
Keysa serta Alan dan juga Agam kini sudah berada di ruangan Nara dan melihat bayi mereka berdua. Keysa tersenyum melihat bayi itu, ia menjadi semakin tidak sabar ingin segera menggendong bayinya seperti sekarang ia menggendong bayi Nara.
"Oh ya Nara, apa kau mengalami kesulitan saat mengandung? "tanya Keysa pada Nara
"Kalau aku sih tidak, aku normal-normal saja hanya saat perutku semakin besar aku semakin kesusahan bergerak dan kesulitan untuk melakukan sesuatu. Tapi jika kau ingin menanyakan tentang kesusahan saat hamil, kau harus bertanya pada Nayla. Karena dia lumayan tersiksa saat hamil muda hingga sekarang. Ehh.. tapi sekarang dia sudah mulai normal sepertinya karena sudah mau berdekatan dengan kudanil itu " jelas Nara.
"Maksudmu dia tidak ingin dekat dengan Reyhan begitu? "tanya Keysa dan Nara pun mengangguk mengiyakan.
"Lebih tepatnya Nayla merasa tersiksa dengan berbagai bebauan yang ada di sekitarnya dan merasa mual serta pusing " sambung Rayan
"Aku harap kau tidak seperti itu Key.... "ucap Alan, karena jika Keysa mengalami hal yang di rasakan seperti Nayla sudah dapat di pastikan jika Alan sangat tersiksa pikir Alan.
"Aku tidak merasakan hal seperti itu" ucap Keysa
"Hhh... syukurlah sayang jangan sampai itu terjadi padaku " ucap Alan
"Jika itu sampai terjadi kesejahteraan gagang sapu miliku akan terancam" gumam Alan dalam hati karena ia tidak mungkin mengungkapkannya karena di sana ada Agam bocah bongsor yang masih di bawah umur . Bahkan gagang sapunya saja masih pertumbuhan, astaga apa yang sedang di pikirkan oleh Alan ini.
Mereka pun berbincang seputar kehamilan dan juga proses melahirkan kemarin. Untung saja saat ini Nara sedang dalam mode waras saat bicara dengan Keysa hingga Keysa merasa nyaman saat sharing dengan Nara. Keysa jadi merasa ssperti punya teman sekarang.
Kenapa tidak dari dulu saja ia berteman dengan Nara dan yang lainnya. Pasti ia tidak akan merasa kesepian. Karena meskipun mode warasnya jarang On, Nara adalah orang yang baik dan juga asik saat bicara. Hingga Keysa betah berlama-lama berbincang dengannya.
Hanya saja sudah saatnya Nara istirahat jadi Keysa memutuskan untuk pulang dan membiarkan Nara beristirahat. Saat pulang dari rumah sakit, wajah Keysa semakin terlihat berbinar, senyum tak luput dari wajah cantiknya. Senyum cantiknya itu tak lepas dari pandangan Alan.
Semakin jatuh cinta saja ia pada Keysa, istrinya ini memang sangat cantik meskipun terkadang sangat ketus dan juga galak. Tapi Alan merasa sangat mencintai Keysa.
Agam menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat Dady nya yang terus tersenyum ke arah sang Momy saat sedang menyetir mobilnya.
__ADS_1
"Fokus Dad.... " sindir Agam, Alan mencebikan bibirnya mendengar sindiran anaknya.
"Dasar bocah cerewet...." gumam Alan, sebenarnya Agam merasa bahagia melihat Dady nya yang sangat mencintai Momy barunya. Karena Agam juga menyayangi Momy barunya ini. Hidupnya menjadi lebih berwarna saat Keysa masuk ke dalam kehidupannya. Hidup Agam terasa lebih lengkap sekarang.
*
*
*
Setelah beberapa hari akhirnya Nara pun kembali ke rumah bersama dengan sang bayi yang di beri nama Zayan, yang berarti cemerlang. Zayan Guntara adalah nama bayi Rayan dan juga Nara.
Zayan atau biasa di panggil baby Za itu adalah buah cinta mereka berdua. Perjalanan cinta Rayan dan Nara yang tidak biasa, dan di satukan dengan cara yang tidak biasa juga. Siapa sangka jika kehidupan yang akan Nara kira akan seperti neraka malah menjadi surga dunia untuknya. Menikah dengan pria tampan kaya dan juga sangat baik hati seolah menjadi obat luka hidupnya selama ini.
"Kak Ray.... kenapa asiku tidak keluar " ucap Nara sedih, karena sejak pertama ia melahirkan asinya tidak keluar.
"Tapi kasihan kan baby Za, dia juga pasti ingin minum susu Mamahnya... " ucap Nara sedih
"Baby Za akan mengerti sayang, jangan sedih karena masih ada bayi besar yang akan menggantikannya dengan senang hati" ucap Rayan sambil tertawa dan memeluk istri kesayangannya.
"Dasar suami mesum...." ucap Nara sambil memukul pelan punggung kekar suaminya.
Mereka berdua kini sedang berada di kamar karena baby Za sedang bersama kakek dan neneknya. Tuan Sanjaya dan juga Nyonya Delia sangat bahagia dengan kelahiran cucu pertama mereka. Kata syukur terus terucap dari bibir mereka karena tidak pernah terbayangkan kebahagiaan akan menghampiri mereka. Kesembuhan puteranya, menantu yang baik dan juga cucu yang tampan. Begitu sempurna kehidupan mereka sekarang.
*
*
__ADS_1
*
Di kamar, Reyhan sedang mengelus lembut perut Nayla yang sudah semakin besar itu. "Nay, anak kita bergerak " ucap Reyhan bahagia merasa ada pergerakan di perut istrinya.
"Iya, dia aktif sekali ya, aku senang sekali saat bayiku bergerak di dalam" jawab Nayla Reyhan pun terus mengusapnya lagi berharap merasakan lagi gerakan bayinya di dalam perut.
"Wooahh....Nay dia bergerak lagi. Ya ampun, kau mau apa Nak? "tanya Reyhan sambil menempelkan pipinya di perut Nayla.
"Oh ya ampun Nay, bayi kita bilang katanya dia merindukan Papa dan ingin bermain cilukba dengan Papa" ucap Reyhan, Nayla yang mendengarnya langsung mendelik.
"Dasar kudanil, bilang saja kalau mau minta kikuk-kikuk. Selalu saja mengatas namakan anakmu " ucap Nayla
"Oh ya ampun ternyata istriku ini sangat pengertian ya.... " ucap Reyhan tersenyum
"Isshh..... tentu saja aku tahu itu kan modus lama" ucap Nayla
"Benar juga, baiklah kalau begitu aku akan mencari modus baru... "
"Huuft.... "
*
*
*
Dukungannya jangan lupa ya 😘😘😘
__ADS_1