TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 37


__ADS_3

Hari ini Nara berniat akan mengunjungi paman dan bibinya yang berada di rumahnya dahulu, untuk memberikan uang yang mereka minta sekaligus memberikan surat perjanjian agar mereka tidak memerasnya lagi. Rayan juga meminta pak Sam untuk menyuruh orang untuk menjaganya takut terjadi sesuatu pada anak ayamnya yang lucu itu.


Dan bagaimana reaksi si tweety saat di berikan penjaga ? dan tentu saja reaksinya sangat luar biasa. Anak ayam mata keranjang itu sangat senang di berikan pengawal yang tampan dan gagah. Karena memang pekerja Rayan semuanya tampan dan gagah rapi dan jangan lupakan mereka semua mempunyai tubuh yang seksi. Kesukaan tweety yang genit Itu.


Pak Sam yang tahu reaksi Nara yang antusias saat di berikan pengawal hanya diam saja dan tidak melaporkan apa-apa pada Rayan. Takut jika nanti tuan mudanya shock mendengar istrinya yang jelalatan saat melihat pria tampan.


Pak Sam bahkan sampai geleng-geleng kepala karena melihat sifat nona muda satu-satunya keluarga Sanjaya itu tidak ada manis-manisnya sama sekali seperti mata air pegunungan.


Nara sedang bersiap dan merias diri di kamar, hari ini ia memakai dress selutut berwana kuning dengan corak bunga-bunga kecil yang indah yang sangat pas di tubuhnya. Rambut panjangnya ia sedikit curly di ujungnya make tipis juga menghiasi wajahnya. Hari ini Nara terlihat sangat berbeda dari biasanya. Jika keluarga benalunya melihat mereka pasti akan berdecak kagum padanya.


Ia keluar dari kamarnya dan sudah di tunggui salah satu pengawal di sana. Nara melihat pengawalnya itu ternyata memang tampan, tapi masih tampan Rayan kemanan-mana.


"Ya...ampun di rumah ini banyak sekali pria tampan yang menggoda iman. Ya tapi tetap suamiku yang paling tampan diantara semuanya "ucap Nara, pengawal itu hanya diam saja mendengar istri tuannya yang terus berceloteh. Dan mengikutinya dari belakang.


*


*


*


Nara di antarkan oleh pengawal itu ke rumah paman dan bibinya ia juga terus berdiri di belakang Nara untuk menjaganya.


Mereka semua kini sudah berkumpul di rumah itu, di sana suda ada paman dan bibinya serta Mila yang duduk diantara keduanya. Mereka sudah menunggu dengan tidak sabar, menunggu uang yang di bawa Nara lebih tepatnya.


"Mana uangnya... " ucap pamannya Nara sambil menengadahkan tangannya.Nara hanya memutar bola mata malas melihatnya. "Cepat berikan pada kami uang itu" sambung bibinya.


"Dan juga pakaian yang kau pakai, berikan padaku... "ucap Mila tidak tahu malu yang menginginkan pakaian yang di pakai oleh Nara.


"Apa...!!! " ucap Nara dengan terkejut mendengar permintaan Mila.


"Pakaianmu itu lebih cocok di pakai olehku tahu, pasti aku akan terlihat sangat cantik "ucap Mila percaya diri, Nara mencoba menarik nafasnya pelan-pelan dan mengeluarkannya. Nara mencoba mengontrol nafas untuk mengontrol emosinya menghadapi sepupunya yang tidak tahu malu ini. Kemudian Nara tersenyum melihat ke arah mereka bertiga.

__ADS_1


"Begitu ya menurutmu? lalu bagaimana aku pulang nanti? tanya Nara dengan penuh penekanan.


"Kan ada baju Mila yang sudah usang kau bisa memakainya, benar kata Mila pakaian itu akan lebih bagus jika di pakai oleh Mila " ucap bibinya membuat emosi Nara langsung naik ke ubun-ubun


"Baiklah dengarkan aku bicara kali ini, pertama aku tidak akan menukarkan pakaianku yang indah ini dengan pakaian usang milik Mila " ucap Nara


"Dasar kau memang sombong ya, padahal kau bisa menikah dengan orang kaya juga berkat orang tuaku dasar tidak tahu balas budi..." ucap Mila


"Kedua.... "Nara tidak menggubris ucapan dari sepupunya itu


"Tanda tangani berkas ini, maka kalian akan mendapatkan uang kalian jika tidak jangan harap... " tegas Nara


"Apa...memangnya berkas apa itu? tanya paman Nara


"Surat perjanjian, agar untuk kedepannya nanti kalian jangan pernah mencoba memerasku lagi "ucap Nara


"Apa...!!! kami tidak mau tanda tangan...!!!" tolak bibinya dengan tegas


"Jadi....?"tanya Nara


"Baiklah kami akan tanda tangan... " ucap pamannya terpaksa dari pada tidak mendapat apa-apa. Mau mencoba melawan juga pengawal di belakang Nara sudah pasti akan membuat mereka menjadi bebek guling. Lebih baik mereka mencari cara aman saja, yang penting dapat uang dulu pikirnya.


"Bagus... sekarang ayo tanda tangan... "perintah Nara pada mereka. Nara tersenyum senang karena merasa berhasil membuat mereka menurut. Kemudian Nara memberi mereka uangnya dan segera meninggalkan rumah itu dengan hati bahagia.


Nara pun kemudian masuk ke dalam mobil, tanpa tahu sebenarnya dari tadi ada yang mengawasinya secara diam-diam. "Ternyata benar ini memang rumah gadis itu" ucap Keysa


"Tentu saja benar, anak buahku tidak akan salah "jawab Rio


"Kalau begitu ayo kita kesana, kita jangan buang-buang waktu" ucap Keysa keluar dari mobil diikuti oleh Rio.


*

__ADS_1


*


*


Di kantor


"Pak Sam, apa tweety sudah pulang dari rumahnya? "tanya Rayan.


"Sudah dari sepuluh menit yang lalu tuan muda, pengawal yang di minta untuk menjaga nona Nara memberi tahukan saya" ucap pak Sam


"Baguslah... " ucap Rayan yang sedang fokus pada laptopnya namun sedetik kemudian ia menghentikan pekerjaannya dan melihat ke arah pak Sam.


"Ada apa tuan muda...? "tanya pak Sam


"Apa pengawal tadi tampan ?" tanya Rayan, astaga jika saja tuanya ini tahu bagaimana reaksi anak ayamnya yang sangat senang di beri pengawal yang gagah.


"I-iya tuan...." jawan pak Sam serba salah karena memang semua penjaga dan pengawal yang bekerja di tuntut untuk berpenampilan menarik dan rapi.


"Suruh pengawal itu membawa anak ayam itu segera pulang...." ucap Rayan.


"Ya...? " tanya pak Sam, tadi pengawal itu bilang Nara minta diantar belanja pikir Sam sebelum mengatakannya pada Rayan.


"Tapi nona bilang....."


"Pak Sam kau tahu kan jika anak ayam itu genit dan mata keranjang? aku takut....aku takut pegawaiku merasa shock jika di suruh menjaganya. Dia pasti sedang ketakutan sekarang, kasihan kan.... " ucap Rayan dengan raut wajah yang bingung dan pandangan yang tidak fokus menandakan jika ia sedang berbohong. Padahal yang sebenarnya ia takut anak ayamnya mengagumi pria lain selain dirinya tapi Rayan tidak mau orang lain tahu tentang pikirannya.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa dukung terus Narayan ya 😘😘😘


__ADS_2