
Sore ini Rayan dan juga Reyhan sedang mengasuh anak mereka. Mereka berdua terlihat seperti Papa muda yang bahagia. Mereka berdua tertawa berdua saat mengajak ngobrol anak-anak mereka. Nara dan Nayla melihat interaksi suami mereka dengan tersenyum karena mereka berdua juga sangat bahagia dengan kehidupan mereka yang sekarang.
Namun sekali-sekali mereka juga tertawa karena melihat mereka berdua yang terlihat sangat lucu.
"Ya ampun lihatlah suami tampanku itu, ia terlihat sangat keren saat sedang menggendong Zayan " ucap Nara sambil menatap kagum pada Rayan.
"kak Rey juga ketampanannya menjadi berkali-kali lipat saat sedang menggendong Rafa " Ucap Nayla
"Aku sangat bahagia melihat mereka berdua, dua pria tampan dalam hidupku "
"Kau benar Nara, terima kasih ya karena aku berteman denganmu aku jadi bisa menikah dengan lelaki tampan yang sangat baik dan juga sangat mencintaiku" Ucap Nara
"Itu semua sudah takdir dari yang maha kuasa, dan jangan lupa berterima kasihlah pada paman dan bibiku yang sudah menjualku " ucap Nara sambil terbahak
"Oh ya ngomong-ngomong kemana ya mereka ?" tanya Nara lagi
"Mereka semua sudah pindah, itu pun dengan sembunyi-sembunyi karena banyak rentenir yang mengejarnya" ucap Nayla
"Benarkah? "tanya Nara yang merasa terkejut dengan kabar itu, dan Nayla pun menganguk. Sebenarnya Nara sangat menyayangi paman dan bibinya itu, namun terkadang sifat jahat mereka membuat Nara tidak bisa menerima mereka. Dan mereka jugs senang sekali memanfaatkan Nara.
*
__ADS_1
*
*
Di tempat lain, Keysa juga sedang berkumpul demgan keluarga kecilnya. "Alan yang sedang meminum kopinya sambil menikmati istirahat sorenya. Sejak kehamilan Keysa yang mulai membesar Alan memang selalu pulang lebih awal dan selalu membatasi jam kerjanya. Dan si bongsor dia tidak pernah mau jauh dari sang Momy cantiknya, karena ia merasa tugas menjaga Keysa adalah tugasnya.
Keysa merasa tidak nyaman dengan duduknya karena perutnya yang sudah besar itu. Dengan siaga Agam memberikan bantal kecil untuk sandaran kepala pinggul dan kakinya.
Alan yang melihat interaksi mereka berdua sangat bahagia.
"Mom kapan adiku ini akan lahir? "tanya Agam
"Menurut hpl minggu-minggu ini, memangnya kenapa, apa kau sudah tidak sabar ingin melihat adikmu? "tanya Keysa
"Usia enam belas tahun kau baru punya adik, seharusnya kau punya pacar sekarang " ucap Keysa sambil tersenyum
"Bukan enam belas tapi empat belas tahun..."ralat Alan
"Whaatt...... " Keysa sangat terkejut mendengarnya, anak sambungnya yang bongsor ini ternyata baru berusia empat belas tahun.
"Iya sayang, kenapa kau sangat terkejut? "tanya Alan
__ADS_1
"T-tapi.... tapi, Oh ya ampun.....badan sebesar itu baru empat belas tahun" Keysa geleng-geleng kepala mendengarnya
"Agam pernah loncat kelas jadi dia sekarang sudah ada di SMU.... harusnya Agam baru kelas delapan
"Oh ya ampun.... Agam kau memang benar-benar bocah bongsor. Kau makan apa sejak kecil.... Aaah aku tahu kau pasti minum susu unta iya kan ?"tanya Keysa
"Yang benar saja Mom, memangnya siapa yang mau memerasnya... " ucap Agam geleng-geleng kepala
"Tentu saja Dadymu memangnya siapa lagi.... " ucap Keysa santai
"Key.... " ucap Alan, namun Keysa malah tertawa saja melihat wajah Alan yang terlihat sebal.
"Aaarrkkhhh..... " pekik Keysa sambil memegangi perutnya
"Key.... "
"Mom.... " panggil Agam dan Alan bersamaan, mereka berdua langsung menghampiri Keysa.
*
*
__ADS_1
*
Up dua bab nihhh.... 😚😚💃💃💃