
Setelah kejadian tadi saat Nara menjodohkan Nayla dengan pak Sam, Reyhan terlihat diam dan tidak banyak bicara. Ia hanya akan bicara jika di tanya saja, tidak ada celotehan yang membuat telinga semua orang terganggu seperti biasanya.
Kini mereka semua sedang berada di rumah Rayan, Nayla sudah pulang diantarkan oleh supir karena jantung Reyhan sedang tidak baik-baik saja, akan sangat bahaya jika Reyhan mengantar Nayla pulang. Karena takut jantung dan ginjalnya berpindah posisi nanti mengingat keadaan Reyhan yang sedang tidak stabil.
Mereka kini sedang berkumpul di ruang keluarga sangat jarang sekali bukan mereka berkumpul. Walaupun sebenarnya mereka berkumpul untuk melihat keadaan Reyhan yang terlihat seperti tidak baik-baik saja.
Mereka takut Reyhan depresi karena kalah saingan dengan pak Sam. Dasar kudanil kurang pintar meskipun Nayla itu bicaranya kadang eror mana mungkin Nayla akan memilih pak Sam sebagai calon suaminya. Mata Nayla masih normal jika harus menilai laki-laki.
Dan juga anak ayam durjana itu jika bicara seperti buang angin saja selalu asal bunyi. Membuat semua orang menjadi frustrasi saja.
Melihat keadaan yang sunyi membuat Nara tidak tahan ingin bicara dari tadi, hingga ia mulai mengeluarkan suaranya dan bertanya pada Reyhan.
"Rey.... aku perhatikan dari tadi kau hanya diam saja, kenapa? "tanya Nara
"Tidak apa-apa, memangnya aku harus bagaimana berlarian dan main petak umpet di rumah. Aku lelah tweety makanya aku diam saja " ucap Reyhan dengan lesu.
"Aku kira kau ingin terlihat seperti pak Sam yang terlihat kalem dan berwibawa " ucapan Nara malah menyulut kemarahan si kudanil galau.
"Memangnya kenapa aku harus seperti pak Sam, aku bahkan lebih muda dan lebih keren darinya" ucap Reyhan tidak terima dengan ucapan si tweety yang menyebalkan. Namun bukan Nara namanya jika ia tersinggung dengan ucapan Reyhan, ia malah menyandarkan kepalanya di bahu Rayan.
__ADS_1
"Astaga kenapa aku jadi di bawa - bawa begini " gumam pak Sam dalam hat yang ikut berkumpul di sana. Karena pak Sam sudah seperti keluarga bagi keluarga Guntara.
"Rayan lihatlah kudanil itu marah padaku..." ucap Nara dengan manja. Melihat tingkah istrinya yang menggemaskan Rayan langsung mengecup keningnya dengan mesra. Membuat anak ayam tersipu malu.
"Aiihh Rayan, jangan mesra-mesra begitu nanti jiwa jomblo kudanil itu meronta-ronta kan kasihan" ucap Nara.
"Dasar menyebalkan...." ucap Reyhan yang kesal melihat Nara dan Reyhan bermesraan.
"Bilang saja kalau kau itu iri, iya kan. Rayan itu walau pikirannya hanya setengah ons tapi dia itu sangat romantis padaku. Tidak sepertimu sok jual mahal.... pak Sam aku mendukungmu jika ingin mendekati Nayla" ucap Nara.
"Dasar anak ayam selalu mengatakan jika aku ini makhluk setengah ons... lihat saja aku akan memberi kejutan padamu jika suamimu ini adalah pria yang sangat pintar dan otak ayammu itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan otaku " gumam Rayan dalam hati.
"Dia memang ayam durjana, terus saja menjodohkan seorang gadis yang lucu dan imut dengan pria tua bukannya dengan pria muda dan tampan sepertiku ehh.... " Gumam Reyhan dalam hati.
"Astaga.... kenapa aku masih saja di bawa-bawa nona" gumam pak Sam dalam hati menghembuskan nafas kasar sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Di apartement Keysa Rio terus membujuk Keysa agar tidak marah dan kesal lagi padanya. Sudah berbagai macam cara Rio membujuk Keysa agar tidak marah dan kesal lagi padanya karena merasa tidak di bela oleh Rio. Namun setiap yang di ucapkan oleh Rio sama sekali tidak Keysa gubris, membuat hati dan pikiran Rio merasa lelah.
"Keysa, kenapa kau tidak mengerti aku sedikit saja. Bukan aku tidak mau membelamu tapi itu tempat umum, aku tidak mau membuat keributan dan aku juga tidak akan menang melawan pengawal itu. Mengertilah sedikit Key...."ucap Rio lemah
__ADS_1
"Kau tidak pernah mengerti aku Rio, tidak pernah....!!!" teriak Keysa.
"Tidak pernah? lalu selama ini yang aku lakukan padamu itu kau anggap apa Key...? "tanya Rio
"Semua yang kau lakukan padaku adalah tugasmu sebagai pria yang mencintaiku " ucap Keysa enteng membuat hati Rio tersentil dengan ucapan Nara. Jadi hanya sebatas itu Rio di mata Keysa.
"Lalu apa yang aku dapatkan? tidak ada Key...."jawab Rio
"Bukankah kau mendapatkan apa yang kau inginkan dari ku?"
"Tapi aku juga ingin cintamu Key, aku tidak hanya menginginkan fisikmu tapi aku juga menginginkan hatimu. Tak bisa kah kau berikan walau separuh saja....!!!" ucap Rio dengan bicara dengan nada tinggi pada Keysa.
"Tidak..... kau dengar itu" ucap Keysa dan berlalu meninggalkan Rio sendiri masuk ke kamarnya dan menguncinya.
Rio mengusap kasar wajahnya dan mengacak-ngacak rambutnya frustrasi.
"Aarrrgghhh..... " teriak Riok
Mimin ga bosan-bosan buat ingetin kalian buat ngasih like,komen dan juga vote dan gift ya, buat dukungan novel ini biar bisa terus upadate 😘😘
__ADS_1