
Amara sangat terkejut saat Alan mengatakan akan melaporkannya kepada polisi. Bukankah Agam tidak setuju jika ia di bawa ke polisi, ya sebaiknya Amara menggunakan nama Agam untuk saat ini. Untuk menyelamatkannya, Amara yakin jika Agam tidak akan tega jika ibunya sampai masuk penjara.
"Apa kau tega melihat Agam bersedih karena ibunya yang masuk penjara? " tanya Amara dengan memasang wajah yang sangat besedih dan berharap jika Alan akan mencabut tuntutannya.
"Aku tidak bisa menolak permintaan Agam " jawab Alan menyunggingkan senyumnya pada Amara, senyum mengejek dan juga meremehkan.
"Apa maksudmu, Alan ?" tanya Amara tidak mengerti
"Biar ku perjelas Amara, agar otakmu yang bodoh dan tidak waras itu mengerti, jika sebenarnya Agamlah yang memintaku untuk memenjarakanmu demi kedamaian hidup kami sekeluarga " ucap Alan penuh penekanan
"Apa....!!!"
Sebenarnya Alan tidak ingin menyakiti hati Amara dengan mengatakan hal itu, tetapi perbuatan Amara sudah sangat keterlaluan karena ia hampir saja melukai istrinya dan juga membahayakan calon bayinya . Amara juga sudah melukai Agam hingga membuat Agam terluka dan itu yang membuat Alan menjadi geram dan tidak bisa memaafkan sikap Amara yang sudah sangat keterlaluan itu.
__ADS_1
"Kau benar-benar tega padaku Alan, demi perempuan itu kau rela memasukkan ke ke dalam penjara. Kau benar-benar tidak punya hati Alan. Kau sangat jahat...!!!" Amara tidak terima dengan keputusan Alan.
"Bukan aku yang jahat tapi kau yang sudah berulah, kau sendirilah yang memulainya tapi kau tidak bisa menerima akibatnya. Maka dari itu gunakan otakmu untuk berpikir lebih dulu agar kau tidak melakukan hal bodoh lagi yang menjerumuskanmu ke dalam masalah yang besar" Amara terdiam mendengar keputusan Alan
"Keputusanku sudah bulat jika kau tidak diberi pelajaran seperti itu, aku yakin atau melakukan hal yang lebih lagi untuk membahayakan istriku dan juga anak-anakku. Aku tidak mau itu terjadi itu lebih baik aku mengamankanmu demi keselamatan keluargaku dan aku harap kau mengerti dan kau bisa memikirkan kembali apa saja yang telah kau perbuat selama ini " tegas Alan.
Untuk saat ini Alan tidak ingin kecolongan lagi hingga membahayakan keselamatan anak-anak dan juga istrinya. Ia tidak ingin Amara dibebaskan begitu saja karena yang dikhawatirkan adalah Amara kembali berulang dan mencelakai istrinya dan juga anaknya yang sedang dikandung oleh Keysa. Alan tidak mau itu terjadi untuk itu ia bersikukuh untuk memenjarakan Amara, mau tidak mau Amara harus siap menjalani hukuman itu.
"Aku sangat membencimu Alan, sangat membencimu. Kau melukai hatiku dengan sangat dalam Alan, tidakkah kau pikirkan itu " Amara memalingkan wajahnya sambil berderai air mata.
Saat sedang menangis, di belakang Amara sudah ada dua aparat kepolisian yang sudah siap membawanya. Saat ini ia merasa sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, ia hanya pasrah dengan keadaanya. Ya memang karena dengan kebodohannya ia telah menjerumuskan dirinya ke dalam penderitaan yang telah ia buat sendiri. Sifat egoisnya yang tinggi dan tidak pernah memikirkan perasaan orang lain memasukannya ke dalam jurang penderitaan. Yang ia pikirkan selama ini hanyalah tentang kebahagiaannya dan juga keinginannya dan tidak pernah mau sekali pun ia melihat hati orang walau sedikit saja.
"Nyonya, kami minta kerjasama nya" ucap salah satu polisi itu, Amara hanya diam saja ia seolah sudah pasrah dengan apa yang terjadi padanya.
__ADS_1
Kedua polisi itu pun membawa Amara tanpa perlawanan, Alan hanya menghembuskan nafas kasar melihat kepergian Amara dari ruanganya.
Setelah Amara pergi, Keysa dan juga Agam yang sedari tadi berada dalam ruangan lain yang ada di sana pun keluar dari persembunyiannya. Terlihat mata Agam memerah sepertinya bocah bongsor itu menangis.
Keysa yang melihat Agam bersedih pun merasa tidak tega hingga ia mengelus rambut Agam dan akan memeluknya untuk memberikan ketenangan dan supaya Agam tidak merasa sendirian di dunia ini karena ada Keysa yang akan mendampinginya Namun saat Keysaa akan memeluknya Alan langsung menarik dan memeluk Agam duluan.
"Hey Nak....jika kau bersedih peluklah Dadymu ini jangan memeluk Mommymu, karena hanya akulah yang boleh memeluk Momy mu yang cantik itu " ucap Alan pada Agam
"Dasar duda mata keranjang...." ucap Agam, Keysa dan Alan yang mendengarnya pun hanya tertawa saja.
*
*
__ADS_1
*
Likenya mana nihh 😚😚💃💃💃