TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 84


__ADS_3

Rio hanya bisa menatap kepergian Nayla dan Reyhan, ingin sekali Rio merusak kencan mereka berdua namun para pengawal Reyhan sudah siap menjadikannya buaya panggang jika ia sampai mengganggu kedamaian Reyhan dan Nayla.


Sial sekali rasanya hidup Rio, dua tahun terpuruk dan hanya mengejar cinta palsu dari Keysa. Benar-benar waktu yang sia-sia. Penyesalan yang sangat dalam kini ia rasakan, kenapa hatinya tertutup selama ini. Bodoh... Rio terus merutuki kebodohannya selama ini.


Dan sekarang ia malah menginginkan gadis yang sudah menjadi milik mantan sahabatnya. Ya dulu Rio, Rayan dan juga Reyhan sangat dekat. Namun persahabatan mereka hancur karena Rio sangat mencintai Keysa yang notabene kekasih Rayan. Cinta dan obsesi menutup mata hatinya dan ingin memiliki Keysa dengan berbagai cara. Tanpa peduli dengan perasaan Rayan yang akan tersakiti nantinya.


Karena dulu di mata Rio, Keysa adalah sosok gadis yang sempurna. Dia cantik, elegan dan sangat lembut. Namun ternyata semua itu hanyalah topeng untuk menutupi ambisinya yang jahat.


Keysa tak lebih dari seorang wanita yang penuh obsesi dan ambisi yang ia balut sempurna dengan rupa cantik yang penuh kelembutan. Dan Rio hanya dianggap sebagai jembatan yang menghubungkannya dengan semua yang ia inginkan. Hanya itu saja nilai Rio di mata Keysa, jahat.... itulah Keysa yang ada dalam pikiran Rio sekarang.


Terbuai dengan segala sentuhan fisiknya membuat Rio lupa segalanya. Sekali lagi Rio menyesali semuanya.


"Aaarrrgggghhhhh....... "


Rio berteriak di tepi pantai seolah mengeluarkan semua kesedihan dan kemarahan yang ia pendam selama ini.


*


*


*


Di dalam kamar Rayan dan Nara baru saja menyelesaikan acara tebar benih, agar Rayan junior cepat hadir diantara mereka. Tubuh Nara kini terasa lemas, karena Rayan tidak mau melepaskannya hingga beberapa kali mereka berdua terus melakukannya.


"Kak Ray... aku lelah sudah ya "ucap Nara pada Rayan yang masih terus menelusuri leher jenjangnya dengan bibir Rayan. Namun Rayan seperti tidak mau mendengarkan istrinya, ia terus saja melakukan apa yang ia inginkan.


"Kak Ray.... "rengek Nara, Rayan pun tersenyum mendengar rengekan Nara. "Ada apa sayang...? "tanya Rayan.


"Sudah aku lelah..... "ucap Nara mencubit pinggang Rayan

__ADS_1


"Kau meminta untuk menyudahi atau melanjutkan heemm...?" ucap Rayan.


"Dasar ya... Kak Rayan dari suami gila berubah jadi suami mesum... " ucap Nara, Rayan tertawa melihat istrinya yang menggemaskan. Kalau saja tidak kasihan, mungkin Rayan akan terus mengurungnya selama seharian penuh.


*


*


*


Kini Rayan dan Nara sudah keluar dari kamarnya juga sudah membersihkan diri. Dan kini mereka pergi keluar ke pantai untuk menyusul Reyhan dan Nara.


Tadinya Rio berniat akan kembali ke kamarnya namun ia malah berpapasan dengan Rayan dan Nara. Hatinya yang tadi membaik mendadak terluka lagi.


Namun ia masih tidak mau menyerah untuk mendapatkan Nara dan Nayla. Dasar buaya serakah memang teh Puc*k ini. Selalu saja ingin perempuan milik orang lain.


"Hallo Nara, bagaimana keadaanmu apa kau baik-baik saja.... "tanya Rio


"Benarkah? "tanya Rio


"Tentu saja.... jadi kau tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan istriku. Jagalah kekasihmu agar ia tidak mencari masalah denganku dengan mencoba melukai istriku" ucap Rayan


"Maksudmu Keysa....? "


"Memangnya kekasihmu yang mana yang selalu mengganggu kenyamanan hidupku" ucap Rayan.


"Oh astaga... aku dan Keysa sudah tidak ada hubungan lagi".jawab Rio datar.


"Wuoaahh.... benarkah....?" tanya Nara merasa tidak percaya jika pasangan yang selalu kemana-mana bersama ini sudah putus.

__ADS_1


"Benar Nara... apa kau senang? "tanya Rio


"Biasa saja aku hanya terkejut mendengarnya "jawab Nara


"Kenapa kau tidak senang aku putus dengan Keysa? "tanya Rio


"Kenapa aku harus senang.....?"tanya Nara


"Kenapa istriku harus senang kau putus dengan Keysa....? "tanya Rayan merasa aneh dengan pertanyaan Rio


"Karena sekarang aku menjadi pria single...."jawab Rio


"Isshh.... aku pusing bicara dengannya "ucap Nara


"Aku juga sayang.... ayo kita pergi saja "ucap Rayan dan Nara pun mengangguk.


Mereka berdua pun meninggalkan Rio dan pergi namun baru beberapa langkah meninggalkan Rio. Terdengar Rio memanggil.


"Nara.... "panggil Rio, Nara dan Rayan pun berhenti sejenak dan menoleh ke arah Rio.


"Jika kau mau, aku siap menjadi suamimu "ucap Rio dengan wajah tersenyum bodoh entah sadar atau tidak apa yang ia ucapkan barusan dasar buaya mata keranjang.


"Apa.....!!! " ucap Rayan dan Nara bersamaan.


*


*


*

__ADS_1


Udah tiga bab ya besok lanjut lagi 😚😚 likenya jangan lupa.....


__ADS_2