TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 74


__ADS_3

Nara datang di saat yang tidak tepat, di saat Rayan dan Keysa sedang bersitegang yang lebih sialnya lagi adalah Keysa mengatakan hal yang akan menjadi kejutan untuk Nara. Harusnya malam ini menjadi moment yang sangat indah, bukannya malah hancur berantakan seperti ini.


Entah seperti apa ekspresi Nara sekarang, bahkan Rayan tidak sanggup memandang wajahnya karena sudah di pastikan jika istri kesayangannya akan sangat kecewa.


"Benar, aku tahu jika selama ini Rayan tidak depresi dan hanya berpura-pura saja jika di depanmu. Namun ia menjadi sangat normal jika di depanku "ucap Keysa dengan penuh percaya diri dan merasa menang di hadapan Nara.


Rayan mengangkat wajahnya dan melihat ke arah istri kecilnya, wajah Rayan terlihat sangat sedih saat memandang wajah Nara. Nara balik memandang wajah tampan yang sudah terukir di hatinya itu. Walaupun yang Nara tahu jika suaminya tidak normal tapi entah kenapa ia sangat mencintainya.


Nara mencoba mendekati mereka berdua dan memandang wajah mereka satu per satu. Entah kenapa mulut Rayan seakan terkunci sekarang. Ketakutan terbesar melanda hatinya. Ia takut jika Nara akan pergi meninggalkannya. Tidak, Rayan tidak akan sanggup jika itu terjadi.


"Jadi selama ini kau berpura-pura depresi di depanku Rayan? "tanya Nara pada Rayan, namun Rayan hanya diam ia bingung harus menjelaskannya dari mana.


"Oh astaga Rayan..... "Nara menggeleng-gelengakan kepalanya.


"Nara.... "panggil Rayan


"Rayan kenapa harus seperti ini, kenapa kau harus pura-pura depresi hanya untuk mencari perhatianku" ucap Nara pada Rayan, Rayan yang sedang menunduk pun mengangkat wajahnya dan melihat wajah cantik Nara. Apa yang di katakan barusan oleh anak ayam ini.


"Hey kau, Rayan pura-pura depresi bukan karena ia ingin mencari perhatianmu. Tapi karena di tidak mencintaimu dan masih sangat mencintaiku" ucap Keysa


"Keysa, aku sudah mengatakan padamu jika aku tidak mencintaimu tapi aku sangat mencintai istriku. Kenapa sulit sekali kau mengerti...." ucap Rayan menahan suaranya walau saat ini sebenarnya Rayan ingin sekali berteriak pada Keysa karena sudah merusak acaranya.


"Astaga Rayan, kau sangat keren kalau normal begini... " ucap Nara tersenyum senang melihat suaminya yang sudah sembuh. Nara memandang Rayan takjub tanpa mempedulikan ada Keysa di sana.


Jangan tanyakan perasaan Rayan saat ini, ucapan Nara seolah angin yang sangat sejuk meyirami hatinya dan seolah mengusir kekhawatirannya sedari tadi.


"Dasar wanita gila.... "umpat Keysa, Nara yang mendengar umpatan Keysa pun langsung memandang tajam ke arah Keysa.

__ADS_1


"Hey ulat bulu, kenapa kau sering sekali menggangguku. Kau tahu setiap berdekatan denganmu tubuhku ini terasa gatal tahu, gara-gara virus gatalmu itu menyebar" ucap Nara dengan kesal


"Keysa pergilah.... "usir Rayan.


"Tidak...." jawab Keysa


"Kau mau pergi sekarang atau kau mau aku menendang wajahmu yang itu seperti aku menendang teh dingin kekasihmu itu...? ucap Nara


"Kau.... " Keysa menunjuk Nara


"Turunkan tanganmu atau aku patahkan karena sudah berani menunjuk wajah istriku..." ucap Rayan maju dan menarik tangan Nara dan menyembunyikan tubuh kecilnya di balik punggungnya yang lebar.


"Rayan... "panggil Keysa dengan wajah kesal dan kecewa.


"Rayan sayang.... " ucap Nara sambil melingkarkan tangannya di perut Rayan dan menyandarkan kepalanya di punggung kokoh suaminya. Dengan tersenyum senang tanpa peduli pada ulat bulu di depannya.


"Pergilah, jangan mengganggu kami" ucap Rayan


"Rayan kau sangat jahat.... "


Keysa pun pergi meninggalkan Rayan dengan hati sangat kecewa dan juga karena ia tidak tahan melihat Nara yang terus menempel pada Rayan.


Setelah Keysa pergi Rayan berbalik pada Nara dan memandang wajahnya. "Nara.... " panggil Rayan


"Ada apa?" tanya Nara dengan senyum-senyum bahagia pada Rayan. Melihat senyum anak ayam entah kenapa Rayan pun tidak bisa menahan tawanya.


"Kau tidak marah padaku? "tanya Rayan

__ADS_1


"Marah....? marah kenapa? "Nara balik bertanya


"Marah karena aku tidak jujur jika aku sudah sembuh " ucap Rayan.


"Aiihh Rayan, kenapa aku harus marah. Aku tidak mungkin marah pada suamiku yang tampan. Wajah tampanmu itu selalu meluluhkan hatiku. Ya ampun... ya ampun aku senang sekali kau tidak gila. Dan otakmu sudah tidak setengah ons lagi" ucap Nara sambil tertawa.


"Dasar ayam gila... "ucap Rayan sambil tertawa


Hal yang sangat di khawatirkan oleh Rayan sama sekali tidak terjadi. Ternyata Nara sangat bahagia mendengar jika ia sembuh walau kat itu tidak terucap dari mulutnya langsung.


Walau tidak sesuai dengan rencananya Rayan merasa bahagia. Karena akhirnya ia bisa bersikap biasa di depan Nara.


"Sampai kapan kau akan memelukku begini tweety...?" tanya Rayan pada Nara dengan wajah tersenyum karena sedari tadi istrinya tidak mau melapaskan pelukannya.


"Memangnya tidak boleh... "ucap Nara mengerucutkan bibirnya. Rayan menarik Nara dan memposisikannya di depannya membelai wajah cantik yang akhir-akhir ini selalu ia sukai


"Sangat boleh sayang, aku adalah milikmu"ucap Rayan


"Ahhh....aku mau pingsan saja kau sangat romantis Rayan" ucap Nara


"Kak Rayan.... kau lupa .Mulai sekarang kau harus memanggilku kakak" ucap Rayan


"Baiklah kak Rayanku yang tampan" ucap Nara sambil memeluk Rayan lagi. Rayan tertawa melihat tingkah anak ayamnya yang lucu dan menggemaskan.


*


*

__ADS_1


*


Udah 2 bab nihh, kalo likenya kenceng bakal up lagi 😚


__ADS_2