TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 47


__ADS_3

Keysa dan Rio dengan segera pergi dari sana dan menghubungi seseorang. Mereka berdua pergi karena sengaja tidak ingin berada di tempat itu saat Nara di lukai. Ya...Keysalah yang meminta orang untuk melukai Nara sebagai bentuk teguran kecil darinya.


"Sudah selesai, bagus....pastikan tidak ada yang melihatnya" ucap Keysa


"Apa tidak berlebihan melukainya seperti itu?" tanya Rio


"Itu hanya teguran kecil dariku, karena tangannya yang kotor sudah berani menyentuhku... " jawab Keysa, Rio hanya diam dan tidak mau berbicara lebih lanjut dengan Keysa. Biarlah dia melakukan apa yang dia mau pikir Rio.


Keysa dengan sengaja meminta orang untuk melukai Nara, dan dengan sengaja pula memberikannya obat bius karena Nara bukan gadis biasa yang mudah diserang karena ia bisa bela diri. Untuk itu obat bius menjadi jalan keluar untuk Keysa.


*


*


*


"Kenapa si tweety itu lama sekali " ucap Rayan yang sudah mulai memakan makanannya karena ia sudah merasa lapar begitu pun dengan Reyhan.


"Mungkin dia sakit perut "jawab Reyhan sambil menyuapkan makanannya.


"Tapi kenapa perasaanku tidak tenang "ucap Rayan


"Kalau begitu kau susul saja, mungkin anak ayam itu tersesat " ucap Reyhan, Rayan pun setuju dan segera pergi menyusul Nara ke kamar mandi.


Namun karena Nara perempuan dan tidak mungkin Rayan masuk ke sana dan di anggap pria mesum oleh perempuan lain yang sedang berada di toilet maka dari itu Rayan meminta seorang pelayan untuk mengecek orang yang ada di toilet itu.


Pelayan itu pun masuk dan mulai mencari Nara, namun ia tidak menemukannya. Hingga ia bolak-balik mencari namun pelayan itu tidak menemukannya.


Namun ada satu ruangan di toilet itu yang dari tadi tidak terbuka seperti ruang yang lainnya. Pelayan itu pun mencoba mengetuk pintunya namun tidak ada respon dari sana. Pelayan itu pun mencoba membukanya dan pintu itu terkunci. Pelayan itu mencoba membukanya lagi namun tidak bisa. Akhirnya ia keluar dan mencoba memberitahu Rayan dan petugas hotel.


"Maaf tuan di toilet ada salah satu ruangan yang terkunci, tapi waktu saya mengetuk pintunya sama sekali tidak ada sahutan, saya curiga..... "


"Buka pintu itu.... "potong Rayan

__ADS_1


Dengan segera petugas hotel mencoba membuka pintu itu, semua merasa aneh bagaimana pintu itu bisa terkunci dari dalam. Kecuali ada seseorang yang dengan sengaja menguncinya karena toilet di sana memang memakai kunci biasa untuk menghindari kerusakan kunci dan membuat seseorang terkunci di dalam.


Namun kunci itu sama sekali tidak ada di sana, dan dengan segera para petugas membukanya. Namun saat pintu mulai terbuka semua orang terkejut karena melihat seorang gadis kecil tergeletak pingsan dengan luka di tangan dan di kepalanya yang mengeluarkan darah.


Rayan tentu tahu siapa gadis kecil yang tergeletak tidak berdaya itu.


"Nara.... "panggil Rayan dan segera menghampiri Nara yang sudah tidak sadarkan diri. Betapa murkanya Rayan saat melihat tubuh kecil itu mengalami beberapa luka di tangan dan di kepalanya.


"Siapa yang berani melakukan hal seperti ini...!!!" geram Rayan.


Dengan segera Rayan membopong tubuh Nara dan segera membawanya ke rumah sakit. Petugas hotel itu pun dengan segera memberi tahu Reyhan tentang Nara yang terluka. Dan Reyhan pun hendak menyusul Rayan. Namun di cegah oleh petugas itu dan meminta Reyhan untuk menyiapkan mobil untuk membawa Nara ke rumah sakit.


Dengan segera Rayan dan Reyhan membawa Nara ke rumah sakit.


Di mobil


"Siapa yang tega melakukan hal ini padanya " gumam Rayan yang mencoba memegang perlahan jari-jari kecil dari Nara yang penuh luka.


"Apa ini perampokan atau bagaimana?"tanya Reyhan yang sedang menyetir mobilnya dengan sangat kencang agar bisa segera sampai di rumah sakit.


*


*


*


Rayan dan Reyhan telah sampai di rumah sakit, Nara pun dengan cepat di tangani oleh dokter disana.


Setelah selesai di obati, Nara pun di bawa ke ruang rawat. Rayan dan Reyhan dengan setia menunggu Nara siuman.


Setelah beberapa tidak sadarkan diri, terlihat Nara mulai mengerjapkan matanya, Rayan dan Reyhan pun menghampiri Nara.


" Tweety... " panggil Reyhan

__ADS_1


Nara melihat ke arah Rayan dan jiga Reyhan" Dimana aku?" tanya Nara


"Rumah sakit... "jawab Reyhan


"Kau kenapa? "tanya Rayan


Nara mencoba mengingat-ingat kejadian tadi, ia baru ingat jika tadi ada yang membekapnya sampai pusing, dan juga mendorongnya lalu menginjak tangannya dengan keras. Nara pun kemudian menceritakan semuanya pada Rayan dan juga Reyhan.


"Kurang ajar..... " ucap Reyhan dengan marah, Rayan mengepalkan tangannya dengan erat. Ia berjanji akan mencari tahu siapa orang di balik semua ini.


Reyhan pun kemudian keluar dari ruangan Nara dan pergi untuk mencari tahu lebih lanjut lagi tentang siapa yang menyerang Nara.


"Nara..... " ucap Rayan membelai wajah Nara


"Maaf.... " ucap Rayan


"Kenapa kau harus minta maaf, kau tidak bersalah Rayan. Tapi tanganku sakit sekali " ucap Nara mencoba mengangkat tangannya.Terlihat jika jari-jari kecil itu terluka. untung saja jari-jari mungil itu tidak patah.


Rayan pun mengecup kening Nara dengan lembut, Nara merasa sangat senang dengan perlakuan Rayan padanya.


"Aku bersyukur sekali menikah denganmu Rayan, kau sangat baik padaku walau otakmu itu setengah ons... " ucap Nara tersenyum


"Otakku ini isinya full anak ayam... " gumam Rayan dalam hati


"Dan aku juga bersyukur walau kepalaku terbentur keras, tapi aku tidak mengalami anemia dan melupakan suami tampanku"ucap Nara lagi


"Tidak salah jika julukannya memang anak ayam, amnesia saja dia bilang anemia..." gumam Rayan.


*


*


*

__ADS_1


Jangan lupa terus dukung ya.... kalo dukungannya. kenceng nanti mimin up lagi.


__ADS_2