TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 131


__ADS_3

Saat malam hari Nara terlihat gelisah, ia tidak terlihat seperti biasanya. Rayan melihat istrinya yang terlihat gelisah pun bertanya.


"Nara ada apa, apa kau merasakan sesuatu?" tanya Rayan


"Aku hanya merasa tidak nyaman, tidak tahu kenapa" jawab Nara.


"Apa terasa sakit? "tanya Rayan dan menghampiri Nara kemudian mengelus perutnya. Namun saat perutnya di usap oleh Rayan, Nara malah menggigit bibirnya seolah menahan sesuatu.


"Sayang.... " Rayan langsung khawatir melihat Nara. Nara terlihat menghembuskan nafasnya pelan.


"Tidak apa-apa, hanya terasa linu saja..."jawab Nara.


"Kita ke rumah sakit.... " ajak Rayan


"Tidak nanti dulu, aku takut ini mungkin bukan gejala melahirkan ini mungkin cuma kontraksi palsu saja "


"Tapi aku khawatir padamu, aku takut terjadi sesuatu padamu dan anak kita" ucap Rayan khawatir


"Tapi..... "


"Sudahlah, aku akan menyiapkannya dulu segala persiapannya ya... " ucap Rayan. Nara pun mengangguk saja, karena ia juga tidak tahu bagaimana rasanya akan melahirkan ini adalah pengalaman pertamanya.


Rayan pun menyiapkan segala sesuatunya, dari mulai pakaian bayi dan juga peralatanya. Namun sebelumnya Rayan juga meminta Pak Sam untuk menghubungi rumah sakit agar nanti mereka mempersiapkan segala sesuatunya di sana dengah tepat waktu.

__ADS_1


Setelah semuanya siap, Rayan pun menghampiri Nara yang sedang duduk gelisah dengan mengelus-elus perutnya yang semakin besar.


"Sayang ayo, ini pakai jaketmu ya. Jangan sampai kau kedinginan " ucap Rayan dan memberikan jaket serta membantu Nara untuk memakainya.


"Terima kasih...." ucap Nara kemudian ia pun bangun dari duduknya. Namun saat ia bangun terasa cairan hangat mengalir di kedua kakinya. Nara terkejut pasalnya ia tidak merasa buang air, hanya memang sekarang ia bingung dengan apa yang ia rasakan. Namun , jika untuk buang air di celana itu sangat aneh dan yang pasti ia merasa sangat malu karena pipis di celana di depan suaminya.


"Kak Ray..... " ucap Nara sambil memasang wajah memelas dan juga sangat merah karena menahan malu.


Namun Rayan salah mengartikan ekspresi dari Nara. Rayan mengira jika Nara terlihat ingin menangis karena merasa takut dan juga sakit karena akan melahirkan yang padahal ia merasa malu karena tidak bisa menahan pipis di celana.


"Ada apa sayang, bersabarlah kita ke rumah sakit sekarang kau bisa menahannya kan " ucap Rayan kemudian ia hendak memeluk Nara namun Nara menolaknya.


"Kenapa....?"tanya Rayan


"Kak Ray, aku pipis di celana maafkan aku aku tidak sengaja melakukannya. Aku jiga tidak tahu karena tiba-tiba saja mengalir begitu saja, aku malu pada Kak Rayan. Huwaaaa...... maaf" Nara menutup wajahnya karena merasa sangat malu dengan apa yang ia alami sekarang.


"Tidak apa-apa..." ucap Rayan dan kemudian memeluk istrinya, setidaknya semoga pelukan darinya mampu menetralisir rasa malunya.


"Ka Rayan tidak akan selingkuh kan? "tanya Nara


"Tidak sayang, mana mungkin aku selingkuh dari istriku yang cantik hanya karena pipis di celana" ucap Rayan tersenyum.


"Kita ke rumah sakit sekarang ya.... " ajak Rayan, Nara pun mengangguk setuju namun sebelumnya ia mengganti pakaiannya dulu dan mengganti dengan yang baru.

__ADS_1


*


*


*


Kini Rio dan Naura tinggal di rumah barunya. Sejak kehamilannya Naura, Rio memang agak protektif dan juga semakin posesif pada Naura.


"Sayangku Naura... ini minum susumu dan juga vitaminnya ya " Rio menyodorkan segelas susu dan juga beberapa vitamin untuk ibu hamil pada Naura.


"Terima kasih " ucap Naura tersenyum


"Sama-sama sayang, apa pun untukmu dan anaku" jawab Rio. Naura merasa bahagia karena pernikahannya denga Rio, meskipun tingkahnya agak gila tapi sebenarnya Rio sagat baik dan juga perhatian. Ia sangat menyayangi Naura dan selalu memanjakannya.


Naura mendapat kasih sayang yang melimpah dari Rio, untuk itu ia membalas cinta dan kasih sayang Rio dengan cinta dan kasih sayang nya yang tulus.


"Sekarang kau sudah minum susu, dan juga sudah minum vitamin. Selanjutnya bayi kita ingin minum teh dari Papanya " ucap Rio dengan tatapan mesum. Naura menghembuskan nafasnya ia Juga sudah menduga jika teh celup ini pasti ujungnya minta celap-celup padanya.


"Sudah kuduga..... "


*


*

__ADS_1


*


Maaf ya kalau telat up, mimin nya lagi gak enak badan 😴😴


__ADS_2