
Akhirnya dengan terpaksa Rayan membawa serta Reyhan untuk berjalan-demi kedamaian hati sang anak ayam. Mereka kini sudah sampai di tempat hiburan. Karena katanya Nara ingin main ke tempat hiburan yang belum pernah ia kunjungi selama ini.
"Wooaahhh, tempatnya bagus sekali ramai juga... "ucap Nara dengan senang. Kedua pria itu tersenyum saat melihat si tweety bahagia. Sederhana sekali cara bahagianya, hanya di bawa ke tempat seperti ini dari tadi ia tidak berhenti tersenyum.
"Hey tweety, kau ingin naik wahana itu ?"tunjuk Reyhan pada roaler coaster. Nara langsung menoleh kesana da ia langsung bergidik ngeri. "Aku tidak mau aku takut..."jawabnya
"Dari tadi kau hanya mengajak kami jalan-jalan, apa kau tidak bosan hanya melihat-lihat saja ?"tanya Reyhan
"Judulnya saja jalan-jalan, kau ini bagaimana? "jawaban si tweety memang selalu menyebalkan. Reyhan berdecak sebal mendengarnya namun Rayan malah menahan senyumnya mendengar jawaban si tweety ini.
"Oh ya ampun apa mereka tidak pusing, terus berputar-putar di sana " ucap Nara melihat wahana kora-kora
"Aku lebih pusing melihatmu... "ucap Reyhan yang langsung kena jitakan dari Rayan .
"Auuww..... " Reyhan memegang kepalanya. Nara tertawa melihat Rayan menjitak kepala Reyhan.
"Makanya, kau itu jangan cerewet. Aku saja sebal apalagi Rayan.... iya kan Rayan sayaaanng.... " ucap Nara sambil menggandeng tangan Rayan dana menyandarkan kepalanya di tangan kokoh Rayan. Karena bahkan tinggi Nara masih di bawah bahu Rayan. Pantas saja mereka memanggilnya tweety si anak ayam, karena gadis ini memang sangat kecil.
"Ayam genit.... " ucap Reyhan mendelik
Wajah Rayan memerah karena Nara memanggilnya sayang dan Nara menggandeng tangan Rayan hingga tanpa Nara sadari buah mangganya menempel dan terasa di tangan Rayan. "Astaga.... dia malah menempelkan mangga mudanya, aku kan jadi ingin menyentuhnya" gumam Rayan dalam hati.
"Aihhh...lihatlah wajahmu merah lagi Rayan. Uhhh kau selalu membuatku gemas aku jadi ingin menciumu, ya ampun.... ya ampun kuatkan imanku.... " ucap Nara sambil menutup wajahnya seperti biasa
"Jika terus begini, imanku juga bisa runtuh tweety" gumam Reyhan
__ADS_1
"Oh astaga.... kau malu-malu kambing gara-gara gombalan anak ayam ini" bisik Reyhan pada Rayan.
"Kau itu jomblo, mana mengerti...." bisik Rayan pada Reyhan, untung saja. di sana sangat ramai dan berisik jadi anak ayam ini tidak tahu jika kedua makhluk tinggi dan tampan ini sedang berbisik. Dan untung saja gadis ini pendek jadi tidak bisa melihat apa yang dilakukan Rayan dan Reyhan di belakangnya.
"Ahh... dasar kau. Oh iya, nanti kau tidak boleh mengamuk ya aku tidak mau kerepotan nanti" ucap Reyhan sambil tergelak
"Sialan.... " jawab Rayan.
*
*
*
Mereka kini sudah sampai di sana, dan hotel milik keluarga guntara itu ternyata sangat besar dan mewah. Nara berdecak kagum melihatnya. Baru kali ini Nara menginjakan kaki di tempat seperti ini.
Baru saja sampai dan hendak duduk, ulat bulu dan minuman dingin itu menghampiri mereka bertiga. Sepertinya kedua manusia ini selalu mengikuti kemana pun Nara pergi.
Dan memang benar , setiap hari Keysa menyuruh orang untuk memberi informasi tentang Rayan dan juga Nara padanya. Sebenarnya sejak tadi Rio dan Keysa mengikuti Rayan namun dari tadi Rio dan Keysa menjaga jarak agar mereka tidak curiga diikuti.
Tujuannya apalagi jika bukan ingin Rayan kembali pada Keysa. Manusia tidak tahu malu ini memang sangat percaya diri jika Rayan akan kembali padanya.
"Hai Rayan, apa kabar.... "sapa Keysa dengan suaranya yang lembut. Rayan hanya diam saja tidak menanggapinya, begitu pun dengan Nara dan juga Reyhan.
Masih dengan posisi tidak tahu malu, Keysa dan Rio ikut duduk dan bergabung bersama dengan mereka bertiga.
__ADS_1
"Rayan aku sangat merindukanmu.... " ucap Keysa.
"Hey.... nona Keykey dia itu suamiku kau salah alamat merindukan suami orang..."ucap Nara
"Jangan mengganggu kami, pergilah kalian berdua "usir Reyhan
"Kami datang dengan baik-baik Rey.... " ucap Rio, namun Reyhan malah memalingkan muka.
"Kalian tidak usah lagi menyembunyikan keadaan Rayan, aku sudah tahu semuanya. Aku hanya ingin Rayan sembuh dan dengan keberadaanku aku yakin akan sembuh" ucap Keysa
"Memangnya suamiku sakit apa, sampai kau repot-repot ingin menyembuhkannya... "ucap Nara dengan ketus
"Aku tahu Rayan depresi dan itu karena dia terlalu mencintaiku, hingga ia tidak sanggup melihatku dengan pria lain" ucap Keysa. Nara terkejut mendengarnya tapi tidak dengan Rayan da Reyhan yang sudah tahu jika gadis tidak tahu malu ini mencari informasi tentangnya. Rayan dan Reyhan melihat ke arah Nara. Nara terlihat menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya.
"Oh astaga... Rayan itu depresi bukan karena dia terlalu mencintaimu, tapi ia depresi karena setiap hari ia merutuki kebodohannya karena sudah mencintai wanita depresi yang suka batang temannya, kau mengerti nona Keykey.... " ucap Nara penuh penekanan.
"Apa kau bilang..... ?" Keysa menahan geram, berbeda dengan Rayan dan Reyhan yang menahan senyum.
*
*
*
kalo like nya kenceng nanti mimin up lagi 💃💃💃
__ADS_1