
Setelah beberapa bulan, kehidupan rumah tangga Rayan, Reyhan dan juga Rio semunya berjalan dengan normal tanpa gangguan dari Keysa. Entah kemana perginya Keysa namun mereka tidak peduli kemana ulat gatal itu. Yang terpenting bagi mereka bertiga adalah kelangsungan rumah tangga mereka berjalan lancar dan bahagia.
Setelah Nayla hamil, Reyhan sering kali murung karena jatahnya bermain dan minum susu jadi berkurang. Karena Nayla enggan berdekatan dengan Reyhan. Alasannya adalah, ia tidak suka dengan aroma tubuhnya. Bukan hanya pada Reyhan tapi Nayla terganggu dengan berbagai macam aroma yang membuatnya mual.
Reyhan jug sebenarnya merasa kasihan pada istrinya, yang merasa kesulitan saat hamil. Sangat berbanding terbalik dengan Nara, yang selalu ingin di manja dan juga semua suka. Tidak mengalami kesulitan makan dan terlihat bugar. Tetapi Nayla sangat susah makan, karena setiap makan sesuatu ia pasti merasa mual dan muntah hingga dalam usia kehamilannya yang menginjak lima bulan, Nayla sudah masuk rumah sakit tiga kali juga terkadang harus di infus karena sangat susah sekali makanan yang masuk ke dalam mulutnya.
Kini Nayla sedang berada di ranjangnya sambil bersandar dan tidak lupa masker yang selalu ia gunakan. Wajahnya sangat pucat, juga tubunya yang semakin kurus membuat Reyhan tidak tega melihatnya.
"Nay.... "panggil Reyhan dan mencoba mendekati istrinya. Melihat reaksinya yang diam saja dan tidak menghindar membuat Reyhan lega dan tersenyum.
"Kenapa Kak Rey.... "jawabnya namun masker masih menempel di wajahnya. Reyhan mulai mendekat dan membelai rambutnya yang panjang.
"Maafkan aku ya... gara-gara aku kau jadi harus menderita seperti ini" ucap Reyhan yang ingin sekali memeluk istrinya saat ini dan memberikan kehangatan dan juga perlindungan padanya.
"Tidak Apa-apa Kak Rey, justru aku yang minta maaf padamu. Karena beberapa bulan ini aku tidak bisa maksimal melayanimu" ucapnya dengan berkaca-kaca.
"Kasihan sekali istriku ini, boleh aku memelukmu sayang? sebentar saja " ucap Reyhan. Nayla pun mengangguk dan langsung melingkarkan tangan kecilnya di pinggang Reyhan dan menyandarkan kepalanya di dada bidang yang menghangatkan itu. Untung saja kali ini Nayla menggunakan dobel masker jadi ia tidak mencium aroma Reyhan. Karena Reyhan juga tidak menggunakan parfum untuk saat ini.
"Nay.... aku sangat merindukanmu" ucap Reyhan yang mulai mengusap lembut punggung kecil Nayla.
"Jangan mulai Kak Rey, aku belum siap kepalaku sangat pusing "jawab Nayla, Reyhan pun menghembuskan nafas kasar.
"Untung saja gagang sapuku ini kualiatas sultan, jika tidak nasib gagang sapuku pasti akan karatan karena jarang di asah " gumam Reyhan dalam hati.
__ADS_1
"Maaf.... " ucap Nayla merasa tidak enak karena sudah menolak suaminya.
"Tidak masalah Nay... , aku orang yang penyabar dan penyayang " ucap Reyhan.
"Tapi aku tersiksa...." jeritnya dalam hati.
"Aku mau tidur lagi, tapi Kak Rey harus memeluku. Sepertinya anak kita tidak keberatan jika hanya di peluk saja " ucap Nayla, Reyhan pun tersenyum senang karena istrinya mulai minta di peluk. Kemajuan yang pesat pikir Reyhan.
"Baiklah sayang, suamimu ini siap memelukmu" ucap Reyhan, ia membelai rambut panjang Nayla dan juga mengelus perutnya yang mulai membuncit.
"Hey Nak.... apa kau tidak merindukan Papamu?" tanya Reyhan sambil mengelus lembut perut Nayla. Terasa gerakan kecil di dalam sana, Reyhan dan Nayla merasa senang.
"Katanya dia mau bermain dengan Papanya Nay, oh ya ampun anakku sangat pengertian" ucap Reyhan. Nayla memutar bola mata malas mendengar jawaban aneh suaminya yang selalu mengada-ada.
"Kau ini... anakmu ingin bermain cilukba tapi kau malah melarangnya" protes Reyhan.
"Bukan anakku yang mau tapi Papanya.... "jawab Nayla.
"Oh astaga, selain anakku yang pengertian istriku juga sangat pengertian jika gagang sapuku ini sudah waktunya di asah " ucap Reyhan menyebalkan.
"Asah saja sendiri dulu....."ucap Nayla.
"Tidak mau, aku mau kau yang mengasahnya" jawab Reyhan
__ADS_1
"Oh ya ampun.... "
"Ayolah Nay kasihanilah anak dan suamimu yang ingin berjumpa. Jangan tega pada kami, kami sama-sama sangat rindu karena hanya kau penyambung kami" ucap Reyhan.
"Kenapa aku terdengar seperti wanita kejam yang tidak mau mempertemukan anak dan ayahnya" gumam Nayla. Ucapan kudanil ini sungguh sangat di dramatisir hingga membuat hati kuda poni yang lembut ini merasa tersentuh dan merasa sangat bersalah karena telah menjauhkan anak dan ayahnya.
Kudanil licik ini tadi mengatakan jika ia orang yang penyayang dan penyabar, tapi kini ia malah mendramatisir keadaan.
"Baiklah, Kak Rey boleh mengunjunginya. Tapi pelan-pelan ya... " ucapa Nayla terasa bagai angin segar yang menyejukan hati dan pikirannya.
"Akhirnya-akhirnya..... gagang sapuku di asah juga" Sorak Reyhan dalam hati.
"Baiklah Nak.... kita main cilukba dengan Papa"
*
*
*
Maaf ya telat up karena urusan di dunia nyata banyak banget 😌🙏
Like.... like.... like biar semangat up ya 😚😚
__ADS_1