
Alan sangat terkejut mendengar kabar istrinya masuk Rumah Sakit. Ia terus merutuki kebodohannya karena sudah teledor dalam menjaga anak dan istrinya. Apalagi Keysa kini sedang mengandung anak keduanya.
Dengan kecepatan tinggi ia membawa mobilnya menuju Rumah sakit, tak peduli dengan umpatan-umpatan yang ia terima sepanjang perjalanannya menunju Rumah Sakit.
Perasaannya sangat kacau saat ini, penyesalan semakin terasa amat dalam saat Alan melihat ponselnya dan tercantum beberapa panggilan dari Keysa yang sangat banyak juga pesan beruntun dari Keysa yang meminta pertolongan darinya.
Betapa merasa sangat jahat ia sebagai suami, Alan langsung menuju kamar dimana Keysa berada saat ia sudah sampai di sana. Dengan terus berlari ia menuju ruangan sang istri hingga saat melihat kamar dimana istrinya di rawat ia langsung mendorongnya dengan keras.
Brakkk....
"Huuhh... kemana saja duda ini" gumam Nara namun masih terdengar jelas di telinga Alan. Namun ia tidak mempedulikan ucapan anak ayam itu, karena memang ia merasa bersalah. Patutlah jika Nara menyalahkannya.
"Key... " panggil Alan
"Hey kau... jangan berisik istrimu sedang tidur" tegur Nara pada Alan. Alan pun langsung melihat ke arah Keysa yang tertidur lelap kemudian melihat ke arah Nara dan juga Rayan.
"Terima kasih banyak, kalian sudah menolong anak dan istriku " ucap Alan tulus
"Sama-sama "jawab Rayan
"Untung saja tadi aku mengajak Kak Ray pacaran dan lewat jalan sana. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang terjadi " sambung Nara yang masih geram dengan kejadian tadi.
__ADS_1
"Apa para penjahat itu sudah dilaporkan pada polisi? "tanya Alan
"Tidak" jawab Rayan, Alan terlihat terkejut saat mendengar Rayan tidak melaporkan kejadian barusan kepada polisi
"Kenapa....? "
"Karena bocah bongsor itu tidak mau Mommy nya yang durhaka itu masuk penjara " jawab Nara
"Apa....!!! " Alan terkejut saat mengetahui jika mantan istrinyanya lah dalang dibalik semua kekacauan ini.
" jadi ini semua perbuatan Amara .Kenapa dia ingin melukai Kesya dan dengan teganya dia melukai putranya sendiri " ucap Alan
Tangannya mengepal erat ia mencoba menetralkan emosinya yang kini sedang menutup-letup karena melihat anak istrinya yang terluka. Agam anaknya pun wajahnya babak belur Keysa pun terbaring lemah karena Ia mendapat laporan jika tadi Kesya sempat mengalami kontraksi karena shock.
Dan juga terlihat jelas di pipi mulusnya ada luka lebam dan robek di sudut bibirnya, Alan benar-benar tidak terima dengan perbuatan Amara. Jika Agam tidak ingin ibunya di penjara maka ia sendiri yang akan turun tangan untuk menghukumnya.
" Karena kau sudah datang kami pulang dulu karena bayi kami sedang menunggu kami di rumah, maaf tidak bisa lama-lama menunggu kalian" ucap Rayan. Alan pun mengganggu mengerti dan mengizinkan layar dan larangan untuk pulang namun sebelumnya ia mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada mereka karena sudah menolong anak dan istrinya.
Bagaimana nasib mereka juga tidak ada Rayan dan Nara yang lewat saat itu, karena bahkan ia sendiri tidak dapat menolong istrinya dan juga anaknya
Keysa mulai mengerjapkan matanya. Ia terlihat membuka matanya secara perlahan dan kemudian melihat keadaan sekelilingnya .Saat pertama kali ia membuka mata wajah pertama yang lihat adalah Alan. Betapa hatinya sbahagia Alan di sampingnya karena saat melihat Alan hatinya terasa tenang dan rasa takut yang tadi ia rasakan pun menjadi hilang.
__ADS_1
"Alan.... " panggil Keysa
"Sayang, maafkan aku... " ucap Alan memegang tangan Keysa dan menciumi tangan indah itu. Kesya pun langsung meraba perutnya dan dia sangat lega karena ternyata bayinya tidak apa-apa. Kesya sempat takut jika terjadi sesuatu kepada bayinya . Jika itu sampai terjadi ia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
"Aku berjanji mulai saat ini aku tidak akan pernah lengah lagi untuk menjaga kalian berdua, tidak maksudku kalian bertiga .Karena Putri cantikku ada di sini aku akan menjaga kalian" ucap Alan sambil mengelus perut Keysa.
"Maafkan aku sayang, aku sudah lengah dalam menjagamu dan juga anak kita, dan untuk Amara lihat saja aku akan membalaskan semua apa yang telah kau lakukan kepada anak dan istriku aku tidak akan pernah diam jika dia sudah berani melukai kalian .Akan Aku pastikan dia menyesali semua perbuatannya karena aku tidak akan pernah memaafkannya" ucap Alan lagi.
" Jangan tinggalkan aku tetaplah disini disampingku karena saat kau disampingku hatiku merasa sangat tenang" ucap Keysa pada Alan
" Tentu sayangku..... " Alan mencium kening Keysa dan memeluknya memberikan ketenangan agar Keysa merasa aman saat bersamanya.
"Amara.... awas kau"
*
*
*
Like... like nya jangan lupa ya 😚😚😚
__ADS_1