
Pagi ini Naura merasakan tidak nyaman di perutnya, ia merasa sakit di bagian perutnya. Sakitnya memang tidak terlalu kencang tapi cukup mengganggunya. Ia sudah bolak-balik ke kamar mandi beberapa kali karena mungkin ia sakit perut karena mungkin saat hari kemarin ia terlalu banyak memakan buah-buahan.
Setelah keluar dari kamar mandi untuk yang ke sekian kali, Rio akhirnya membuka matanya dia melihat ke arah Naura yang sedang terduduk sambil melamun dan mengelus perutnya.
"Sayang kau sedang apa? "tanya Rio yang mulai beranjak bangun dan duduk di samping Naura
"Aku hanya merasa tidak nyaman di perut saja kak, perutku sakit tapi.... "
"Ayo kita ke Rumah Sakit..." ajak Rio
"Tapi kak.... "
"Baiklah aku mandi dulu, aku mau terlihat tampan saat anakku nanti lahir" ucap Rio sambil berlari dengan cepat ke kamar mandi
"Teh celup itu memang susah di ajak bicara normal, aku harus menggeser otakku dulu jika ingin bicara dengannya...." ucap Naura
Baru saja akan tiduran tiba-tiba Rio kembali lagi dan menggendong Naura perlahan. "Kak Rio, kau mau membawaku kemana? "tanya Naura yang merasa terkejut dengan sikap suaminya
"Aku akan memandikanmu, aku takut kau tidak bisa mandi sendiri.... " ucap Rio
"Ya ampun Kak Rio aku bisa mandi sendiri, jangan memandikanku aku bukan anak kecil" ucap Naura
"Aku tahu sayang, aku tahu kau bukan anak kecil partnernya inspektur ladooshing yang bisa terbang itu. Kau adalah istriku yang cantik" jawabnya sambil mengecup bibir Naura sekilas.Naura hanya pasrah saja dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, karena rasa tidak nyaman itu muncul lagi. Tapi ia memilih diam karena masih bisa menahannya, jika Naura mengatakannya lagi pada Rio jika sakit itu datang lagi. Naura takut Rio akan semakin panik, karena ia tahu bagaimana suaminya itu jika panik.
Setelah selesai mandi Rio bergegas memakai pakaiannya yang rapi dan kini ia sudah terlihat sangat tampan, lalu ia membantu Naura memakai pakaiannya serta menyisir rambutnya yang basah, karena Naura lebih suka rambutnya kering sendiri dari pada memakai pengering rambut.
__ADS_1
"Aarrkhh.... " tiba-tiba Naura memekik karena rasa sakit di perutnya terasa agak kencang hingga tanpa sadar ia mencengkeram tangan Rio dengan kencang.
"Sayang.... ayo kita ke Rumah sakit sekarang"ajak Rio dengan cemas, namun Naura terlihat sedang menghembuskan nafas dan menariknya secara perlahan.
"Iya kak...."jawab Naura perlahan
"Ya ampun semua organ tubuhku bergetar, jantungku sudah memompa dengan kencang. Ginjal dan hati juga ikut-ikutan tegang, semoga aku tidak pingsan nanti " ucap Rio sambil mempersiapkan tas yang akan ia bawa ke Rumah Sakit. Naura hanya tertawa saja melihat tingkah suaminya yang sedang panik.
"Sudahlah Kak, yang tenang jangan pingsan dulu kalau kau pingsan siapa yang akan membawaku ke Rumah Sakit. Memangnya Kak Rio mau istrinya di gendong orang? "tanya Naura
"Enak saja, tidak boleh.... tidak boleh ada yang menyentuh istriku yang cantik selain suamimu yang tampan dan gagah" ucap Rio dengan cemburu karena ia tidak mau istri kesayangannya di pegang oleh orang lain.
Dengan segera Rio membawa Naura ke rumah sakit, karena dia takut jika Naura nanti akan melahirkan di jalan. Ia tidak mau itu terjadi kepada istri kesayangannya. Dalam kasus persalinan Naura, Rio lah yang terlihat sangat panik, ketakutan yang melebihi dari rasa sakit yang dirasakan oleh Naura . Rio terus mengumpulkan kesadarannya agar ia tidak pingsan menghadapi istrinya yang sedang melahirkan.
Setelah sampai ke rumah sakit Naura langsung dibawa ke ruang persalinan untuk diperiksa. Dan ternyata Naura sudah pembukaan kelima pantas saja ia merasakan sangat sakit perutnya.
*
*
*
Setelah hampir dua jam Naura masih belum melahirkan juga dan ia masih merasakan sakit yang amat sangat bahkan sakitnya hati terasa lebih lama dari sebelumnya , Rio semakin dibuat gelisah saja ia ingin pingsan tapi ia takut dan terus mencoba untuk buat agar ia bisa menemani istrinya melahirkan.
"Kak Rio...... " Naura menangis karena ia sudah sangat kesakitan.
__ADS_1
"Sayang bertahanlah...." ucap Rio yang kini sedang di landa panik luar biasa
"Sedikit lagi Nona, tarik nafas anda perlahan lalu keluarkan pelan -pelan" ucap dokter itu. Dokter sebenarnya ingin tertawa melihat Rio, karena ia selalu melakukan apa yang Naura lakukan dan dokter perintahkan. Hingga saat Naura mengejan pun Rio malah ikut-ikutan.
Hingga satu tarikan nafas terakhir akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi yang sangat nyaring di ruangan itu.
"Syukurlah bayi anda lahir dengan selamat Tuan dan Nona...." ucap dokter itu dan memberikan bayi itu pada perawat agar bisa cepat di tangani.
Naura tersenyum lega, walau rasa lelah masih terasa "Kak Rio anak kita sudah lahir" ucapnya lemah
"Iya sayang syukurlah....." ucap Rio yang juga merasa bahagia namun kini ia merasa sangat lemas dan....
Brughhh.....
Rio jatuh pingsan saat tahu anaknya selamat, Rio sudah menahannya dari tadi namun ia berusaha kuat demi Naura.
Tubuh besar itu jatuh terkulai hingga membuat semua orang terkejut.
"Oh ya ampun, teh celupku memang sangat luar biasa " gumam Naura lemah
*
*
*
__ADS_1
Dukungannya mana nihh 💃💃💃