
Yang benar saja, kenapa aku harus menikah dengan gadis ingusan sepertinya!" bantah seorang pria tampan yang sedang menatap sinis sambil bergidik saat melihat gadis cantik yang ada di hadapannya.
Tak terima dengan kata-kata pria itu, gadis cantik bertubuh mungil itu pun langsung bangun dan menghampiri pria itu. Hingga si pria tampan langsung beringsud menjauh karena takut pada gadis itu, mungkin lebih tepatnya ia merasa risih.
"Memangnya siapa juga yang mau menikah dengan pria cantik sepertimu, bahkan melihat kotor@n cicak saja kau sudah berlari seperti melihat hantu!"
"Apa kau bilang? Pria cantik! Astaga, bicara sekali lagi aku lempar kau ke kolam bebek! Dasar gadis jorok!"
__ADS_1
"Dasar laki-laki tanggung!"
"Sudah-sudah, kalian jangan bertengkar! Daddy sengaja mempertemukan kalian karena Daddy ingin kalian menikah!" ucap Zayan, Ayah dari pria tampan ini.
"Tidak!" jawab keduanya.
"Mommy sakit?" tanyanya.
__ADS_1
"Iya, Mommy sakit karena kau menolak pernikahan ini," jawabnya dengan ekspresi sangat sedih, tak lupa air mata ayam pun ia keluarkan agar anaknya yang perasa ini merasa bersalah.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?"
"Menikahlah dengannya, Zavier. Mommy mohon,"
Terdengar hembusan napas panjang dari pemilik bibir berwarna merah muda itu. Selama ini Zaira adalah kelemahannya, tak pernah sekalipun ia membantah ucapan dari Mommynya ini. Apalagi jika air matanya sudah keluar, membuat pria tampan yang bernama Zavier itu tak bisa menolak apapun yang menjadi keinginan sang Mommy. Hingga akhirnya ia pun dengan terpaksa menerima perjodohan dengan gadis yang sejak kecil selalu ia hindari. Meskipun pernikahannya nanti mungkin tak akan bahagia, akan tetapi demi kebahagiaan Mommynya, Zavier rela menerima perjodohan itu.
__ADS_1