
Setelah Nara pergi, kini giliran Keysa dan Rio yang hendak masuk ke rumah itu. Keysa pun memencet bel. yang ada di sana.
Saat bel berbunyi, mereka bertiga sedang sibuk menghitung uang. Makanya saat mendengar bel rumahnya berbunyi mereka dengan segera menyembunyikan uang itu.
"Mila buka pintunya " perintah ibunya, gadis malas itu hanya berdecak kesal namun tetap pergi terpaksa ke depan untuk membukakan pintu. Khawatir jika ia menolak maka ia tidak akan dapat jatah uang dari orang tuanya.
Mila pun menghampiri pintu dan membukanya, Mila terdiam saat melihat tamu yang datang. Pasalnya Mila merasa tidak mengenal mereka. Namun dalam hatinya merasa takut jika mereka adalah orang yang akan menagih uang pada ayahnya.
"S-siapa kalian....?"tanyanya gugup
"Boleh kami masuk.... "ucap Keysa
*
*
*
Niat hati Nara ingin sekali pergi belanja namun apa daya, karena Rayan menyuruhnya pulang. Sepertinya kekhawatirannya Rayan terhadap Nara sangat berlebihan, karena istrinya ini bersikap manis dari tadi. Nara hanya duduk berdiam diri di kursi belakang sambil memainkan ponselnya. Memangnya dia mau apa dengan pengawal itu ada-ada saja.
__ADS_1
Saat pulang wajahnya di tekuk, ia merasa sedikit kecewa karena niatnya untuk sedikit bersenang-senang tidak jadi. Akhirnya Nara hanya menghabiskan waktu bersama anak-anak kucing miliknya di belakang rumah setelah itu ia mandi lalu makan siang setelah itunia tidur lagi, karena bingung harus melakukan apa di rumah besar itu.
Hingga sore tiba, Nara masih terlelap dari tidurnya. Dia bahkan tidak keluar-keluar kamar dan hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur saja.
Rayan dan yang lainnya pun sudah pulang dari kantor, akhirnya Reyhan pun bisa pulang lebih awal sekarang karena ada Rayan yang membantu semua pekerjaannya. Jadi ia tidak terlalu lelah seperti yang sudah-sudah.
"Dimana dia...? "tanyanya pada pak Sam
"Maksud tuan muda nona Nara ?"tanya pak Sam
"Iya dan juga pengawal itu, dimana mereka berdua ?"tanya Rayan. Pak Sam pun segera memanggil pelayan dan menanyakan keberadaan Nara dan pengawal itu. Reyhan merasa agak aneh dengan sikap sepupunya ini, memangnya ada apa antara si tweety dan pengawal itu. Jiwa kepo Reyhan pun meronta, tadinya ia ingin masuk ke kamar dan mandi lalu beristirahat namun karena mendengar ucapan Rayan barusan. Reyhan mengurungkan niatnya dan ikut duduk di ruang tengah bersama dengan pak Sam dan Rayan.
Tak lama setelah itu pelayan datang dan memberitahu apa saja yang Nara lakukan selama di rumah.
Setelah melaporkan apa saja yang di lakukan oleh Nara pelayan itu pun pergi kembali menjalankan tugasnya. Lalu kali ini giliran pengawal tadi yang melaporkan apa saja yang di katakan oleh Nara.
"Katakan apa saja yang ia lakukan saat bersamamu? "tanya Rayan dengan wajah dinginnya kepada pengawal itu.
"Nona hanya memainkan ponselnya saja tuan saat nona berada di dalam mobil " jawab pengawal itu.
__ADS_1
"Benarkah...? " tanya Rayan menelisik, Reyhan yang melihat sikap Rayan sedang berpikir jika sepupunya itu saat ini sepertinya sedang merasa cemburu. Reyhan menahan tawanya takut jika suasana hati Rayan sedang buruk sekarang.
"B-benar tuan, dan saat sampai di rumahnya. Keluarga nona Nara tampak tidak terima dengan keputusan syarat yang diajukannya Bahkan mereka merasa sangat berjasa karena sudah menikahkan nona dengan anda. Bahkan, pakaian yang di pakainya pun di minta untuk di lepaskan dan di berikan kepada sepupunya dan harus di tukar dengan pakaian lusuh milik sepupunya .Namun nona Nara mampu membalikan keadaan. Hingga posisi mereka terlihat sangat tidak menguntungkan " ucap pengawal itu, Rayan tersenyum saat mendengarnya.
"Gadis pintar" gumamnya, tapi Rayan menahan amarahnya saat mendengar jika pakaian yang di pakai istrinya harus di berikan dan di tukar dengan pakaian lusuh. sikap mereka benar-benar membuat Rayan geram.
"Dia tidak mengajakmu mengobrol atau menggodamu atau pun mengucapkan gombalan recehnya? "tanya Rayan beruntun. Pengawal itu merasa aneh dengan pertanyaan Rayan. Ia merasa seperti sedang di interogasi karena ketahuan selingkuh dengan istri majikannya.
"Tidak tuan muda, nona Nara tidak bertanya apapun pada saya...? " ucapnya karena memang benar keadaannya seperti itu. Nara hanya diam dan bermain ponsel saat duduk di kursi belakang mobil yang ia naiki.
Mendengar penjelasan kedua orang ini, Rayan terdiam sejenak dan berpikir jika ia terlalu berlebihan menanggapi istrinya. Dia memang genit tapi hanya pada Rayan saja bukan, jika saat tadi ia berbisik pada Reyhan sepertinya ia memang hanya refleks saja lagi pula yang di bicarakan juga tentang kekhawatirannya pada Rayan. Lagi pula yang di ucapkannya pada Reyhan hanya bercanda . Mana mungkin ia akan menikahi dua pria.
Hufftt...
"Sepertinya aku terlalu berlebihan menilainya" gumam Rayan
*
*
__ADS_1
*
Jangan lupa terus dukung Narayan ya....