TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 112


__ADS_3

Setelah mendapatkan jatahnya yang tertunda selama beberapa hari. Membuat raut wajah Reyhan kembali terlihat bahagia. Kabut yang sempat singgah di wajahnya itu kini sudah hilang berkat acara bermainnya tadi pagi dengan Nayla.


Rayan yang melihatnya pun merasa sangat geli, melihat tingkah sepupunya.


"Kenapa kau tersenyum-senyum seperti itu...?" tanya Rayan.


"Oh astaga.... kau tidak bekerja? "tanya Reyhan berjingkat kaget saat melihat Rayan.


"Istriku sedang minta di temani "jawab Rayan yang sedang duduk di sofa bersama Nara yang bergelayut pada Rayan.


"Wooahhh anak ayam rupanya sedang ingin di manja" ejek Reyhan.


"Ibu hamil memang harus selalu dimanja"ucap Nara ,yang sedari tadi tidak mau lepas dari Rayan.


"Baiklah tidak masalah jika kau tidak bekerja karena aku sudah punya kekuatan yang banyak untuk melakukan tugasku" ucap Reyhan.


"Aiiihh.... pantas saja Nayla tidak ikut turun bersamamu. Ternyata kalian habis kikuk-kikuk ya" gumam Nara mencebikan bibirnya.


"Tentu saja itu harus dilakukan karena itu sumber tenagaku di pagi-pagi...."jawab Reyhan.


"Dasar kudanil.... "

__ADS_1


*


*


*


Keysa pergi dari apartement dengan langkah gontai, hidupnya kini seolah kehilangan semangat. Ia telah kehilangan Rayan dan juga Rio yang dulu sangat mencintainya. Keysa kehilangan mereka dalam waktu yang bersamaan.


Hidupnya terasa sangat hampa, ia merasa hidup seperti seorang diri. Ayah dan ibunya sudah lama bercerai sejak ia masih kecil. Kedua orangtuanya menikah lagi dan sudah punya keluarga masing-masing. Keysa hanya tinggal dengan seorang pelayan yang merawatnya dari kecil hingga ia dewasa seperti sekarang.


Tak pernah sekalipun ia bertemu dengan orangtuanya sejak dua tahun yang lalu. Bahkan untuk menanyakan kabar pun tidak pernah, yang terpenting bagi orang tua Keysa adalah mengirimkan uang setiap bulannya. Hanya itu saja kewajiban yang orangtuanya penuhi terhadapnya.


Ia merasa bingung harus melangkah kemana, ia tak punya siapa-siapa dan hanya seorang diri. Ia ingin sekali mengadu dan mencurahkan semua isi hatinya, mencurahkan semua keluh kesahnya.


Keysa merasa lelah dan duduk di bawah pohon dekat danau buatan, danau itu terlihat sangat indah dan tempat yang ia duduki sangat nyaman dan sejuk. Setidaknya saat ini tempat yang ia singgahi membuat hati dan pikirannya tenang.


Tempat di sana juga dekat dengan sekolah, Keysa melihat anak-anak sekolah itu dengan tersenyum. Melihat betapa bahagianya mereka yang sedang menikmati masa-masa remajanya. Ya itu adalah Sekolah Menengah Pertama. Dimana banyak remaja di sana.


Saat itu sepertinya jam istirahat karena mereka sedang sibuk memakan bekal yang mungkin di siapkan oleh ibunya, sesuatu yang sangat Keysa inginkan.


Keysa memejamkan matanya berusaha menetralisir hatinya yang sedang kacau. Sampai ada suara yang mengganggunya.

__ADS_1


"Tante kau menduduki tempatku... " ucap remaja itu. Merasa kenyamanannya di ganggu dan terlebih bocah itu memanggilnya Tante, membuat Keysa merasa geram.


"Hey bocah berani sekali kau memanggilku Tante, dan tempatmu yang mana ini tempat umum. Semua orang bebas duduk di sini, jangan seenaknya" ucap Keysa marah pada bocah itu.


"Aku terbiasa duduk di situ, dan kau hanya orang baru yang singgah dasar menyebalkan " ucap bocah itu.


"Oh astaga.... kau benar-benar tidak sopan" ucap Keysa.


"Terserah....." ucap remaja itu kemudian ia duduk di tempat yang tidak jauh dari Keysa.


"Dasar bocah tengik..... " ucap Keysa.


"Bocah tengik itu putraku Nona.... " ucap seorang pria yang tiba-tiba berada di sana.


*


*


*


Kayanya namatin novel ini aku undur ya, karena kasian ulat keket belum dapet pasangan 😌 yang setuju novel ini di lanjut komen ya.... 😚😚😚

__ADS_1


Vote.... vote... vote


__ADS_2