
"Apa... jan*n....!!!
Semua orang terkejut mendengar kata jan*n yang berarti bayi yang berada dalam kandungan. Itu berarti jika Nara sedang hami.
"I-iya jan*n.... " ucap dokter Darel yang yang juga merasa terkejut mendengar dan melihat semua orang tengah shock dengan diagnosanya. Memangnya kenapa kalau hamil, pikir Dokter Darel.
"Maksudmu, jika. istriku ini sedang hamil begitu? "tanya Rayan memastikan.
"Iya istrimu sedang hamil Rayan, memangnya kenapa kalau dia hamil? "tanya Dokter Darel penasaran dengan reaksi semua orang.
"Tentu saja aku sangat bahagia kalau istriku ini hamil, aku tidak tahu jika Nara sedang hamil" ucap Rayan melihat ke arah Nara.
"A-aku juga tidak tahu kalau aku sedang hamil Kak Ray... "ucap Nara yang takut melihat ke arah Rayan.
"Tidak apa-apa sayang, bagaimana kau tahu kita bahkan belum pergi ke dokter untuk periksa" ucap Rayan membelai lembut rambut Nara.
"Aku perkirakan usia kandungannya baru sekitar empat minggu, aku sarankan kalian pergi ke dokter kandungan agar semuanya bisa lebih jelas" ucap dokter Darel.
"Baiklah..... Pak Sam nanti tolong kau atur semuanya" ucap Rayan pada Pak Sam.
"Baik tuan muda... " ucap Pak Sam, setelah selesai memeriksa dokter Darel pun langsung pulang. Dan yang lainnya pun ikut keluar dari kamar Rayan.
"Hey tweety... selamat ya anak ayam rupanya sekarang sudah berubah menjadi induk ayam,dan akan segera bertelur" ucap Reyhan sambil tertawa dan pergi dari kamar Rayan.
"Kak Ray maaf ya aku tidak tahu jika aku sedang hamil" ucap Nara
"Kenapa kau harus meminta maaf sayang, aku sangat bahagia kau hamil. Itu artinya aku akan menjadi seorang ayah.... "ucap Rayan kemudian memeluk Nara. Nara masih berpikir mungkin saja diagnosa dokter Darel itu salah, karena setahu Nara selama ini ia selalu meminum pil kontrasepsi setiap hari.
"Bagaimana mungkin aku hamil, bukankah aku selalu minum pil itu. Atau mungkin pilnya jelek makanya tidak ampuh" gumam Nara dalam hati.
Saat sedang berpikir Reyhan masuk ke kamar dan memberikan obat untuk Nara. "Ini obatmu tweety..... Rayan aku pergi duluan ke kantor ya" ucap Reyhan terburu-buru.
__ADS_1
"Baiklah terima kasih..... " ucap Rayan dan Reyhan pun langsung ke luar dari kamar Rayan dan menuju ke kantor.
Rayan memberikan obat untuk Nara, dan juga membantu mengoleskan salep pada tubuh dan wajah Nara.
"Buka pakaianmu aku akan megoleskan obat ini.... " ucap Rayan. Mendengar perintah Rayan bukannya membuka pakaian tapi Nara malah mengeratkan selimutnya.
Rayan mengernyit heran melihat tingkah istrinya yang malah mengeratkan selimutnya.
"Kau kenapa? "tanya Rayan.
"A-ku malu kak, biar aku saja yang mengobatinya sendiri" ucap Nara yang merasa malu pada suaminya.
"Malu.... kenapa kau malu?" tanya Rayan
"Aku malu Kak Ray....tubuhku sekarang pasti berwarna-warni "ucap Nara. Rayan malah tertawa mendengar ucapan Nara yang mengatakan jika tubuhnya berwarna-warni.
"Sudahlah tidak usah malu, lagi pula aku sudah melihat semuanya dari atas sampai bawah.... " ucap Rayan.
*
*
*
Di kantor
Tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, hari ini Rayan tidak jadi pergi ke kantor karena anak ayamnya sedang alergi dan bertelur. Maka dari itu Rayan harus ekstra menjaganya takut jika nanti telurnya pecah. Karena anak ayam itu termasuk spesies yang tidak bisa diam.
tok
tok
__ADS_1
tok
Terdengar suara ketukan pintu di ruangan Reyhan, Reyhan pun mempersilakan masuk.
"Masuk saja.... " ucap Reyhan yang masih berkutat dengan laptopnya.
"Maaf pak Reyhan, ada yang ingin bertemu dengan anda" ucap sekretaris Reyhan.
"Siapa, aku tidak punya janji dengan siapa pun" jawab Reyhan.
"Aku Kak Rey.... " ucap seorang gadis mungil yang di mimpikan oleh Reyhan siang dan malam. Betapa bahagianya hati Reyhan saat ini karena kuda poninya kini tiba-tiba ada di hadapannya.
"Sayangku.... "ucap Reyhan dengan nada di dramatisir membuat bulu kuduk sekretarisnya merinding seketika. Dengan segera sekretaris Reyhan pun pergi dari ruangan Itu dan menutup pintu. Karena mungkin sebentar lagi akan ada tontonan yang mengotori matanya.
"Kak Rey, aku sangat merindukanmu" ucap Nayla menghampiri Reyhan.
"Aku juga sangat merindukanmu sayang.... " ucap Reyhan dan kemudian memeluk kekasih yang sangat ia rindukan.
"Kak Rey tidak marah aku datang kesini? "tanya Nayla.
"Tidak sayang, justru aku sangat senang karena sekarang aku bisa menciumu lagi" ucap Reyhan.
"Aihhh.... dasar kudanil mesum " ucap Nayla memukul pelan punggung Reyhan
*
*
*
Kecengin dukungannya ya biar up nya juga kenceng 😘💃
__ADS_1