
"Kau....!!! "tunjuk Amara pada Keysa.
"Turunkan tangan kotormu dari depan wajah istriku... sedikit saja kau melukainya kau akan merasakan akibatnya...!!!" teriak Alan.
Tiba-tiba saja Alan udah ada berada di sana dengan Tatapan yang sangat marah pada Amara. Melihat Alan datang dengan wajah yang sangat marah bukannya Amara takut tapi ia malah dengan sengaja mendekati alam dan menggandengnya
"Alan apa kau setuju jika kita bersama lagi, kita berkumpul lagi seperti dulu aku kau dan juga Agam. Tinggalkan wanita itu dan Kembalilah padaku, dia bukan wanita yang baik untukmu dan juga bukan Momy yang baik untuk Agam " ucap Amara.
Sebelum Alan membuka mulutnya untuk meluapkan amarahnya pada Amara, Kesya sudah dulu lebih lantang mengeluarkan kemarahannya pada Amara.
"Lepaskan tangan gatalmu dari tangan suamiku, wanita gatal... jangan mencoba untuk menyentuhnya karena Alan hanya milikku kau wanita tidak tahu diri sebaiknya kau pergi dari sini ucap Keysa dengan sangat marah karena melihat suaminya di sentuh oleh Amara
Kilatan marah yang ada dalam wajah Alan sedikit meredup karena mendengar ucapan Kesya yang berarti pengakuan terhadap dirinya yang mengucapkan Alan adalah suaminya itu adalah hal yang sangat langka akan belum pernah Alan dengar dari mulut Keysa.
Alan pun melepasakan tangan Keysa yang melingkar ditangannya. Amara yang di perlakukan seperti itu sangat tidak terima.
"Alan.... " lirihnya dengan memasang wajah memelas, namun Alan sama sekali tidak peduli pada Amara dan menghampiri Keysa.
"Sudahlah Mom.... Aku tidak akan pernah menolakmu jika kau ingin menemuiku karena kau adalah ibuku, ibu kandungku. Tapi tidak seperti ini caranya berlakulah dengan baik dan bersikaplah dengan sopan maka aku akan menyambutmu dengan sayang, jangan seperti ini kau malah membuatku semakin terluka Mom... " ucap Agam
Amara pun sudah tidak bisa menahan air matanya lagi perasaannya kini campur aduk antara sedih kecewa marah dan cemburu menjadi satu, tapi yang jelas ia sangat membenci Kesya merasa karena Keysalah, Alan dan Agam menolaknya.
Merasa sudah tidak bisa melakukan apapun lagi, akhirnya Amara pun memutuskan untuk pergi dan meninggalkan mereka. Karena ia merasa percuma saja jika Alan dan Agam tidak berada di pihaknya. Ia akan memikirkan rencana kedepannya untuk membuat hati Agam dan juga Alan, serta cara untuk menyingkirkan Keysa.
Akhirnya Keysa bisa bernapas dengan lega, karena melihat Amara sudah pergi tapi kini i ia merasa kepalanya sangat pusing, entah karena tadi ia jatuh saat didorong oleh Amara atau karena hal lainnya .
Karena saat ini kepalanya terasa sangat sakit dan juga pusing. Alan pun menghampiri Keysa dan juga Agam. Namun Alan melihat wajah sangat pucat. Ia pun bertanya pada Keysa.
"Key.... " panggil Alan
__ADS_1
"Mom.... " Agam pun mencoba memanggil Keysa yang terus memegangi kepalanya.
"Kepalaku sangat pusing, mungkin karena aku tadi sangat marah pada ulat bulu itu... " ucap Keysa.
"Astaga itu adalah mantan panggilanku, bahkan aku sangat malu saat mengucapkanya" gumam Keysa dalam hati. Namun semakin kesini kepalanya semakin pusing matanya pun berkunang-kunang dan suara-suara sudah mulai tidak terdengar dengan jelas oleh Keysa, hingga ia mendengar suara Agam dan Alan yang memanggilnya namun terasa sangat jauh setelah itu ia merasakan pandangannya gelap dan Keysa tidak bisa melihat apa-apa lagi.
"Key...!!! "
"Mom...!!!"
Ucap Alan dan Agam berbarengan mereka terkejut melihat Keysa pingsan . Alan pun dengan segera menggendong istrinya dan membawanya ke rumah sakit untuk diperiksa. Agam pun memutuskan untuk ikut dan izin dari sekolahnya karena khawatir dengan keadaan ibu sambungnya.
*
*
*
"Alan... Agam... " panggil Keysa
"Syukurlah kau sudah sadar.... " ucap Alan
"Aku sangat bahagia Mom... " ucap Agam.
"Kau bahagia melihat Mommy mu pingsan? "tanya Keysa mengerucutkan bibirnya.
"Aku bahagia karena akan mempunyai seorang adik.... " ucap Agam tersenyum senang.
"Apa.... !!!" Keysa sangat terkejut mendengarnya
__ADS_1
"Iya Key.... kau hamil aku sangat bahagia " ucap Alan mencium kening Keysa dengan sayang.
"Dad.... " tegur Agam sebelum bibir nackal Dady mencium yang lain. Alan dan Keysa tersenyum.
*
*
*
Karena Keysa di diagnosis hamil oleh dokter untuk itu Alan langsung membawanya ke tempat Obigyn untuk diperiksa lebih lanjut tentang kehamilannya. Namun tidak disangka saat di sana secara tidak sengaja Keysa berpapasan dengan Nara Nayla dan juga Naura yang akan cek kandungan.
Ketiga ibu hamil itu terkejut saat melihat Keysa, mereka pun langsung memasang wajah siaga satu.
"Oh ya ampun ada ulat keket.... " ucap Nara yang perutnya semakin besar karena usia kandungannya yang sudah menginjak sembilan bulan. Dan juga Nayla kandungannya berusia tujuh bulan dan juga Naura kandunganya yang baru berusia lima bulan.
"Amankan teh pucuk takutnya dia ingin memanjat" sambung Nayla.
"Oh ya ampun, teh celupku dalam bahaya.... " ucap Naura.
"Mereka siapa Mom....? "tanya Agam,mendengar panggilan Agam pada Keysa membuat mereka terkejut.
"Apa.....!!! "
*
*
Hari ini up tiga bab, rajin banget ya Mimin 😌 kalian juga harus rajin dukung biar aku semangat 💃💃
__ADS_1