TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 86


__ADS_3

Malam ini adalah malam terakhir mereka menghabiskan liburan. Sebenarnya mereka masih ingin berlama-lama di sana, namun pekerjaan yang banyak sudah sangat menumpuk.


Malam terakhir di sana, mereka memutuskan untuk acara makan malam di pantai bersama. Dua pasangan itu terlihat sangat bahagia, tak pernah sedikit pun mereka berpikir jika mereka akan mendapatkan cinta secepat ini.


Reyhan sangat perhatian memberikan makanan pada piring Nayla,dan seperti biasa jika berdekatan dengan Nayla maka wajah bodohnya lah yang nampak pada diri Reyhan.


Di sana pak Sam juga ikut membantu menyiapkan makan malam mereka, sejak kedatangan Pak Sam Reyhan selalu memasang wajah waspada padanya. Kudanil ini selalu merasa takut jika kuda poninya akan jatuh cinta pada Pak Sam yang sangat kalem dan berwibawa itu.


Padahal Pak Sam sama sekali tidak tertarik pada Nayla, gadis yang lebih pantas menjadi putrinya di banding menjadi kekasihnya. Dasar kudanil posesif memang. Sugesti anak ayam masih melekat pada ingatannya tentang Pak Sam yang akan di jodohkan dengan Nara.


Astaga jika sudah begini siapa yang harus di salahkan?


"Sayang makan yang banyak yah, jangan lihat-lihat Pak Sam lihat saja wajahku yang tampan agar nafsu makanmu semakin bertambah" ucap Reyhan, Pak Sam yang mendengarnya ingin sekali memukul kepala kudanil yang tidak berakhlak ini.


"Bolehkah aku memukul kudanil tidak sopan ini" gumam Pak Sam dalam hati.


"Terima kasih, Kak Rey juga makan yang banyak ya... "ucap Nayla.


"Ya ampun, calon istriku ini sangat perhatian...."ucap Reyhan tersipu malu-malu kuda. Rayan melihat Reyhan dengan tatapan geli sedangkan Nara sejak tadi ia tidak bisa menahan tawanya, Nara tertawa terpingkal -pingkal melihat pasangan yang sedang kasmaran di depannya ini. Namun Reyhan dan Nayla sama sekali tidak tersinggung dengan Sikap Nara yang blak-blakan menertawakan mereka. Mereka berdua memaklumi anak ayam ini memang kurang waras.


" Rayan, kau juga makan yang banyak biar nanti kau kuat mengahadapi kenyataan. Kenyataan jika istrimu ini gila, kau tahu sendiri kan jika mengurus orang yang kurang waras itu memerlukan banyak tenaga" ucap Reyhan.


"Bukan untuk menghadapi kenyataan tapi untuk melayani anak ayam.... ya ampun Kak Rey cepat halalkan aku, aku juga mau seperti mereka yang bisa ehem-ehem dengan bebas" ucap kuda poni tanpa filter, Reyhan langsung tersedak mendengar ucapan Nayla yang sangat jujur ingin kikuk-kikuk dengannya. Astaga jantung Reyhan kini maraton di dalam sana.


"K-kau juga mau itu, emmm maksudku kau mau kikuk-kikuk juga denganku? 'tanya Reyhan dengan mata berbinar.

__ADS_1


"Tentu saja aku mau, aku sudah tidak sabar "ucap Nayla, seketika otak kudanil itu mendadak kotor membayangkan cara praktek bercocok tanam dengannya.


"Hilangkan pikiran kotormu itu Rey.... belum saatnya membayangkan hal itu, aku takut kau tersiksa nanti" ucap Rayan. Dalam sekejap hal indah itu langsung buyar gara-gara ucapan Rayan.


Timun import yang tadi tegang dan bersikap tidak sopan karena sudah menunjuk-nunjuk Nayla pun. Mendadak menunduk karena malu di tegur senior.


"Astaga....." Reyhan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Pulang dari sini aku akan melamarmu Nay, aku tidak mau menunda-nunda untuk menunggang kuda" ucap Reyhan mantap.


*


*


*


Reyhan mencium Nayla dengan sangat lembut dan enggan melepaskan bibir mungil itu. Mereka berciuman di dalam kamar karena mereka tidak mau menjadi tontonan para pengawal di sana. Hanya cium saja ya, tidak sampai ke yang lainnya. Meskipun Reyhan menginginkan memanjat gunung dan menyelami lembah itu sekarang namun ia selalu di ingatkan oleh imannya yang semakin tipis itu.


"Kak Rey sudah..... "Nayla melepaskan ciuman Reyhan


"Astaga Nay, maafkan aku " Reyhan melihat bibir Nayla yang bengkak karena ulahnya.


"Aku takut Kak Rey kebablasan dan aku tidak bisa menahan dan akhirnya aku jadi tekdung duluan. Ahhh ya ampun jangan sampai seperti itu" ucap Nayla.


"Tenang saja, aku ini pria sejati aku bukan pria teh celup yang akan sembarangan menyelamimu" ucap Reyhan

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu sana tidur.... "


"Sekali lagi saja yah.... "ucap Reyhan dan mencium Nayla lagi.


"Dasar kudanil mesum "gumam Nayla dalam hati


Setelah puas mencium Nayla Reyhan pun kembali ke kamarnya, namun tidak sengaja ia berpapasan dengan Rio yang sedang berjalan gontai dan terlihat tidak bersemangat.


"Reyhan.... "panggil Rio


"Kau memanggilku? "tanya Reyhan


"Iya.... boleh kita bicara? ajak Rio


"Tidak mau, aku mau berkhayal yang indah dengan kuda poniku. Jika aku bicara denganmu maka orang yang akan aku bayangkan nanti adalah kau... Aihhh aku tidak mau membayangkan wajahmu itu.... "ucap Reyhan sambil bergidik ngeri kemudian berlalu meninggalkan Rio sendiri.


"Dasar gila....."ucap Rio


*


*


*


Maaf lama up nya mimin nya lagi gak enak badan 😰....jangan lupa like nya ya biar miminnya sembuh

__ADS_1


__ADS_2