
seharian ini Nara dan Rayan mengurung diri di dalam kamar mungkin mereka sedang membuat adonan , hingga Nayla menjadi kesepian karena kudanil tampan sang pujaan hati pun kini sedang tertidur di kamarnya. Menyebalkan memang, tapi bagaimana lagi karena Reyhan mungkin sedang kelelahan karena ia bilang semalam tidak bisa tidur karena terus membayangkan ciumannya dengan Nayla yang membuatnya ingin lagi dan lagi.
Akhirnya Nayla memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke pantai sendirian yang tidak terlalu jauh dari hotel. Nayla juga membawa ponselnya agar jika ada apa-apa ia mudah menghubungi seseorang. Setelah memastikan baterai ponselnya penuh Nayla pun pergi ke pantai.
Nayla melepaskan alas kakinya, dan berjalan di atas pasir menyusuri pantai. Nayla sangat senang dan dia juga tidak merasa kesepian lagi karena di sana juga banyak orang dan suasananya sangat ramai di tambah cuaca yang sangat cerah membuat hatinya yang tadi agak kesal menjadi senang kembali.
"Oh ya ampun indah sekali, coba Kak Rey ada di sini pasti akan lebih menyenangkan. Dasar kudanil kenapa dia malah tidur sihh.... "ucap Nayla berbicara sendiri di sana.
"Hey kau..... "panggil seseorang pada Nayla, mendengar suara yang tidak asing di telinganya Nayla pun menoleh ke arah belakang. Dan benar saja seseorang sedang menatapnya, namun Nayla agak terkejut melihatnya.
"Oh astaga.... ada teh celup aku takut" ucap Nayla. Ya pria yang memanggil Nayla adalah Rio. Ia pun sedang berjalan-jalan karena sedang merasa jenuh. Jadi Rio berinisiatif jalan-jalan untuk menghilangkan rasa bosannya. Namun tidak di sangka ia melihat kuda poni sedang berjalan-jalan sendirian.
"Berhenti memanggilku seperti itu, kau merusak citra pria tampan yang menempel pada diriku "ucap Rio
"Memang kenyataannya begitu, kau kan suka sekali celap-celup "jawab Nayla, kemudian Nayla berjalan lagi meninggalkan reh celup itu sendirian. Namun Rio malah mengikuti Nayla dari belakang, pikirnya dari pada bosan sendiri lebih baik ia mengajak bocah kuda poni ini berbincang. Merasa diikuti Nayla pun langsung berbalik ke arah Rio dengan memasang wajah kesal.
"Hey jangan mengikutiku, aku mau sendirian lagi pula aku takut jika dekat-dekat denganmu aku bisa hamil nanti" ucap Nayla tanpa saringan. Sepertinya nasihat anak ayam begitu melekat pada kuda poni ini, agar jangan dekat-dekat dengan teh celup karena bisa menyebabkan kehamilan. Seperti sebuah efek samping saja minuman dingin ini.
Memang dasar anak ayam durjana, hamil itu kan harus melalui proses ehem-ehem dulu. Bukan bicara langsung tekdung, tapi sudahlah yang jelas saat ini wajah Rio menjadi pucat karena ada seorang gadis kecil yang takut dekat dengannya karena takut hamil.
__ADS_1
"Astaga, kenapa aku merasa seperti menjadi wabah virus" gumam Rio
"Sana pergi, ajaklah ulat keketmu itu memanjat menuju pucuk. Dan jangan lupa ucapkan slogannya ya...... "ucap Nayla terbahak jadi membayangkannya. "Tidak anak ayam tidak kuda poni ucapan kedua gadis kecil ini memang tidak berakhlak. Hingga Rio menghela nafas kasar.
Setelah puas tertawa Nayla pun pergi meninggalkan Rio, tapi Rio masih berjalan di belakangnya. Tidak ada maksud lain Rio juga hanya ingin menikmati keindahan pantai seperti yang lainnya. Namun tanggapan kuda poni ini sepertinya lain.
"Hey kau makhluk teh dari segala teh, jangan mengikutiku...kau tuli ya...." ucap Nayla lagi
"Oh astaga.... hey bocil aku tidak mengikutimu aku hanya berjalan-jalan dan kebetulan kau ada di depanku" jawab Rio
"Oh ya ampun, ternyata makhluk teh ini senang modus juga ya... " ucap Nayla dengan tatapan menyelidik.
"Kau hanya modus karena ingin mengikuti gadis cantik sepertiku kan, ayo mengaku "ucap Nayla sambil berkacak pinggang.
Demi ubur-ubur bikini bottom, Rio sudah tidak bisa menahan tawanya lagi. Ia tertawa terbahak, sesuatu yang sudah lama sekali ia tidak merasakannya. Kenapa gadis-gadis kecil seperti Nara dan Nayla mampu membuat hatinya bahagia walau dengan cara sederhana.
"Aiiihh, ternyata makhluk teh ini sepertinya sudah kadaluwarsa pantas saja ia menjadi gila" gumam Nayla namun gumamannya itu masih terdengar oleh Rio hingga Rio tidak bisa berhenti tertawa.
*
__ADS_1
*
*
Reyhan baru tersadar dari alam mimpinya yang ia rajut di siang bolong itu menyadari jika ia tidur terlalu lama dan meninggalkan kuda poninya sendirian. Kudanil ini merutuki kebodohannya dan segera berlari mencuci muka dan mencari sang pujaan hati.
Saat bertanya pada orang-orangnya mereka memberitahukan jika Nayla pergi ke arah pantai. "Astaga kasihan sekali kuda poniku kesepian, coba kami sudah halal dari tadi aku sudah mengajaknya tidur bersama ehhh.... "ucap Reyhan.
Kini Reyhan sudah ada di pantai untuk mencari Nayla, Reyhan mengedarkan pandangannya mencari gadis kecil yang ia nobatkan sebagai gadis kecil kesayangannya itu. Reyhan berjalan menyusuri pantai sambil melihat-lihat dimana kekasih hatinya.
Namun tidak sengaja dari kejauhan Reyhan melihat kekasihnya sedang berduaan dengan makhluk teh dan parahnya pria itu tertawa ke arah Nayla.
"Oh tidak, gadis kecilku dalam bahaya. Tunggu aku sayang Kak Rey mu akan datang dan menyelamatkanmu dari serangan pria teh celup itu.... " ucap Reyhan dan kemudian berlari ke arah Nayla dan Rio.
*
*
*
__ADS_1
Like sama komennya janga lupa ya, biar mimin gak lupa buat up 😜💃