TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 110


__ADS_3

Pagi ini tidak seperti biasanya Nayla yang selalu ingin dekat dengan suaminya kini malah selalu menghindar. Bukan karena tidak suka dekat dengan suaminya tapi aroma parfumnya yang membuat Nayla terganggu akhir-akhir ini padahal biasanya ia sangat suka dengan aroma Reyhan. Namun kali ini aromanya membuat Nayla selalu mual.


"Sayangku Nayla, apa salahku padamu sampai-sampai kau terus menjauhiku. Kau tahu aku selalu merasa akhir-akhir ini kau selalu membenciku" ucap Reyhan pada Nayla yang sedang duduk menjauh dari Reyhan.


"Aku tidak membencimu Kak Rey, aku sangat mencintaimu tapi aku tidak suka aromamu. Parfummu membuatku mual" ucap Nayla.


"Oh astaga, lihatlah sayang aku bahkan sudah membeli parfum yang sangat banyak. Aku selalu menggantinya setiap hari dan setiap waktu agar kau memeluku seperti biasa. Tapi kenapa kau masih saja tidak mau memelukku, aku sangat sedih sayang" ucap Reyhan dengan dramatis sangat menggelikan untuk semua orang yang melihatnya.


Drama pagi ini di mulai lagi, dengan keluhan Reyhan yang kurang pelukan. "Cobalah Kak Rey ganti dengan aroma bunga atau buah saja, mungkin itu tercium lebih segar" ucap Nayla.


"Baiklah kalau begitu, nanti aku akan membeli parfum baru lagi seperti yang kau inginkan"


"Baiklah, maaf ya Kak Rey aku juga tidak tahu aku kenapa. Tapi sungguh aku tidak berbohong aku sangat mual berada di dekatmu" Nayla merasa bersalah kepada suaminya, karena sudah membuat aktivitas dari gagang sapunya libur beberapa malam. Kasihan sekali kudanil ini.


"Tidak apa-apa sayang, aku mengerti tapi tolong cium aku dulu ya. Aku butuh tenaga untuk bekerja" ucap Reyhan lesu.

__ADS_1


"Baiklah, tapi buka dulu pakaianmu Kak" permintaan Nayla bagai angin segar untuk Reyhan. Lihat saja setelah Reyhan membuka pakaiannya lalu Reyhan akan meminta Nayla untuk memeluknya setelah itu maka, Reyhan akan langsung menggendongnya dan memintanya untuk bermain kikuk-kikuk, rencana yang sangat sempurna bukan. Kudanil ini sedang merencanakan sesuatu untuk mensejahterakan burung gagaknya.


"Oh baiklah sayang... aku akan membuka bajuku apa celan*ku juga harus di buka aku takut parfumnya menempel di celan*ku dan kau mual nanti" modus kudanil mesum pun keluar untuk mengelabui kuda poni polos itu.


"Eemmm tidak usah tidak apa-apa, lagi pula hanya cium saja kan tidak akan lama" ucap Nayla.


"Apa dia bilang tidak akan lama, lihat saja sayangku suamimu ini akan membuatmu lama menciumku tanpa penolakan" gumam Reyhan dalam hati. Reyhan pun membuka pakaiannya dan menghampiri Nayla.


"Ayo sayang cepat cium aku, di sini disini dan di sini " ucap Reyhan sambil menunjuk kening pipi dan bibirnya. Nayla pun menghampiri Reyhan dan mulai menciumnya. Reyhan pun menundukan kepalanya untuk memudahkan sang istri menciumnya.


Reyhan sudah gemas melihat istrinya dari dekat, saat Nayla mengecup bibiirnya Reyhan pun dengan cepat langsung menarik tengkuknya dan memperdalam ciumannya.


"Kak Rey.... " Nayla memukul dada Reyhan, namun pukulan Nayla malah membuat gagaang sapunya menjadi mode on.


"Maaf sayang tapi kali ini aku tidak bisa menahannya lagi" ucap Reyhan sambil menggendong Nayla dan membawanya ke ranjang tidurnya dan menidurkannya dengan perlahan.

__ADS_1


"Kak Rey kau membohongiku, katanya mau cium saja " Nayla merajuk pada suaminya.


"Memangnya kau tidak kasihan melihat suamimu tersiksa sayang...." ucap Reyhan yamg mulai mengendus leher Nayla dan mencium aromanya yang ia rindukan.


"Maaf.... tapi....."


"Sekali ini saja ya.... please" ucap Reyhan dengan tatapan yang membuat hati Nayla meleleh seketika.


"Baiklah..... " ucap Nayla mengangguk


"Yesss.......!!!! " Reyhan bersorak ria dalam hatinya, akhirnya pagi ini gagang sapunya tenggelam juga.


*


*

__ADS_1


*


Novel ini menuju End ya...... 😘😘😘


__ADS_2