air keluar dari mulutnya. Rayan merasa lega karena akhirnya istrinya sadar dan langsung memeluknya. Namun pandangannya kini langsung mengarah ke arah Keysa yang sedang berdebat dengan Rio.
"Sayang kau tunggu sebentar di sini... "ucap Rayan kemudian Nayla menghampiri Nara dengan membawa handuk dan menyelimuti Nara.
__ADS_1
Dengan mengepalkan tangannya serta tatapan yang mengerikan Rayan menghampiri Keysa.
"Keysa....!!! " teriak Rayan
Mendengar suara Rayan berteriak ia segera menghampiri Rayan dengan wajah tersenyum. Entah apa yang ada dalam benak Keysa hingga ia sama sekali tidak merasa bersalah karena sudah berbuat jahat pada Nara. Gadis yang sangat di cintai oleh Rayan.
Keysa dengan sengaja mendekati Rayan dan ingin memeluknya, namun dengan sigap Rayan langsung mencekik gadis yang ada di depannya. Gadis yang dulu namanya pernah terukir indah di hatinya. Namun kini gadis itu sangat Rayan benci dan kini kebencian Rayan bertambah berkali-kali lipat.
Keysa terkejut saat Rayan mencekiknya, nafasnya tersengal karena kekurangan oksigen.
"R-Rayan..... l-lepaskan a-aku.... "ucapnya terbata-bata, melihat Keysa di sakiti oleh Rayan sama sekali tidak membuat hati Rio tersentuh.
"Rayan lepaskan..... !!!" Reyhan berlari dan mencoba melepaskan tangan Rayan di leher Keysa.
"Aku tidak akan melepaskannya, gadis ini semakin gila jika di biarkan....!!! " geram Rayan.
"Tidak seperti ini caranya, jangan kotori tanganmu dengan menyentuh gadis ini.... " ucap Reyhan yang panik melihat wajah Keysa yang semakin pucat.
"Kak Ray.... lepaskan dia. Aku mohon.... "ucap Nara
Mendengar suara Nara, kesadaran Rayan mulai terkumpul lagi amarah yang tadi kian memuncak perlahan menghilang. Wajahnya kini menatap pada Nara. Kemudian Rayan menatap Keysa dengan penuh benci dan melepaskan tangannya serta mendorong Keysa hingga jatuh ke lantai.
Keysa terbatuk-batuk, namun tak ada satu orang pun yang memberi tatapan iba. Hanya tatapan tidak suka yang mereka tujukan padanya.
"Kak Ray..... "panggil Nara, Rayan pun langsung memeluk Nara dan mendekapnya dengan erat.
"Sayang kau tidak apa-apa? "tanya Ray
"Aku tidak apa-apa Kak.... "jawab Nara, Rio merasa cemburu pada Rayan. Harusnya tadi ialah yang jadi pahlawan bagi Nara bukan Rayan.
__ADS_1
Teh celup itu merutuki keterlambatannya dalam menyelamatkan Nara tadi. Jika tadi ia yang menolong Nara pasti saat ini ialah yang Nara peluk bukan Rayan begitu pikir teh celup itu sekarang.
"Sial.... "umpatnya.
Rayan pun langsung Menggendong Nara dan membawanya pergi dari sana tanpa mempedulikan semua orang.
Keysa menatap nanar kepergian Rayan, hatinya bertambah sakit saja melihat Rayan begitu mencintai Nara.
"Nay.... "panggil Reyhan
"Kenapa Rey...?" tanya Nayla.
"Aku juga mau di panggil kakak ya.... panggil aku kak Rey supaya mesra... "ucap Reyhan,Nayla pun tersenyum
"Baiklah, Kak Rey..... "ucap Nayla
"Ohh astaga kau manis sekali Nay....."ucap Reyhan dan memeluk Nayla. Rio yang melihat kudanil kasmaran itu hanya bergidik saja.
"Astaga kau sangat menggelikan.... "ejek Rio
"Kau hanya iri saja kami, dasar makhluk teh "ejek Reyhan
"Iri padamu, bermimpilah..... "ucap Rio pergi meninggalkan mereka di sana.
"Hey teh puc*k.....ulatmu ketinggalan di sini kasihan dia tidak bisa memanjat....!! "teriak Reyhan namun Rio sama sekali tidak peduli dan meninggalkan Keysa yang masih betah duduk di lantai sambil menunduk.
*
*
__ADS_1
*
Votenya sumbangin dong 😚😚 like dan komen jangan lupa ya....