
"Aaarkhh...." jerit Nara merasa sakit karena serangan tanduk Rayan. Rayan juga terkejut karena Nara menjerit,.pasalnya saat Rayan melihat Keysa sedang melakukan hal ini dengan Rio, wanita itu malah terlihat menikmatinya. Kenapa Nara malah menjerit pikir Rayan.
"Rayan sakit.... belalaimu keras sekali sihh" rengek Nara
"Maaf... " ucap Rayan, sambil mencoba lagi menerobos pintu masuk pabrik pengolahan bayi milik Nara. Namun ini memang sangat sulit, tidak seperti yang dibayangkan oleh Rayan.
"Oh ya ampun...ini sangat perih " ucap Nara, melihat Nara kesakitan Rayan menjadi tidak tega, namun ia juga tidak mungkin berhenti di tengah jalan. Akhirnya Rayan membungkam bibir Nara agar konsentrasi Nara terpecah dan tidak fokus pada rasa sakitnya. Dengan satu kali hentakan yang lumayan di paksakan oleh Rayan, akhirnya jebol juga gawang anak ayam ini.
"Emmpppttt...... " Nara ingin menjerit tapi tidak bisa karena bibirnya di bungkam oleh Rayan. Nara mencengkeram punggung Rayan dengan kuat . Rayan berhenti sejenak untuk menetralkan rasa sakit yang di rasakan oleh Nara. Setelah itu dengan perlahan Rayan pun menggerakan tubuhnya.
"Mulai sekarang dan selamanya kau miliku seutuhnya Nara" gumam Rayan dalam hati.
"Rasanya sangat aneh, ini sakit tapi ini juga luar biasa. Ahh ya ampun aku tidak bisa berkata apa-apa" gumam Nara.
Hingga beberapa lama mereka melakukan penyatuan, dan bahkan mereka tidak keluar untuk makan malam karena kelelahan. Rayan juga tidak mau melepaskan Nara dan terus mendekapnya. Karena kelelahan Nara pun tertidur di pelukan Rayan, namun berbeda dengan Rayan. Senyum manis terus terpancar dari wajahnya.
Rayan merasa sangat bahagia karena sudah berhasil menjebol gawang Nara. Usahanya tadi saat membobol. gawang sangat sulit, itu berarti Rayan lah pria pertama yang menyentuhnya. Itu menjadi suatu kebanggan tersendiri bagi Rayan.
Bahkan sekarang pun Rayan masih terus membelai wajah Nara yang masih memejamkan matanya dan terus membelai wajah cantiknya itu seolah tidak pernah puas melihatnya.
Bahkan keduanya masih dengan posisi polos, tubuh mereka hanya terbalut selimut saja.
"Aku mencintaimu tweety.... " ucap Rayan sambil mencium bibir Nara sekilas dan kembali tersenyum dan mendekapnya. Ya mulai saat ini hatinya ia tambatkan pada Nara, Rayan sudah cukup meyakinkan hatinya bahwa ia memang mencintai Nara.
__ADS_1
*
*
*
Reyhan dan pak Sam sudah ada di ruang makan dari tadi, namun Rayan dan Nara sama sekali tidak kelihatan. Agak aneh memang, karena biasanya Nara akan bersemangat saat makan malam tiba.
"Dimana Rayan dan tweety? "tanya Reyhan
"Tuan muda dan nona masih berada di dalam kamarnya tuan muda "jawab pak Sam
"Apa mereka tidak di beri tahu jika makan malam sudah siap? "tanyanya lagi, entahlah ada rasa tidak rela di hati Reyhan jika Rayan dan Nara mengahabiskan waktu berdua di kamarnya .
"Sedang apa mereka berdua, hingga tidak keluar kamar dari tadi " ucap Reyhan berdecak sebal, membuat pak Sam mengeryitkan keningnya melihat tingkah kudanil ini yang gelisah karena Rayan dan Nara tidak ada di sana.
"Apa... tidur? kenapa mereka tidur jam segini bahkan mereka tidak makan malam " jawab Reyhan sewot
"Mungkin nona Nara habis minum obat dam tertidur, bukankah nona juga masih sakit. Mungkin saja tuan muda Rayan sedang menemaninya hingga tuan muda pun ketiduran" ucap pak Sam.
"Ketiduran atau..... aahhh astaga " Reyhan menghela nafas kasar.
Huufft....
__ADS_1
"Kenapa aku jadi kesal begini? "gumam Reyhan, namun pak Sam hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah Reyhan.
*
*
*
Di kamar Nara mulai mengerjapkan matanya, ia terbangun karena merasa lapar karena terakhir ia makan itu siang tadi.
Saat membuka matanya yang pertama kali ia lihat adalah tubuh polos suaminya. Wajah Nara memerah, mengingat hal yang ia dan Rayan lakukan tadi.
Tadi mereka melakukan ritual bercocok tanam untuk pertama kalinya. Itu membuat anak ayam ini sangat malu, hingga wajahnya memerah membuat Rayan menjadi gemas dan mencium bibirnya kembali.
"Kau sudah bangun? "tanya Rayan, Nara pun mengangguk malu.
"Astaga otaknya tidak waras saja sudah membuat jantungku melompat-lompat bagaimana kalau di waras, aku tidak bisa membayangkannya" gumam Nara.
"Suamimu ini waras tweety, bukankah kau sudah merasakannya tadi. Bahkan yang kau takutkan salah lubang pun itu tidak terjadi " gumam Rayan dalam hati.
*
*
__ADS_1
*
Kalau likenya kenceng nanti malam aku up lagi 💃💃