
Reyhan memukul setir mobilnya lalau mengacak-ngacak rambutnya frustrasi. "Aarrgghh.... kenapa aku tidak bisa menahan perasaanku padanya" teriak Reyhan.
"Tidak... tidak, dia itu istri sepupumu Reyhan. Kau tidak boleh menyukainya..... Astaga bagaimana aku bisa menyukai anak ayam gila sepertinya" Reyhan menggelengkan kepalanya dan menyandarkannya di setirnya sambil menunduk. Tak lama setelah itu ia pun mengangkat kembali kepalanya dan menghembuskan nafas kasar dan kemudian mulai menghidupkan mobilnya.
"Baiklah Reyhan, carilah anak bebek untuk menggantikan posisi anak ayam itu. Jika tidak, kau bisa mati di panggang oleh Rayan " ucap Reyhan.
Reyhan pun memutuskan untuk pulang karena, ia merasa sangat lelah dan ingin segera beristirahat
*
*
*
Di dalam kamar, entah seperti apa perasaan Rayan saat ini. Ia merasa sangat senang sampai ia mau berguling-guling. Karena Rayan telah berhasil memandikan istrinya, ya... walaupun Rayan tidak bisa melihat semuanya karena istrinya tiba-tiba masuk ke dalam bath up setelah di turunkan.
Namun Rayan masih bisa melihat tubuh seksinya walau sepintas-sepintas, dan memandikannya walau pun hanya bisa menggosok punggungnya saja. Itu pun sudah sangat lumayan bukan, meskipun sebenarnya Rayan lebih senang jika Nara mau digosok badannya bagian depan. Ehh salah bukan di gosok jika bagian depan, tapi di sentuh di sentuh dengan lembut.
Astaga....orang gila ini kini berubah menjadi orang mesum gara-gara terpapar virus anak ayam.Rayan merasa gila dengan dirinya yang sekarang.
Berbanding terbalik dengan Nara, ia merasa sangat malu dimandikan oleh Rayan. Meskipun hanya sebagian tubuhnya saja yang terlihat dan di sentuh oleh Rayan. Tetap saja ia merasa sangat malu pada suaminya itu. Walaupun suaminya itu tidak waras tetap saja Rayan itu laki-laki. Dan anak ayam ini sekarang ingin berubah menjadi cacing agar bisa bersembunyi di lubang dan bersembunyi untuk beberapa hari.
"Nara... "panggil Rayan yang sudah mengambil pakaian Nara.
"Oh ya ampun Rayan, aku bisa memakai bajuku sendiri. Dan apa itu kenapa kau memegang kaca mata pelindung dan segitiga pengamanku. Aahhh... kau membuatku sangat malu hari ini " rengek Nara.
"Anak ayam ini malah menggodaku, apa dia tidak tahu jika sekarang torpedoku ingin mengajak berperang gara-gara melihatnya hanya memakai handuk saja" gumam Rayan dalam hati.
__ADS_1
"Sini, biar aku saja yang pakai. Kau keluar saja ya..." ucap Nara mengambil pakaian di tangan Rayan. Rayan tersenyum melihat wajah Nara yang seperti kepiting goreng.
"Sepertinya sudah cukup mengerjainya hari ini, lebih baik aku keluar saja sekarang" gumam Rayan dalam hati dan meninggalkan Nara sendirian di kamar.
"Aaarrgghhh..." jeritan Nara malah membuat Rayan terbawa di balik pintu kamar yang barusan ia tutup.
"Oh... astaga pemandangan yanhmg sangat indah mulai besok aku akan memandikannya setiap hari. Aaihh aku jadi malu membayangkannya... "ucap Rayan sambil membenturkan kepalanya ke tembok sambil tertawa-tawa.
"Tuan muda.... "panggil pak Sam
Ngikkk....
Rayan langsung tersadar dari sikap konyolnya, saking senangnya mengintip anak ayam, Rayan sampai lupa dengan imagenya sebagai tuan muda tampan nan elegan.
Astaga...
"Apa tuan muda, kambuh lagi "pikir pak Sam
"Pak Sam ada apa? "tanya Rayan dengan sikap so cool menutupi rasa malunya.
"Eeemm begini tuan muda, ada berkas yang harus anda tangani " ucap pak Sam
"Baiklah, kita ke ruang kerja sekarang " ucap Rayan pergi berjalan duluan ke ruang kerja meninggalkan pak Sam.
"Semoga tuan muda benar-benar sembuh, atau aku harus meminta dokter Alex untuk memeriksa tuan muda lagi, untuk benar-benar memastikannya" gumam pak Sam dalam hati.
"Aku sudah sembuh pak Sam...." ucap Rayan seolah tahu apa yang sedang di pikirkan oleh pak Sam.
__ADS_1
"M-maaf tuan. muda... "ucap pak Sam menunduk.
*
*
*
Di dalam kamar
"Huuhh... untung saja Rayan tidak mengajaku main kuda-kudaan, aku belum siap melihat belalainya itu " gumam Nara sambil bergidik ngeri membayangkan terong import milik Rayan.
"Tapi kalau Rayan minta cium tidak apa-apa siiihh, mentalku sudah sangat-sangat siap jika harus mencium pria tampan seperti Rayan. " ucapnya lagi bicara sendiri
"Apalagi jika memegang tubuhnya yang seksi.....auuuhh aku malu membayangkannya" ucap Nara cekikikan sendiri di kamar.
"Oh ya ampun...ya ampun aku terpapar virus suami gila..." ucap Nara sambil tertawa sendiri di kamar dan berguling-guling di kasur.
"Lihatlah Reyhan, bahkan gadis itu terlihat tidak waras bagaimana kau bisa menyukainya" gumam Reyhan yang tidak sengaja melihatnya saat melewati kamar Rayan.
*
*
*
Kalo dukungannya kenceng, nanti bakal up lagi 💃😘😚
__ADS_1