TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 81


__ADS_3

Rayan dengan segera membawa Nara ke kamar agar segera bisa berganti pakaian. Karena Rayan tidak mau Nara sakit karena kedinginan.


"Kak Ray turunkan aku, aku tidak apa-apa" ucap Nara, Rayan langsung membawa Nara ke dalam kamar mandi dan memandikannya dengan air hangat. Sebenarnya Nara ingin menolak, namun melihat wajah Rayan yang masih kurang bersahabat akhirnya Nara memilih untuk diam saja dan membiarkan suaminya melakukan apa yang dia mau.


Hingga semua selesai, acara mandi dan juga berpakaian. Rayan terdiam dan memandang wajah Nara dengan intens.


"Maafkan aku Nara, harusnya aku bisa menjagamu sayang. Sudah berapa kali aku lalai menjagamu" ucap Rayan, sungguh Nara merasa terharu karena selama hidupnya tidak pernah ada seorang pun yang peduli padanya. Tidak pernah sekali pun ada yang khawatir padanya. Bahkan saat sakit pun tidak pernah ada yang merawatnya.


Namun kali ini Tuhan memberikan seseorang yang sangat mencintainya. Seseorang yang selalu menyayangi dan mengkhawatirkannya. Seseorang yang bahkan dalam mimpi pun Nara tidak pernah menghaarapkannya. Karena baginya hidupnya hanya sebatas bernafas saja tak lebih dari itu.


Nara merasa terharu dengan perhatian Rayan padanya yang begitu tulus dan lembut. Hingga tanpa sadar cairan hangat itu menetes di pipinya yang mulus itu. Melihat Nara meneteskan air matanya, membuat Rayan khawatir.


"Sayang kenapa kau menangis, apa ada yang sakit ? "tanya Rayan dan mengusap air mata di pipi Nara yang semakin banyak. "Aku bukan menangis karena sedih Kak Ray, tapi aku menangis karena sangat bahagia" ucap Nara, ia mencoba menarik nafas dengan pelan untuk menetralkan perasaannya.


"Lalu kenapa kau menangis sayang, ceritakan padaku. Apa gadis jahat itu menyakiti hatimu? "tanya Rayan lagi, namun Nara menggelengkan kepalanya.


Melihat Nara yang terlihat sangat bersedih Rayan merengkuh tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Rayan memeluk Nara dengan sayang serta membelai rambut panjangnya.

__ADS_1


"Kak Ray.... kau adalah doa-doaku yang dijawab oleh Tuhan. Kau adalah orang yang di kirim oleh Tuhan untuk menolongku dari kehidupanku yang sangat menyakitkan" ucap Nara menangis tersedu di pelukan Rayan.


Rayan hanya mengusap punggung kecil itu dengan lembut tanpa bicara. Memberi Nara kesempatan untuk mengeluarkan isi hatinya.


"Kau tahu Kak, terkadang aku selalu merasa jika Tuhan sangat jahat padaku. Aku merasa Tuhan tidak pernah menyayangiku, karena Tuhan sudah mengambil kedua orang tuaku tanpa membawaku bersama mereka. Tuhan mengambil mereka di saat aku masih sangat membutuhkan mereka." ucap Nara kemudian ia menangis lagi, tangisan yang sangat menyayat hati Rayan.


"Tuhan, ternyata di balik sikap ceria dan tingkahnya yang penuh tawa. Ternyata dia menyimpan luka yang sangat dalam" gumam Rayan dalam hati.


"Tuhan mengambil orang tuaku yang sangat baik dan menyayangiku dan menggantikannya dengan orang yang sangat jahat padaku...."


"Tak pernah sekali pun mereka menyayangiku, yang mereka inginkan dariku hanyalah agar aku tetap bernafas dan menjadi sesuatu yang mereka inginkan tanpa peduli perasaanku sedikit pun. Mereka hanya mementingkan kebahagiaan mereka sendiri tanpa perduli jika air mataku yang menjadi jalan kebahagiaan untuk mereka" Nara menangis lagi dan mengeratkan pelukannya pada Rayan seolah meminta perlindungan darinya.


"Hingga malam itu pamanku berkata jika ia sudah menjualku untuk membayar semua hutang-hutangnya. Dia bilang jika aku di jual kepada sepasang suami istri yang mempunyai anak depresi"


"Kau tahu Kak, duniaku semakin hancur saja saat itu. Bayanganku saat itu kau adalah pria yang sangat menakutkan.....Namun aku salah saat pertama aku melihatmu, kau terlihat seperti orang yang kosong. Kau terlihat hampa. Apalagi saat aku mendengar jika kau depresi karena di khianati oleh seorang yang sangat kau cintai. Sejak saat itu aku merasa kau dan aku adalah satu, kita sama-sama orang yang terluka karena cinta namun cinta yang berbeda dalam hidup kita" ucap Nara.


"Kau adalah jawaban doa-doaku selama ini Kak, maukah kau mencintaiku selamanya Kak. Dan hidup bersamaku? "ucap Nara.

__ADS_1


Rayan menghapus air mata yang masih saja mengalir tanpa bisa di tahan olehnya itu. "Tentu sayang, aku akan selalu mencintaimu. Untuk sekarang dan selamanya aku adalah milkmu bergitu pun kau adalah milikku "ucap Rayan, kemudian memeluk Nara lagi.


"Aku mencintaimu Nara, sangat mencintaimu "ucap Rayan


"Aku juga mencintaimu Kak Ray.... "


*


*


*


Terkadang seseorang yang selalu terlihat tertawa dan bahagia sebenarnya ia menyimpan lukanya rapat-rapat agar tidak ada seorang pun yang tahu tentang lukanya.


*


*

__ADS_1


*


Maaf malam ini adegannya agak melow ya 😌 like sama komennya jangan lupa. Yang votenya masih di umpetin ayo keluarin💃sedekahin buat mimin yang baik hati yang udah up tiga kali. 😜


__ADS_2