
Entah kenapa setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Keysa hati Rio seakan membeku. Awal mendengarnya hatinya terasa hancur namun setelah itu hatinya terasa membeku.
Setelah semua yang di lakukan olehnya selama ini, hati Keysa tetap tidak menjadi miliknya. Ada rasa tersentil dihatinya, merasa semua pengorbanannya sia-sia belaka.
Rio duduk termenung di kamarnya, memikirkan semua hal yang telah terjadi dua tahun belakangan ini. Kenapa Rio merasa hidupnya terasa hampa. Selama bersama Keysa tak pernah sekali pun ia melihat Keysa tersenyum dengan tulus. Wajahnya memang sangat cantik dan tubuhnya juga sangat indah. Tapi senyuman jarang menghiasi wajah cantiknya.
Berbicara tentang senyum, Rio jadi teringat seorang gadis kecil yang selalu tersenyum. Bahkan bukan hanya tersenyum tapi dengan mudahnya ia selalu tertawa. Tiba-tiba satu nama keluar dari bibirnya sambil tersenyum.
"Nara.... " gumam Rio, ia membayangkan wajah cantik Nara dengan tubuh mungil bibir kecil dan bermata. indah. Namun sangat cerewet dan bibir kecilnya selalu ia hiasi dengan senyuman.
"Kenapa dengan mengingat gadis cerewet itu aku jadi bahagia " gumam Rio sambil memejamkan matanya dan tersenyum bahagia. Sudah sejak lama Rio merasa tidak pernah tersenyum seperti itu.
Namun lamunan indahnya buyar saat terdengar ponselnya berbunyi dengan nyaring. Rio berdecak sebal karena bayangan indah tentang gadis cerewet itu buyar. Apalagi saat melihat siapa yang menghubunginya, membuat Rio tambah kesal saja. Biasanya ia akan sangat senang jika Keysa menghubunginya. Namun kali ini rasa itu malah pergi dan entah kenapa Rio jadi merasa terganggu.
Apa itu artinya cintanya untuk Keysa telah hilang atau bagaimana, Rio masih belum memahami hatinya untuk saat ini.
Karena ponselnya terus berdering, Rio pun menggeser icon berwarna hijau dan menempelkan ponsel di telinganya.
"Hallo Key, ada apa? " tanya Rio dengan malas.
"Rio.....aku mendengar kabar jika Rayan akan pergi berlibur" ucap Keysa
"Lalu......?" Rio masih enggan bicara dengan gadis yang menyakitinya itu
"Aku ingin kau menemaniku untuk mengikuti mereka, masa kau tidak mengerti maksudku" ucap Keysa dengan nada kesal pada Rio.
__ADS_1
"Aku banyak pekerjaan Key....kau pergi sendiri saja" jawab Rio karena ia memang merasa malas untuk pergi. Dan juga mengikuti orang liburan, untuk apa pikir Rio. Masih banyak pekerjaan yang lebih penting yang lebih baik dari pada mengikuti orang pergi liburan.
"Aku ingin kau menemaniku Rio, aku tidak rela gadis menyebalkan itu bermesraan dengan Rayan "ucap Keysa.
"Maksudmu Nara akan ikut? "tanya Rio mulai bersemangat mendengar gadis yang baru saja ia pikirkan.
"Tentu saja ia akan ikut, kau ini bagaimana "kesal Keysa.
"Baiklah.... aku akan menemanimu "jawab Rio tersenyum penuh arti.
*
*
*
Pasti akan sangat menyenangkan jika berliburan di pantai pikir Nara. Semua setuju saja dengan usul anak ayam ini. Karena mereka memang tidak punya ide akan berlibur kemana.
Nayla pun ikut karena di ajak oleh Nara, Rayan sama sekali tidak masalah. Selama istrinya bahagia maka Rayan akan mengabulkan keinginannya.
"Rayan lihatlah apa aku cantik? "tanya Nara, ia menggunakan dress mini yang simple dan juga rambut panjangnya tergerai indah riasan sederhana menambah kecantikannya.
"Cantik...."jawab Rayan memandangi Nara yang sedang membolak-balikan tubuhnya di depan cermin.
"Ya ampun, aku ini memang sangat cantik. Sejak menikah denganmu kecantikanku semakin bertambah setiap harinya" ucapnya dengan percaya diri membuat Rayan tertawa karena melihat istrinya yang menggemaskan. Karena memang benar jika Nara terlihat semakin cantik saja.
__ADS_1
Rayan mendekati Nara dan memeluknya dari belakang, menempelkan bibirnya di leher jenjang milik Nara. Dan mengendus aromanya yang wangi membuat Rayan semakin terus menciumi leher Nara.
"Rayan.... " Nara merasa geli dengan apa yang di lakukan Rayan padanya. Rayan kemudian membalikan tubuh istrinya dan memandang wajah cantik itu. Mengelus pipi mulusnya dan kemudian mencium bibir kecil yang selalu membuatnya candu.
Rayan terus menciumi Nara seolah ia tidak mau berhenti. Nara mendorong dada Rayan karena ia merasa kehabisan oksigen.
"Rayan kau membuatku sesak.... " ucap Nara, Rayan tersenyum dan mengusap bibir Nara yang basah akibat perbuatannya.
Rayan merengkuh tubuh mungil itu dan memeluknya dengan erat. Nara merasa waspada jika Rayan sudah menempel begini, karena permainan kuda lumping pasti akan di mulai.
"Rayan jangan dulu main kuda-kudaan ya, kita kan mau berangkat kasihan Reyhan dan Nayla menunggu kita nanti" ucap Nara, Rayan pun mengangguk setuju.
"Baiklah tidurkan dulu gagang sapumu itu ya, jangan sampai nanti dia bersikap tidak sopan dan menunjuk-nunjuk orang lain . "ucap Nara. Rayan langsung menoleh ke arah burung elangnya yang sudah siap terbang.
"Ahhh... anak ayam ini memang luar biasa. Torpedoku ia bilang gagang sapu" gumam Rayan dalam hati.
*
*
*
Udah double up nihh....
Liken sama komennyan mimin tunggu 💃
__ADS_1