TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI

TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI
Bab 94


__ADS_3

"A-pa, maksud tuan apa ya....?"tanya gadis itu tidak mengerti sekaligus takut pada Rio.


"Barusan kau mengatakan jika benda ini berbahaya untukku, itu berarti kau mengkhawatirkanku iya kan?"tanya Rio dengan mata yang di buat sepolos mungkin seperti anak kucing milik shrke makhluk penghuni rawa.


"I-itu, maksud saya bukan begitu tuan... ini... ini barang yang anda beli, semuanya tujuh ratus ribu tuan" ucap gadis itu memberikan barang yang barusan Rio beli.


"Aihhhh, ayo mengaku saja nona tidak usah malu-malu begitu. Aku senang jika ada kau perhatian padaku "ucap Rio dengan wajah memerah karena merasa sangat terhura salah maksudnya terharu dengan perhatian gadis kecil ini. Dan Rio belum mau mengambil belanjaannya karena tiba-tiba ia ingin mengobrol dengan gadis itu.


"Oh astaga, apa dia orang gila yang kabur dari tempat dia bersemayam. Aku takut....." jerit gadis kecil itu dalam hatinya.


"Terima kasih ya, aku sangat senang jika ada yang perhatian padaku. Aku merasa sangat terharu sekali.... kau tahu ucapanmu itu bagaikan oase di saat hatiku terasa bagai padang pasir. Ungkapanku salah tidak....?" tanya Rio pada gadis itu.


"Oh ya ampun....a-aku juga tidak tahu tentang ungkapan itu tuan. Nilai pelajaran bahasaku tidak bagus dulu...."jawab gadis itu semakin merasa serba salah saja.


"Oh benarkah, kalau begitu kita sama.... "ucapnya sambil tertawa.


"Astaga orang ini semakin menakutkan saja, seseorang tolong aku... " gumam gadis itu dalam hati.


*


*


*


Tuan Sanjaya dan Nyonya Delia kini mereka sudah sampai di rumah, mereka sangat bahagia karena banyak kabar yang baik saat mereka pulang. Mulai dari kesembuhan Rayan, Nara yang hamil dan yang terakhir adalah menyambut pernikahan Reyhan.


"Mamah sangat senang Ray, mamah sangat bahagia karena banyak kabar baik datang pada keluarga kita...." ucap Nyonya Delia.


"Papa juga merasa sangat bahagia, setelah semua yang menimpa pada keluarga kita. Kini semua hal baik datang pada keluarga kita.

__ADS_1


"Nara sayang, jaga kandunganmu baik-baik ya.... " ucap Nyonya Delia


"Iya Mah.... "jawab Nara.


"Aku mau mengucapkan terima kasih banyak pada Mamah dan Papa. Karena kalian sudah menjagaku dengan baik selama keadaanku yang benar-benar terpuruk dan juga terima kasih banyak karena kalian sudah menikahkanku dengan Nara. Aku sangat mencintainya" Ucap Rayan.


"Kami bahagia jika kau juga bahagia Nak.... " ucap Tuan Sanjaya.


"Oh ya... Om dan Tante kapan kalian akan melamar calon istriku" ucap Reyhan tidak sabar.


"Kita akan kesana besok Rey.... "jawab tuan Sanjaya.


"Benarkah.... aku sudah tidak sabar ingin menikah dengan Nayla" ucap Reyhan senang


"Dasar kudanil.... " gumam Nara dan Rayan.


*


*


*


Cairan gel bening yang terasa dingin sudah di oleskan oleh dokter pada bagian perut Nara. Dan sebuah alat sudah di tempelkan di sana dan mulai di gerak-gerakan.


Kini semua pandangan menuju ke arah monitor


"Lihatlah Tuan dan Nona, yang bulat kecil itu adalah calon anak kalian. Usianya baru menginjak lima minggu, dan calon anak kalian juga sehat. Hanya tekanan darah Nona sangat rendah, ini juga bisa disebabkan karena awal-awal kehamilan memang seperti ini Nona" ucap dokter itu.


"Apa ada obatnya...? "tanya Rayan.

__ADS_1


"Nanti saya akan memberikan resep obat dan vitaminnya Tuan... " ucap dokter itu.


"Emmm dokter, apa jika sedang hamil emmm itu. Jika kami melakukan ehem-ehem. Apa boleh? "tanya Nara


Oh astaga.... biasanya pertanyaan itu selalu di tanyakan oleh para suami tapi kenapa ini malah di tanyakan oleh sang istri pikir dokter itu.


"Itu tidak masalah nona asal pelan-pelan saja Nona" jawab dokter itu tersenyum.


"Ahhh....syukurlah kalau tidak masalah. Kak Ray jatahmu aman... "ucap Nara pada Rayan.


"Astaga....."gumam Rayan dalam hati, tadi Rayan memang sempat bertanya pada Nara apa aman jika mereka bermain kuda-kudaan. Karena Rayan tidak bisa membayangkan jika burung pelatuknya tidak diasah.


Namun bukan maksud dengan bertanya pada dokter juga, karena itu akan membuat Rayan sangat malu jika membahas tentang gagang sapu.


*


*


*


Di dalam kamarnya Reyhan sedang melakukan panggilan video bersama dengan Nayla, dari tadi kelakuan kudanil itu hanya berguling-guling di kasur karena terlalu senang akan menikah dengan Nayla.


"Nay.... aku sangat senang karena sebentar lagi kita akan menikah. Nanti kau dan aku akan tidur di sini, kita berdua bisa berpelukan saat tidur aku juga bisa menciumimu setiap saat aku mau....Astaga Nay jantungku terasa mau melompat saja. Nanti kau tangkap ya jika jantungku melompat padamu dan simpan di pinggir hatimu" ucap Reyhan dengan malu-malu kuda.


"Tentu saja Kak Rey, aku pasti akan menangkapnya dan menyimpannya di hatiku "ucap Nayla sambil memegang dadanya.


"Oh.....Nay itu bukan tempat hati tapi itu tempat.....?" Reyhan tidak menerusakan ucapannya karena pikirannya kini sedang bertraveling menjadi ninja hatori untuk mendaki gunung dan menyelami lembah.


Tuan Sanjaya dan Nyonya Delia yang berada di depan pintu kamar Reyhan melihat kelakuan keponakannya yang menggelikan. Tadi mereka berniat akan membicarakan tentang lamaran dengannya namun yang mereka lihat malah kelakukan aneh keponakannya.

__ADS_1


"Sayang....sepertinya mereka berdua harus segera menikah" ucap Tuan Sanjaya.


"Aku setuju Pah..... " jawab Nyonya Delia menahan tawanya melihat kudanil sedang berguling-guling karena merasa malu dengan pikirannya sendiri.


__ADS_2